Inovasi Produk

Geliat Wisata Halal

oleh Gilang Gumilang
Foto: Pixabay

Jalan-jalan mengunjungi destinasi wisata tertentu bukanlah hal yang aneh. Tapi bagaimana jika ada embel-embel tambahan kata seperti wisata syariah, wisata halal, trip halal, travel halal, Islamic  tourism? Jangan dulu berkerut kening, karena ada 101 alasan di balik tren wisata muslim ini.

Ada angka-angka cukup bombastis di balik tren wisata halal ini. Penelitian Anggota Kelompok Kerja Kajian Pengembangan Wisata Syariah, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yang mengutip MasterCard dan Crescent Rating dalam Global Muslim Travel Index 2015, menunjukkan bahwa pada tahun 2014 terdapat 108 juta wisatawan muslim yang mempresentasikan 10 persen dari keseluruhan industri wisata. Perputaran uangnya mencapai US$ 145 miliar. Angka ini dipastikan meningkat di tahun 2020 karena prediksinya akan ada 150 juta wisatawan muslim yang membelanjakan US$ 200 miliar, atau setara dengan Rp 2,7 kuadtriliiun –angka yang membuat APBN Indonesia 2017 yang Rp2000 trilyun terlihat kerdil.

            Data Thomson Reuters yang diambil dari 55 negara yang  masuk dalam Global Islamic Report 2014-2015 juga menunjukkan, total pengeluaran makanan dan minuman halal sebesar US$1.292 miliar (atau 10,8 persen dari pengeluaran kebutuhan makan dan minum penduduk dunia),  perjalanan atau wisata halal mencapai US4 140 miliar (itu pun di luar perjalanan haji dan umrah), sementara untuk konsumsi media dan rekreasi halal mencapai US$ 185 milar. Jika digabung, totalnya mencapai sekitar US$ 1.600 miliar, wow!

            Angka-angka di atas tentunya sangat fantastis sehingga membuat negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Korea, Jepang, Taiwan dan China berlomba-lomba menggarap industri pariwisata syariah. Penelitian Sofyan (2012) yang juga pemilik jaringan Hotel Sofyan menyebutkan, Thailand memiliki the Halal Science Center Chulalongkorn University yang mengeluarkan standarisasi industri syariah. Australia melalui Lembaga Queensland Tourism mengeluarkan program wisata pada Agustus 2012. Korea Selatan juga bebenah dengan kamar hotel yang menunjukkan arah kiblat, petugas di Visitor’s Information Offices yang bisa berbahasa Arab, plus paket wisata muslim. Jerman bahkan sudah menyediakan tempat sholat yang bersih dan nyaman di bandara Munich sejak Juni 2011.


          Tertarik menangkap peluang bisnis ini?

 

Gilang Gumilang
Penulis
Share This :

Trending

Related Article