Inovasi Produk

Ingin Produk Viral? Belajar dari Cara Donat Indomie!

oleh Trifitria S. Nuragustina
Foto: Dok. www.donutpapi.com 

Ide terkadang adalah pembeda perjalanan sukses antar pebisnis kue. Satu produk bisa saja viral dan menjadi melahirkan produk generik di seluruh dunia, sementara produk lain dengan bahan sophisticated bisa saja hanya laku dalam volume kecil dan tidak mampu menjadi lokomotif promosi merek.
 
Bagaimana dengan cerita Kenneth Rodrigueza, pendiri Donut Papi yang produk Mi Goreng Donut-nya lagi hits di dunia?
 
Kenneth yang berbasis di Sydney tengah mendunia. Dari semua produk donut skala gourmet-nya kini tiba-tiba hadir donat yang terbuat dari adonan mi dan bumbu IndoMie!
 
Produk ini adalah kerjasama perusahaannya dengan IndoMie wilayah Australia. Di negeri kanguru, IndoMie memang bergaung berkat kedekatan negaranya dengan Indonesia dan banyaknya mahasiswa WNI.

Siapa pencipta IndoMie di di pabriknya di Indonesia? Baca profilnya di sini

Nama Donut Papi dirujuk Kenneth dari kebiasaan ayahnya membelikan donat kala mereka sekeluarga tinggal di Filipina. “Saat saya pindah ke Sydney tujuh tahun lalu, belum terdapat banyak toko donat saat itu,” ujar Kenneth.

Bermental pengusaha, pria Filipina ini nekat membangun bisnis donat walau gagal meracik donat beberapa kali. Namun, karena ingin menghidupkan momen-momen menyenangkan makan sekotak donat di kampung halaman, Kenneth ogah menyerah.

Beragamnya kultur di Australia menjadi ciri khas Donut Papi, lewat cita rasa beragam budaya. Kenneth memasarkannya dengan memasok ke kafe-kafe hingga ikutan bazaar.
“Saya percaya donat enggak mesti klasik dalam rasa kayumanis, isi selai, atau rasa cokelat. Donat saya membawa rasa ube, matcha, wijen hitam, hingga versi gurih.

 

 
Foto: Dok. Instagram @donutpapi
 
Bermain-main resep Kenneth klop dengan ide mengolah mie yang kerap hadir sebagai inspirasi di akun Instagram @indomieau milik IndoMie wilayah Australia. Akhirnya, melalui kolaborasi kedua belah pihak, hadir produk viral berupa Mi Goreng Donut berbungkus kemasan IndoMie.

Idenya memang semula sederhana, sebagaimana dikutip dari akun Instagram @donutpapi, “An overwhelming support coming from the Indonesian community here in Australia and Indonesia! The collaboration between Indomie and our team was meant to be a little collab and just wanted to show our love to the beloved hero of our tummies, The MiGoreng noodles! The looove for this little packet is so BIG and we've seen the line this weekend wrapping around our building just to get a taste of their beloved Migoreng. Thanks for tagging photos, videos and inspired RECIPES! It's been a hectic week and we are bringing back the MiGoreng donut NEXT YEAR! We want to make this an annual thing and there's a whole year to make this product 100% better! Don't forget MAY-goreng 2019 will be BIGGER!!!”.?

Produk ini viral karena terbantu oleh komunitas food blogger di Aussie yang banyak merupakan orang Indonesia. IndoMie memang punya tempat spesial di hati banyak orang Indonesia!

Berkat ide berani, produknya melesat. Kenneth bahkan membatasi hanya pembelian 2 donut IndoMie per satu konsumen. Tiap pagi, konsumen siap antre untuk ini. Ketika produk lain masih tersisa di gerai, tentunya produk donat Indomie sudah ludes. Kejadian historikal di perjalanan bisnis Donut Papi! (f)

Baca juga: 

ANDA WIRAUSAHA COLD PRESS JUICE? INI 4 IDE DESAIN BOTOL KERENNYA
TEKNIK SUKSES BIKIN SAMBAL KOREK UNTUK BISNIS

 

 

Trifitria S. Nuragustina
-
Share This :

Trending

Related Article