Kisah Sukses

Ida Widyastuti, Roemah Snack Mekarsari

oleh Wanita Wirausaha Femina

Dari tahun ke tahun, Lomba Wanita Wirausaha (Wanwir) selalu menjaring wanita pengusaha terbaik dari seluruh Indonesia. Menang atau tidak, bukan masalah. Sebab, tergabung dalam komunitas Wanwir berarti kesempatan emas untuk menimba ilmu wirausaha dan terhubung dalam jejaring usaha yang seluas-luasnya. Hal ini dibuktikan oleh alumni Wanwir yang menorehkan prestasi setelah ikut kompetisi.

Ida Widyastuti, Roemah Snack Mekarsari, Pemenang I & Green Entrepreneur Wanwir 2012


Prestasi terbaru:
•    Ernest and Young Enterpreneurs Winning Women 2012
•    Juara I Pangan Awards 2012 dari  Menteri Perdagangan RI
•    Special Awards Inovasi Olahan Buah Tropis Indonesia 2012 dari Menteri Perdagangan RI
•    Juara I  Wanita Pengusaha Berprestasi Nasional 2012 dari DPP IWAPI Jakarta

Prestasi dan penghargaan terus diterima sang ‘ratu pisang’ dari Jawa ini. Baginya, ikut lomba bukan soal gengsi, namun soal mengukur kemampuan diri sendiri. “Dari situ kita bisa tahu sejauh mana apa yang kita lakukan diakui dan diterima oleh masyarakat,” ujarnya. Ida percaya, tiap orang pasti memiliki keistimewaan dan kekuatan tertentu, dan itulah yang perlu digali melalui kompetisi.

Ia akui, sejak menang lomba, pemberitaan media tak hanya membuat produknya lebih dikenal. Saat mengikuti pameran atau bazaar, seperti Festifal Wanita Wirausaha 2012, stan Mekarsari tak pernah sepi pengunjung.

Kompetisi semacam Wanwir juga membuka kesempatan bagi para pengusaha wanita untuk bisa eksis bahkan sampai ke luar negeri. “Baru-baru ini saya diajak Kementerian Perdagangan untuk berpameran di Belanda. Responsnya bagus. Saya bisa mempromosikan Indonesia, terutama camilannya,“ katanya . Dari situ kesempatan memperluas pasar pun terbuka.

Dari segi produk, Mekarsari juga mengalami perkembangan pesat sejak tahun lalu; mengekspor ke Qatar, Arab Saudi, Malaysia, Singapura, dan kini sedang penjajakan untuk ekspor ke Belanda, Belgia, Finlandia, serta Swiss. Awal tahun ini cita-cita masuk ke pasar modern juga sudah terwujud. Kami sudah mulai memasok ke Lotte Mart,” katanya, bahagia.

Prinsip Berbisnis:
“Saya lebih senang disebut aktivis daripada pebisnis,” katanya. Alasannya, sejak berdiri, tahun 2003, misinya memang ingin memajukan kehidupan masyarakat. Prinsipnya,  tiap tahun, makin banyak orang, petani, dan UKM yang terlibat,  makin banyak tenaga kerja yang terserap. Otomatis kehidupan mereka akan terangkat. “Syukurlah, kini ada sekitar 2.000 orang yang bekerja dalam berbagai UKM terkait, 300 petani yang mengelola 300 hektare lahan, serta 160 orang yang bekerja di Roemah Snack Mekarsari,“ katanya.

Ia mengutip sebuah falsafah Jawa, urip itu urup, yang artinya hidup itu harus berguna bagi orang lain. “Sukses itu bukan soal berapa banyak uang yang bisa saya dapat, bukan berapa banyak benda bisa dimiliki, tapi berapa banyak hidup manusia bisa Anda ubah menjadi lebih berarti,” ujarnya.

Nuri Fajriati
Foto: Dok. Femina Group
  

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article