Inovasi Produk

Perdana, Starbucks Terbesar di Asia Tenggara Jadikan Bali Sebagai Inspirasi

oleh Trifitria S. Nuragustina
Pahatan yang mewakili daerah penghasil kopi di Jawa, Sulawesi, Bali, Papua, Brastagi, dan Sumatra Utara. (Dok. Femina)

Tak hanya menjadi negara dengan ranking world biodiversity ke-3 di dunia, Indonesia juga menjadi negara ke-4 tertinggi dalam produksi kopi. Brand raksasa Starbucks termasuk yang mengandalkan Indonesia sebagai salah satu pemasok kopi terbesarnya. Menurut CEO Starbucks Kevin Johnson di tengah peresmian Starbucks Reserve Dewata di Bali, Starbucks saat ini adalah pembeli terbesar biji kopi arabika di Indonesia. Starbucks pertama kali menggunakannya di tahun 1971.
 

Foto-foto proses kopi di ruangan untuk coffee tasting. (Dok. Femina)
 
Kehebatan peran agraria kopi ini menggerakkan Starbucks untuk menerapkan konsep The Coffee Sanctuary di outlet teranyarnya ini. Untuk pertama kalinya di dunia, dedikasi petani dan alam Bali mendasari pemikiran desain outlet terbesar di Asia Tenggara ini secara habis-habisan. Gerai ini juga yang terbesar kedua di kawasan dengan pertumbuhan Starbucks tercepat, yakni Tiongkok dan Asia Pasifik.


Desain pemikiran Makna Creative, Jakarta. (Dok. Femina)
 
Gerai dengan luas sekitar 2.000 meter2 ini menjadikan pengalaman sebagai kata kunci, from seed to cup. ‘A tribute to coffee growers in Indonesia and around the world’, begitu Kevin menyebutnya. 

Gerai yang memiliki website tersendiri di dewata.starbucks.co.id ini menggunakan logo bunga lotus, perlambang kecantikan, kemakmuran, dan kesuburan. Delapanbelas kelopaknya mewakili filosofi Tri Hita Karana dan hadir dengan ukiran yang terinspirasi gerinsing (teknik tenun ikat ganda dari Desa Tenganan). Di area Coffee Farm dan Farmer Support Center, gerinsing bisa dilihat dalam bentuk tekstil dekoratif.  

Outdoor area yang luas. (Dok. Femina)
 
Tamu disambut dengan area concierge menuju kebun kopi arabika seluas 10x10 meter. Ukuran ini menggambarkan tipikal kebun kopi di belakang rumah petani. Jangan disepelekan, biji kopi yang dinyatakan sebagai specialty coffee bisa saja hadir dari kebun-kebun small lot seperti ini. Pelanggan yang mau menikmati specialty coffee bisa mencobanya di gerai Starbucks yang memiliki tanda R, alias Reserve, termasuk di gerai yang terletak di Jalan Sunset Road No.77 tersebut. 


Dinding dari ukiran batu. (Dok. Femina)
 
Reserve Bar di gerai ini menonjolkan craftmanship Bali. Divisi Store Design – Starbucks menjalankan ide dan eksekusi keseluruhannya selama 2 tahun lebih, menggandeng Makna Creative dari Jakarta untuk penataan beberapa elemen dekoratif.  

Meja bar dari kayu jati didesain seperti lanskap terasering sawah. Melatari bar ini adalah dinding dari ukiran batu mengikuti bentuk botanikal kopi dan motif setempat. Mural kayu Jepara di belakang tangga menampilkan nyaris 10 meter ukiran kayu yang dipahat ke dalam desain-desain simbolik 6 region penghasil kopi di Indonesia. Gerakan ombak pantai-pantai di Bali dituang menjadi motif desain beberapa material interior. Segala karya seniman ini menciptakan mood bak memasuki galeri.  


Reserve Bar sepanjang 13 meter. (Dok. Femina)
 
Direktur PT Sari Coffee Indonesia, Anthony Cottan, sedari awal meyakinkan Kevin untuk mengambil kesempatan menjadikan gerai ini sebagai showcase tentang petani dan seni. Apalagi menurutnya, Bali adalah pintu masuk Indonesia bagi kalangan asing. PT Sari Coffee Indonesia berdiri berkat kemitraan antara Starbucks® Coffee International dan PT Mitra Adiperkasa Tbk, salah satu perusahaan barang-barang bermerek dan department store paling dikenal di negara ini. (f)

Foto cover: Dok. Starbucks (news.starbucks.com/multimedia)

Baca juga: 
MENGAPA MILLENIAL LEBIH SUKA JADI WIRAUSAHA SOSIAL? INI ALASANNYA?
INGIN KEUANGAN BISNIS KECIL ANDA SELALU TERKONTROL??

 

 

Trifitria S. Nuragustina
-
Share This :

Trending

Related Article