Ilmu Bisnis UKM

Wise Women Bandung, Laporan Keuangan Yang Baik Untuk Perkembangan Bisnis & Tip Sukses Berbisnis Fashion Dari Shafira & Zoya

oleh Yoseptin Pratiwi

Foto-foto: Adeli Arifin

Memiliki kesamaan visi untuk membuat wanita mandiri dalam ekonomi, komunitas Wanita Wirausaha Femina bekerjasama dengan Bank Commonwealth dan Mastercard Centre for Inclusive Growth menggelar roadshow Wise Women Entrepreneur Masterclass 2018 di 10 kota di Indonesia.
 
Setelah Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta yang dihadiri lebih dari 100 wanita wirausaha UKM di setiap kota, pada Sabtu, 28 Juli 2018, bertempat di Ballroom Hotel Ibis Budget Bandung, workshop kewirausahaan kembali digelar. Kali ini, menghadirkan pembicara Weddy Irsan, Head of SME New Business Commonwealth Bank yang membawakan materi WISE Financial Modul dan Feny Mustafa, founder Shafira Corporation, yang menaungi brand busana Muslim Shafira, Zoya, Mezora dan Encyclo dengan tema: How to Build a Profitable Fashion Business.
 
Bandung juara… slogan khas masyarakat Kota Bandung itu tidak sekedar slogan semata. Karena, para wanita Bandung memiliki antusiasme yang tinggi untuk menjadi pribadi-pribadi yang kokoh dan mandiri untuk terus belajar ilmu-ilmu baru. Hal ini terlihat, sejak pukul delapan pagi, peserta workshop sudah berdatangan dengan dandanan cantik dan dresscode warna kuning.

“Ibu-ibu yang hadir di acara ini satu langkah di depan ketimbang yang tidak hadir. Karena, menurut saya, dalam perjalanan mengembangkan bisnis yang terpenting bagi seorang wirausaha adalah harus mau belajar. Saya ngenes, ketika melihat  tahun ini banyak bisnis baru, tapi tahun depan depan tutup. Hal ini menunjukkan ketahanan dan motivasi itu perlu dibangun,” Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Atalia Praratya Ridwal Kamil yang turut hadir memberikan semangat bagi warganya.
 

Atalia Praratya Ridwan Kamil memberi semangat bagi wanita Bandung
untuk menjadi pribadi yang mandiri lewat kewirausahaan.
 
Bayu Irawan, Head of Corporate Communication and Financial Inclusion Commonwealth Bank menegaskan peran penting wanita sebagai penggerak ekonomi Indonesia. “Karena itu, sejak 2014 kami memiliki program untuk meningkatkan literasi keuangan wanita lewat WISE, yaitu Women Investment Series yang selain berbentuk aplikasi yang bisa diunduh gratis di Google Play maupun Playstore juga lewat kelas-kelas pelatihan modul keuangan untuk pebisnis UKM seperti ini,” ujar Bayu membuka acara.

(ki-ka) Yoseptin Pratiwi (Femina), Bayu Irawan (Commonwealth Bank), Atalia Praratya Ridwan Kamil
(Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung), Feny Mustafa (Founder Shafira Corporation)
dan Weddy Irsan (Commonwealth Bank)

 
Persoalan pengelolaan keuangan memang masih menjadi persoalan klasik pengusaha UKM. Seperti yang disampaikan Indah, pebisnis fashion dari batik yang mengaku sulit sekali memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan. “Sebagai ibu rumah tangga, kadang-kadang ada kebutuhan mendadak, mau tidak mau saya mengambil dari uang usaha saya,” ujarnya, yang disambut dengan sorakan tanda setuju dari peserta yang lain.

Maklum, ketika baru memulai usaha, segala hal memang dilakukan sendirian. Feny Mustafa yang kini telah mrnjadi pengusaha baju Muslim sukses pun dulu saat mengawali bisnis Shafira juga melakukan segala hal sendirian, sehingga pada akhirnya ia pun menyadari kalau ingin menjadi perusahaan professional maka ia harus membuat usahanya menjadi sebuah organisasi yang professional dan mulai merekrut karyawan.

