Inovasi Produk

Nasi Mangkuk, Inovasi Baru Berjualan Rendang

oleh Faunda Liswijayanti

Dok: Femina

Proses memasak tradisional selama hampir tujuh jam, yang nyaris menyamai jam kerja orang kantoran inilah yang membuat Rendang Uni Farah punya nilai lebih, berbeda dari rendang lain.
 
Sejak awal, konsep mempertahankan tradisi memasak ala Minang memang diusung Reno Andam Suri, pemilik Rendang Uni Farah. Tak heran kualitas Rendang Uni Farah tetap terjaga. Semua itu tak lepas karena Reno mempertahankan proses pembuatannya, mulai dari penggunaan bahan baku berkualitas, hingga cara mengaduk dengan benar, yang disebut-sebut menjadi syarat utama enak tidaknya cita rasa sepotong rendang.  
 
Tidak hanya rasa, sejak awal Reno juga memikirkan kemasan dengan sangat cermat. Dua tahun pertama, sebagian besar rendangnya ditujukan untuk pembuatan parsel, dikemas cantik dalam stoples bening. Kemudian lahirlah ide untuk mengemasnya secara modern, yakni kemasan plastik kedap udara. Memang, tampilannya tidak secantik dalam stoples berpita. Tapi, fungsinya jadi lebih banyak, karena bisa tahan hingga 3 bulan. Rendang Uni Farah pun menjadi rendang Minangkabau pertama yang menggunakan kemasan kedap udara.
 

Dok: Femina
 
Satu dekade lebih berkecimpung di bisnis rendang ini, yang menjadi tantangan adalah rendang merupakan makanan rumahan yang mudah didapat, dari rumah makan Padang hingga warung nasi pun menyajikan rendang.
 
Memasuki tahun 2018 ini, Rendang Uni Farah pun melakukan inovasi baru untuk pasar millennial. Menangkap tren masyarakat yang memilih makanan praktis namun tetap nikmat untuk disantap, Rendang Uni Farah menawarkan produk Nasi Mangkuk.

Nasi Mangkuk menganut prinsip rice bowl dengan harga bersahabat, yakni hanya sedikit di atas Rp20.000 per porsinya. Ia membuka PO (personal order) tiap Selasa untuk diantarkan di hari yang sama, dengan minimal pembelian empat porsi.
 
Di luar hari PO, minimal pemesanan 15 porsi, dipesan 2-3 hari lebih awal. Bekerja sama dengan aplikasi ojek online, terbukti sajian lokal yang praktis disantap ini lekas mendapatkan sambutan konsumen sibuk masa kini.
 
Ide ini menurut Reno justru berangkat dari pertanyaan, apakah bisa Nasi Padang dihadirkan dengan kemasan praktis dan kekinian? Melihat banyaknya konsep makanan one dish meal, Rendang Uni Farah pun mencoba hadir dalam bentuk Nasi Mangkuk yaitu alternatif Nasi ‘Padang” yang praktis dengan pilihan lauk khas Minangkabau.
 
Selain kemasan praktis siap saji, Nasi Mangkuk juga tampil berbeda dari lauk di Rumah Makan Padang biasanya. Saat ini tersedia dua pilihan menu yaitu Nasi Mangkuk Rendang Ayam dan Nasi Mangkuk Rendang Jamur. Tak hanya berisi nasi dan rendang, dalam Nasi Mangkuk juga dilengkapi telur keriting combrang, sala lauk (bakwan khas Pariaman), sambalado tanak, kuah gulai ayam, dan potongan ketimun. Satu porsi Nasi Mangkuk dibandrol dengan harga Rp23.000 (belum termasuk ongkos antar). Kedepannya, Reno juga akan mengeluarkan pilihan lainnya berupa menu daging dan ikan.
 
Dalam acara Reuni 1 Dekade Wanwir yang berlangsung akhir Februari lalu, Reno percaya diri memperkenalkan produk barunya ini. Ia yakin Nasi Mangkuk menjadi produk andalannya untuk menyasar pasar millennial. Hal ini juga ia lakukan agar generasi muda tetap menyukai hidangan nusantara, khusus lauk tradisonal Minangkabau, rendang. (f)

Baca Juga:
Ide Resep Sayap Ayam Untuk Bisnis Kuliner
Cara Menciptakan Foto Makanan yang Menggoda
Seri Memahami Konsumen Millennial: Makanan yang Nyeleneh, yang Dicari

 

Faunda Liswijayanti
-
Share This :

Trending

Related Article