Aspek Legal

Aman dengan Label Halal

oleh Wiko Rahardjo
Dengan memiliki sertifikasi 'halal' Anda telah memberikan jaminan kepastian kepada konsumen. #SertifikasiHalal

Konsumen muslim Indonesia sangat concern terhadap kehalalan produk yang digunakannya. Isu ‘tidak halal’ mudah membuat mereka mengurungkan niat untuk membeli dan mengonsumsi. Sebagai mayoritas, konsumen muslim di Indonesia adalah target pasar potensial untuk bisnis.

Di Indonesia, jaminan halal suatu produk bisa dilihat dari label yang tertera pada kemasan produk. Di restoran, pemilik biasanya akan menempelkan sertifikat halal pada dinding ruangan makan agar bisa dilihat konsumen yang datang.

Sertifikasi halal di keluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam situsnya, MUI menjelaskan jika sertifikasi ini diberikan kepada produsen makanan, kosmetik dan obat, Rumah Potong Hewan (RPH), restoran maupun katering untuk memberikan jaminan kepastian kepada konsumen sehingga mereka merasa aman.

Bagi produsen yang ingin mendapatkan sertifikasi ini wajib mengurusnya ke Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI. Produsen harus memenuhi persyaratan halal yang tercantum dalam dokumen HAS23000 LPPOM MUI.

Dalam dokumen tersebut, beberapa diantaranya tercantum kewajiban perusahaan atau produsen yang mengajukan sertifikasi halal untuk memiliki fasilitas dan bahan produksi yang sesuai dengan standar halal LPPOM.Yaitu jauh dari hal-hal yang bersifat najis atau haram.

LPPOM juga mencantumkan kewajiban perusahaan atau produsen untuk memiliki prosedur penanganan khusus bagi produk yang tidak lolos sertifikasi halal. Syarat lainnya dalah kewajiban perusahaan atau produsen untuk selalu melakukan pengkajian ulang terhadap penerapan Standar Jaminan Halal (SJH) miliknya.

LPPOM MUI menyediakan kanal online bagi perusahaan yang ingin mendaftarkan produknya melalui www.e-lppommui.org atau Halal MUI.
Wiko Rahardjo
 
 
 
 

 

Wiko Rahardjo
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article