Antusiasme wanita wirausaha Bandung untuk menyerap ilmu baru.

“Selama 14 tahun berkecimpung dengan bisnis UKM, memang banyak terjadi bila keuangan tidak baik maka bisnis bisa bangkrut,” ujar Weddy Irsan mengawali presentasinya.
 
Padahal, laporan keuangan memiliki banyak manfaat seperti alat untuk memantau perkembangan usaha dan sebagai salah satu syarat pengajuan pinjaman modal atau investasi.

Membuat laporan keuangan dapat dilakukan oleh siapa pun sebab caranya mudah dan sederhana. Bekerja sama dnegan BINUS University Business School, Bank Commonwealth juga membuat modul sederhana, dalam bentuk excel, yang bisa digunakan pebisnis UKM dalam membuat pencatatan keuangan.
 

"Buatlah laporan keuangan sejak awal usaha agar tahu posisi keuangan perusahaan Anda," Weddy Irsan.
 
Empat hal Penting Dalam Laporan Keuangan

Menurut Weddy Irsan, setidaknya ada 4 hal mendasar saat membuat laporan keuangan:
1/ Pencatatan Transaksi – sejak mengawali usaha, seorang wirausaha harus rajin mencatat semua transaksi yang dilakukan, baik itu transaksi penjualan maupun transaksi pembelia. “Setiap transaksi yang dilakukan harus dicatat karena uang yang digunakan merupakan uang perusahaan bukan uang pribadi. Sekecil apa pun jumlah atau nilai transaksi harus dicatat,” tutur Weddy.  
 
2/ Anggaran – Setiap pengusaha perlu memiliki anggaran untuk setiap strategi bisnis yang akan dilakukan ke depan. Misalnya, ketika ingin ikut pameran, maka kita harus memiliki anggarannya berapa dana yang dibutuhkan untuk pameran tersebut, termasuk sewa booth, belanja berbagai keperluan pameran, ongkos tenaga kerja, termasuk sumbangan-sumbangan yang merupakan biaya tidak terduga. Dengan adanya anggaran kita akan mengetahui, apakah strategi bisnis yang dilakukan untuk menguntungkan atau justru malah menggangu cashflow. Anggaran yang baik adalah yang jumlahnya  tidak memiliki selisih yang besar dari biaya factual yang dikeluarkan.

3/ Laporan laba rugi. Laporan ini perlu untuk mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian dari usaha yang dijalankan. Pendapatan dan biaya termasuk di dalamnya. Pendapatan merupakan jumlah yang diterima dari aktivitas perusahaan, kebanyakan dari penjualan atau jasa kepada pelanggan. Sementara biaya adalah uang yang dikeluarkan untuk membeli barang untuk produksi atau dijual kembali.

4/  Laporan neraca. Laporan neraca berguna untuk mengetahui harta atau aset, hutang, dan modal. Serta untuk menganalisis kemampuan usaha untuk menyelesaikan hutang.
 

Tidak menyia-nyiakan kesempatan bertanya kepada pembicara.

Menanggapi curhat para peserta, Weddy menekankan pentingnya tidak mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis.

“Pemisahan itu penting untuk dilakukan agar tidak membingungkan. Sebab bisa saja kita merasa percaya diri karena memegang uang yang banyak, padahal pada kenyataannya, usaha telah mengalami kerugian,” tegas Weddy.
 
Salah satu bidang bisnis yang menjadi favorit wanita adalah bisnis fashion. Apalagi saat ini dengan makin banyaknya wanita berhijab, maka bisnis baju Muslim pun menjadi pasar yang sangat kompetitif.  Feny Mustafa, founder Shafira Corporation yang menaungi brand Shafira, Zoya, Mezora dan Enzyclo pun berbagi pengalaman bagaimana membawa bisnis bisa berkembang dan memberikan hasil yang optimal.
 
 
Feny Mustafa, mengawali bisnis dengan modal pinjaman dari orang tua dan para sahabat.

