Inovasi Produk

4 Ciri Produk Kecantikan Pilihan Konsumen Usia 20-30

oleh Wanita Wirausaha Femina

Dok: @deannaalys unsplash.com


Konsumen usia 20 - 30-an menjadi target utama penjualan berbagai produk konsumsi di dunia saat ini, termasuk produk kosmetik. Di tangan kelompok konsumen terbesar itu tren terbaru juga ditentukan. Bagi Anda pebisnis kecantikan, berikut kami rangkum 4 tren produk kecantikan pilihan konsumen milenial.

1/ 100% Natural 
Kembali ke alam! Sejalan dengan isu-isu lingkungan yang menjadi perhatian dunia, seperti global warming, perubahan iklim, menyusutnya hutan tropis sebagai paru-paru dunia, sampah plastik yang memenuhi lautan, dan seruan ‘go-green’ di seluruh dunia, industri kecantikan seakan terpanggil untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perhatian pada isu-isu ini. Tak mengherankan, apa pun dengan seruan ‘100% natural’ sangat digandrungi.

Gerakan go-green tak hanya dinilai mengikuti tren, tetapi juga melambangkan pilihan gaya hidup generasi masa kini.

2/ Bahan Lokal Semakin Disukai
Produk kecantikan yang menggunakan bahan aktif yang berasal dari produksi lokal suatu wilayah makin digemari, bahkan diramalkan makin booming dalam tiga tahun ke depan. Seperti ginseng dari Korea, madu dari Indonesia, minyak marula dan argan dari Afrika, ragi beras dari Jepang, dan sebagainya. Selain diklaim mengandung toxic chemical yang lebih sedikit, produk kecantikan dengan kebaikan bahan-bahan botani ini akan makin menguat khasiatnya untuk kulit dengan bantuan teknologi sehingga menghasilkan produk-produk unggulan, seperti allergen-free, murni, lebih berkhasiat, dan aman bagi kulit maupun lingkungan.

3/ Cruelty Free
Secara umum, isu global turut memengaruhi industri kecantikan saat ini. Isu global menjadi daya tarik bagi konsumen karena kepeduliannya. Nilai atau pesan yang dibawa oleh sebuah brand kosmetik dipersepsi sebagai bagian dari kualitas produk tersebut. Salah satu yang disorot dunia ialah label ‘cruelty-free’, yang kini menjadi ‘revolusi di dunia kecantikan’.

Selain masih berhubungan dengan gerakan pro-lingkungan, memilih produk kecantikan yang berlabel ‘cruelty-free’ memberi nilai tambah tersendiri pada kepuasan diri karena mengandung nilai-nilai positif yang berdampak baik bagi diri sendiri maupun dunia.

Ketika memutuskan untuk membeli suatu produk, generasi masa kini tak hanya melihat dari sisi fungsional, tetapi juga pada gaya hidup dan attitude yang direfleksikan oleh identitas brand tersebut.

4/ Luxury = Individuality
Generasi milenial berusia 20 - 30 dinilai sebagai generasi yang memiliki kepekaan dan kebanggaan pada diri sendiri. Platform digital melalui bentuk-bentuk seperti media sosial dan blog yang memungkinkan seseorang membangun personal branding dengan mudah menjadi salah satu game-changer saat ini. Dari platform seperti ini muncul berbagai bentuk review pribadi tentang produk-produk kecantikan. Yang terkuat bisa memengaruhi audiensi yang luas.

Persepsi kecantikan yang hanya didasarkan pada ukuran-ukuran kaku, seperti ras, usia, warna kulit, warna rambut, dan bentuk tubuh telah bergeser. Generasi ini teredukasi bahwa kecantikan datang dalam rupa yang beragam. Bukannya berlomba menjadi yang tercantik, mereka lebih fokus pada self-improvement yang menonjolkan kelebihan yang khas dalam diri masing-masing dan mengapresiasi keunikan diri sendiri yang berbeda. (f)

Baca Juga: 
SETELAH MELAHIRKAN, KYLIE JENNER MERILIS KOSMETIK BARU BERSAMA KOURTNEY KARDASHIAN
STRATEGI MARKETING DI BALIK LIP KIT BY KYLIE JENNER
5 TIP BERBISNIS KELAS MAKE UP


 

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article