Ilmu Bisnis UKM

Kreativitas dalam Bisnis: Terinspirasi atau ATM?

oleh Yoseptin Pratiwi

Foto: Pixabay

Di tengah persaingan usaha yang sedemikan ketat, bukan hal aneh bila di lapangan terjadi saling tiru meniru. Apalagi, bila ada satu usaha yang menyodok dengan cepat, maka dnegan segera followers bermunculan.
 
Membuka usaha atas dasar meniru, terinsprirasi usaha orang atau memakai jurus ATM (amati, tiru dan modifikasi), menurut Yoris Sebastian, praktisi industri kreatif dalam buku Seri Kewirausahaan femina; Ini Cara Bisnis Naik Kelas, pada dasarnya ya mirip. Peniruan juga. Tapi, itu sah-sah saja dilakukan. Apalagi, bila usaha dilakukan atas dasar demi kelangsungan hidup. Masa iya Anda dilarang untuk membuat usaha.
 
Tapi... kalau mau disebut entrepreneur, ada syaratnya. Anda boleh lakukan, asalkan terinsprasi atau ATM  usaha itu jangan menjadi ATP ( Amati,  Tiru Plek) alias Anda meniru habis-habisan atau Anda lakukan amati, tiru dan modifikasi sedikit-sedikit. “Pada banyak kejadian, akhirnya usaha seperti ini tidak akan panjang usia. Apalagi skala usaha Anda kecil,” ujar Yoris.
 
Ia mengisahkan seorang temannya meniru usaha roti bakar yang sudah sangat terkenal di Jakarta. Diakui Yoris, roti bakarnya tak kalah enak. Tapi, temannya ini hanya berupaya memiliki nama dan logo usaha berbeda. Tidak ada unsur kreatif dan inovasinya. Semua menu sama. Cara berjualan sama. Servis sama. Cuma lokasi saja berbeda. Pada akhirnya kompetisi harga pun bermain. Orang pasti pilih yang murah. Masalahnya, pesaing yang punya pikirin ini seperti ini pun banyak.  Jika tak ada daya tarik tambahan, usaha pun akan mundur.
 
“ATM boleh, terinspirasi boleh, tapi carilah significantly different, pembeda yang jelas. Misalnya Contoh Facebook. Sebetulnya, mirip dengan pendahulunya Friendster. Nah, jika friendster ribet, ramai dan mencolok, maka FB membuanya simpel, warna putih biru,’ ujar Yoris.  
 
Jeli cari pembeda ini juga dilakukan teman Yoris, Afif.. pemilik Holicow! steak. Ia terinspirasi untuk membuat steak kaki lima. Tapi, alih-alih membuat usaha steak yang sama, dia fokus hanya pada kualitas daging terbaik, wagyu.
 
Untuk kasus roti bakar itu menurut Yoris, untuk 70 persen menu boleh saja standar yang ala roti bakar terkenal, Tapi dia harus berani coba 20 persen inovatif aman dan 10 persen yang benar-benar inovatif, tak ada di tempat lainnya.
 
Punya ada duit, tapi merasa tidak kreatif? Yoris menyarankan, kenapa tidak ambil franchise saja. “Carilah franchise yang sudah ketahuan kualitas produk dan usahanya. Anda cek dari sertifikasi yang dimilikinya dan bisa cek juga penghargaan yang diperolehnya dari instistusi yang terkenal dan terpercaya,” ujarnya seraya menyebutkan Finalis dan Pemenang Wanita Wirausaha Femina adalah salah satu yang bisa digandeng untuk franchise atau bermitra.
 
Dengan franchise,  Anda bisa belajar sistem bisnis yang sudah berjalan. Nah, jika sebagai franchisee (pembeli franchise) Anda berhasil, Yoris menyarankan, jangan keluar dan membuka usaha yang sama. “Buat usaha lain yang lebih berisiko dan pastikan ide kreatif Anda masuk dan Anda suka. Mulai dari kecil. Dananya, bisa diambil dari pemasukan dari 70% bisnis laundry,” sarannya. (f)



 

 

Yoseptin Pratiwi
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article