“Modal Utama Dalam Bisnis Adalah Diri Kita Yang Bisa Dipercaya”
 
Pagi penggemar fashion, khususnya busana Muslim, siapa yang tidak kenal Shafira? Brand Shafira dirikan Feny Mustafa sejak 29 tahun lalu, dan pada Januari 2019 mendatang akan menginjak usia ke-30. Dengan usia sepanjang itu, Shafira sudah kan asam garam dalam bisnis fashion. “Dulu awalnya kami boleh dibilang sendirian di pasar, dan kini persaingan sudah sangat kompetitif,” ujar Feny Mustafa.
 
Shafira Corpotarion kini memiliki 4 brand yang sesuai segmentasi pasar, yaitu Shafira untuk kelas menengah dan sedikit atas, maka Zoya lahir untuk menjawab kebutuhan pasar kelas menengah yang kini sangat besar populasinya. Sementara Mezora untuk pasar menengah sedikti ke bawah, dan Enzyclo direncanakan untuk bisa bersaing dengan retail internasional, meski kini masih berjuang di pasar.
 
Bila melihat kini Shafira Corporation (Shafco) memiliki lebih dari 200 toko di seluruh Indonesia, siapa menyangka Feny mengawali bisnis bermodal pinjaman. “Saya meminjam uang untuk modal dari ibu, sahabat bahkan dosen saya,” ujarnya menanggapi keluhan klasik banyak orang yang tidak bias berbisnis karena tidak punya modal.

Feny Mustafa, hampir 30 tahun makan asam garam bisnis fashion
membesarkan bisnis Shafira Corporation.
 
Namun, untuk mendapatkan pinjaman, itu butuh kepercayaan. “Diri kita adalah modal utama, karena itu bangunlah diri Anda agar bisa dipercaya orang. Bagaimana caranya? Dengan menjalin networking yang baik,” uja Feny. Networking pertama adalah dengan teman-teman sendiri dan saudara, karena mereka lah yang akan menjadi konsumen kita yang pertama. “Jangan menghubungi orang ketika kita sedang butuh saja,” pesan Feny.
 
Sikap bisa dipercaya juga pada akhirnya penting ketika bisnis kita membesar dan perlu pinjaman dari perbankan. Dulu, cerita Feny, saat mengajukan pinjaman ke bank sempat ditolak beberapa kali hingga mendapatkan pinjaman bank dengan jumlah yang relative kecil. “Saya berusaha menjaga amanah, sehingga kini saya tidak memiliki kesulitan untuk penambahan modal,” ujar Feny.
 

Tidak ketinggalan, doorprize bagi peserta yang beruntung.
 
Hal lain yang ditekankan ibu dua anak ini adalah pentingnya memiliki organisasi yang professional dan dalam hal ini adalah merekrut keryawan yang professional. “Sebetulnya kita bisa memilih hendak memiliki usaha seperti apa. apakah usaha sebagai waktu luang saja misalnya. Tapi sejak awal saya ingin memiliki bisnis yang professional,” ujarnya.
 
Mengingat dirinya adalah desainer atau seniman, karyawan pertama yang direkrut Feny adalah bagian keuangan. “Sejak awal bisnis saya sudah pencatatan keuangan yang rapi,” ujar Feny.
 
Para peserta pun tidak melewatkan kesempatan untuk bertanya lebih jauh kepada Feny ketika sesi tanya jawab dibuka. Dari soal bagaimana membuat marketing gimmick agar pasar mengingat brand kita, mentalitas pebisnis, hingga kelebihan toko online bila dibandingkan offline.
 
Setelah hujan ilmu, tibalah hujan hadiah di akhir acara. Doorprize dibagikan mulai dari dompet cantik, peralatan rumah tangga hingga voucher perawatan wajah dari Esther House of Beauty. Satu hari seru untuk wanita Bandung Juara… (f).

Baca Juga:
Wise Women Jogja, Perlunya Membuat Laporan Keuangan Bisnis Sejak Sekarang & Pentingnya Desain Kemasan Yang Menjual
Wise Women Medan: Membuat Konten Foto Tidak Mahal
 
 
 
 
 

 

Yoseptin Pratiwi
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article