Ilmu Bisnis UKM

Pentingnya Visual Makanan Dalam Bisnis Kuliner Menurut Stefanie Kurniadi, Pemilik Warunk Upnormal

oleh Desiyusman Mendrofa

Dok. Victor Freitas from Pexels

Seberapa sering Anda tergugah nafsu makannya karena foto makanan yang menarik atau ingin mencoba restoran baru karena sedang menjadi tren di media sosial? Jika sering terjadi, maka selamat datang di era dimana media sosial yang telah mengubah perilaku makanan masyarakat modern. Dimana rasa bukan lagi prioritas utama, yang penting tampilan menarik menggugah selera atau sedang populer di kalangan masyarakat.

Inilah mengapa, menurut Stefanie Kurniadi, pemilik Warunk Upnormal, penting bagi para pebisnis kuliner untuk memikirkan masak-masak bagaimana menghadirkan tampilan makanan yang menarik, khususnya di media sosial. Pasalnya, sebagian besar orang akan 
mencari tahu tentang makanan, tempat makan baru dari internet atau media sosial, dan hal pertama yang dilihat tentu saja fotonya atau video. 

"Sebagai pebisnis makanan, saya menarik perhatian calon konsumen untuk mencoba produk saya dengan cara menguatkan brand di dunia online. Saat ini, habit online sudah sangat kuat dalam masyarakat di hampir seluruh dunia, maka representasi brand kita harus baik di dunia online," tutur Stefanie. Menurutnya, untuk bisnis makanan jaman sekarang foto itu sangat penting. Foto-foto yang sebaiknya digunakan sebagai konten promosi adalah yang menggunakan prinsip USP: Ultimate Message – Strong Visual – Push to Action. Saat menyusun konten atau menentukan foto seperti apa yang kita ingin tampilkan, harus memastikan terlebih dahulu tujuannya kemudian pesan yang ingin disampaikan apa dari foto tersebut.

Setelah menentukan tujuan dan pesannya, maka eksekusi dari pengambilan foto tersebut harus kuat dan memberikan kesan yang nendang. Hal ini tidak selalu terkorelasi dengan hasil kualitas yang bagus biaya yang mahal, tapi tepat sasaran dan sesuai dengan selera target pasar. "Hal ini bisa diketahui seiring berjalannya waktu. Misalnya ketika memposting sesuatu untuk campaign, bila mendapat respon paling banyak maka foto dengan style tersebutlah yang paling disukai atau cocok dengan target pasar," jelasnya lagi.

Setelahnya, perhatikan reaksi orang terhadap konten atau foto yang dipublikasikan. Apakah orang akan datang ke toko kemudian membeli, atau setelah melihat foto orang langsung meneruskan informasi tersebut ke temannya. "Konten atau foto yang menarik masuk kategori berhasil ketika mampu membuat orang yang melihat, do action!," papar Stefanie.

Banyak hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan bisnis makanan. Namun, paling mendasar adalah konsep bisnis yang paling sederhana yaitu memenuhi demand atau kebutuhan pasar. Mampu untuk membaca apa yang pasar inginkan yang menjadi tantangan utama para pebisnis termasuk pebisnis kuliner. Namun, tiga hal penting yang dapat diingat dalam menjaga sustainability bisnis makanan antara lain menyajikan makanan dan minuman yang disukai target pasar, melakukan inovasi terus menerus untuk selalu meningkatkan kepuasan pelanggan, dan selalu terbuka untuk menerima kritik dan saran dari konsumen, karena kita ada untuk memenuhi kebutuhan mereka. (f)

Baca juga :
MAKANAN FILIPINA SIAP JADI TREN DI 2018. IDE BAGI PEBISNIS RESTO!

CINDY ALVIONITA, WARUNK UPNORMAL GROUP: 'MENJUAL' CABAI DI POSTINGAN SOSIAL MEDIA

 

 

Desiyusman Mendrofa
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article