Event

Wise Women Entrepreneur Masterclass Pontianak Belajar Tentang Laporan Keuangan dan Story Telling untuk Produk

oleh Wanita Wirausaha Femina


Dok: Wanita Wirausaha


Waktu belum menunjukkan pukul 08.00, beberapa wanita yang tampak cerah mengenakan dresscode berwarna kuning, satu persatu memasuki ruang ballroom Hotel Aston Pontianak, yang terletak di jalan Gajah Mada, Pontianak, Kalimantan Barat. Pagi itu, Sabtu (22/9), semangat mereka besar untuk menimba ilmu dari dua pembicara dalam acara Wise Women Entrepreneur Masterclass.

Wise Women Entrepreneur Masterclass merupakan kerjasama Wanita Wirausaha Femina bersama Bank Commonwealth dan Center for Inclusive Growth Mastercard Indonesia untuk meningkatkan jumlah wanita wirausaha yang mandiri secara finansial dan melek literasi keuangan. Wise Women Entrepreneur Masterclass diadakan di 10 kota besar di Indonesia, dan Pontianak menjadi kota ketujuh.


Dok: Wanita Wirausaha


“Apakah ada di antara peserta yang sudah mencatat laporan keuangan usahanya?,” tanya Weddy Irsan, SVP, Head of SME New Business Bank Commonwealth saat membuka materi pertama tentang Wise Financial Module. Ternyata, hanya sedikit peserta yang mengaku sudah memiliki laporan keuangan bisnis. Fakta ini, tidak jauh berbeda dari peserta-peserta workshop di enam kota lainnya.

Padahal, menurut Weddy agar bisnis tetap sehat, laporan keuangan usaha harus terpisah dari keuangan pribadi. Laporan keuangan bisnis akan memberikan gambaran tentang perkembangan bisnis, apakah bisnis untung atau rugi. “Selain itu laporan keuangan juga berguna jika nantinya ingin meminjam uang di bank, investasi, ataupun sekedar mengajukan KPR,” ungkap Weddy.

Latas apa yang dimaksud dengan catatan keuangan? Weddy menjabarkannya menjadi  modal usaha (modal awal, modal kerja dan modal operasional), catatan transaksi, penganggaran bulanan, laporan laba rugi, dan laporan neraca. Weddy pun menjelaskannya satu persatu dan disambut antusias oleh peserta dengan berbagai pertanyaan.

Dok: Wanita Wirausaha


Antusiasme peserta pun tak berkurang saat Roby Bagindo, Produser Eksekutif Masak TV dan Tastemade Indonesia, membawakan materi kedua, Food on Social Media. Indonesia termasuk dalam 5 negara pengguna Facebook dan Instagram terbanyak di seluruh dunia. Tak heran jika sosial media menjadi salah satu alat penting dalam memasarkan produk bisnis. "Buatlah akun khusus untuk usaha, jangan jadikan satu dengan akun pribadi. Hal ini sangat berguna dalam memperkenalkan brand/usaha,” saran Roby.

Kuncinya adalah memiliki konten dengan konsep story telling yang menarik. “Ada banyak ide yang bisa dikembangkan dari produk Anda. Misalnya pisang goreng, Anda bisa bercerita tentang manfaat pisang, jenis-jenis pisang, olahan pisang, hingga dari sisi konsumen, siapa saja yang telah menikmati produk Anda,” terang Roby, yang mengaku hobi ke pasar untuk mencari cerita menarik tentang bahan makanan.

Selain itu, Roby juga menyarankan agar pebinsis mengenali terlebih dahulu sosial media yang digunakan. Apakah sosial media yang dipilih sesuai target usia konsumen. Misalnya Facebook lebih banyak digunakan oleh usia di atas 25 tahun, berbeda dengan instagram yang usia penggunanya lebih muda. 

“Sebelum posting sesuaikanlah postingan dengan gaya dan bahasa target konsumen serta kebiasaan pengguna di masing-masing sosial media. “Contoh di Facebook, behavior users-nya adalah menonton video tanpa suara, jadi sertailah dengan teks. Untuk teks, bisa dalam bentuk subtitle ataupun caption, buat seakan – akan bercerita agar jumlah interaksi dan impresi lebih besar,” jelas Roby.

Dok: wanita wirausaha


Sebelum sesi berakhir, Roby juga mengajak para peserta untuk praktek langsung cara membuat foto produk yang menarik dengan perangkat sederhana: ponsel, styrofoam sebagai reflector dan flash ponsel. Roby pun mempraktekkan serta menjelaskan tentang angle dan lighting terbaik, hingga komposisi terbaik untuk memfoto produk. 

Hari itu, hampir sebagian besar membawa produk mereka, dari makanan basah seperti buntil ikan tuna, pempek, cake tapai, rengginang, kue kering dan manisan rumput laut, hingga kerajinan tangan seperti tas, kain tenun khas Kalimantan, dan masih banyak lainnya.

Nursila, pengusaha katering yang datang jauh-jauh dari Kabupaten Mempawah, dua jam dari kota Pontianak, mengaku hari itu mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bisnisnya. “Sejak membuka usaha tahun 2012, saya tidak cukup serius membuat pencatatan keuangan bisnis karena jujur saya juga kurang paham. Tapi setelah dijelaskan oleh pak Weddy dan panduan dari Wise Module, semakin menambah ilmu saya,” jelas wanita yang kerap mengikuti lomba mewakili daerahnya hingga tingkat nasional ini.

Sebelum acara berakhir, wanita wirausaha femina dan Wise Women Entrepreneur berbagi doorprize dan hadiah menarik. Ikuti terus perjalanan Wise Women Entrepreneur Masterclass ke tiga kota lainnya yaitu Makassar, Batam, dan Bali. Sampai jumpa. (f)

Baca Juga: 
WISE WOMEN JOGJA, PERLUNYA MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN BISNIS SEJAK SEKARANG & PENTINGNYA DESAIN KEMASAN YANG MENJUAL
WISE WOMEN BANDUNG, LAPORAN KEUANGAN YANG BAIK UNTUK PERKEMBANGAN BISNIS & TIP SUKSES BERBISNIS FASHION DARI SHAFIRA & ZOYA
WISE WOMEN JAKARTA - BELAJAR ILMU DASAR KEUANGAN BISNIS DAN STRATEGI BRAND YANG TEPAT SASARAN

 

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article