Inovasi Produk

Sinergi Musik Lokal dan Brand untuk Raih Pasar

oleh Naomi Jayalaksana

Membangun kedekatan brand dengan konsumen melalui musik (Foto: Dok. Nada Kita)


Industri musik di Indonesia tengah berjalan dalam masa transisi ke dunia digital yang terus berkembang setiap saat. Di saat yang sama beberapa brand produk mengalami tantangan yang sama dalam menjalin kedekatan dengan konsumennya. Memanfaatkan kekuatan bahasa universal musik, aplikasi streaming musik Nada Kita menciptakan Brand Channels.
 
“Kami memiliki pengalaman sukses bagaimana musik menjadi jembatan komunikasi yang interaktif antara brand dengan pelanggannya. Bersamaan dengan itu kami dapat mendukung pertumbuhan industri musik lokal dalam menghadapi tantangan market digital,” jelas Con Raso, Direktur Pelaksana Tuned Global dan pemilik bersama Nada Kita, dalam peluncuran Brand Channels, belum lama ini di Jakarta.
 
Con Raso mengutip hasil penelitian Nielsen yang mengatakan bahwa iklan audio lebih menempel di kepala audiens 24% lebih baik daripada iklan cetak atau baliho sekalipun. Hingga saat ini Nada Kita telah bekerja sama dengan enam perusahaan label rekaman tanah air, seperti Aquarius Musikindo, Musica Studios, MyMusic, Nagaswara, Trinity, dan VMC.
 
Media digital yang terbilang baru ini mendapat sambutan positif dari perusahaan label rekaman, salah satunya Musica. Arus cepat digital tidak hanya menghadapkan mereka pada strategi pemasaran, tapi juga mengubah pendekatan bisnis mereka.
 
“Sekarang ini kami tidak lagi fokus atau mengandalkan pada produksi album, tapi kini kami lebih bermain pada produksi single lagu. Ongkos produksinya lebih murah, dan meningkatkan ketersediaan musik bagi para penggemar,” ungkap Gumilang Ramadhan, Direktur Pelaksana Musica Studios. Ia mengharapkan dalam tiga tahun ke depan kolaborasi ini bisa meningkatkan angka penjualan musik mereka hingga 20-30%.
 
“Dengan aplikasi Nada Kita, seseorang bisa menikmati musik tanpa konsumsi data,” ungkap Muara Sipahutar, Manajer Pemasaran Nada Kita. Sejak diluncurkan di tahun 2005, aplikasi musik streaming Nada Kita telah menembus angka 2 juta pendengar aktif, yaitu mereka yang mendengarkan musik setidaknya 30 menit sehari.
 
Sinergi antara musik lokal dan iklan audio ini memberikan dampak yang cukup signifikan. Iklan audio yang diputar setiap 2 atau 3 lagu ini berhasil meraih 635.000 pendengar. “Dibanding dengan iklan melalui situs daring atau media sosial yang hanya meraih 2% target market, melalui cara ini kami bisa meraih perhatian 13% audiens,” lanjut Muara, tentang hasil studi yang belum lama ini dilakukannya bersama Smartfren. (f)

Baca Juga :

Kiat Berbisnis Sekolah Musik Ala Erwin Gutawa

Di Tengah Kemeriahan Grammy Awards, Industri Lagu Rohani Indonesia Pun Terus Berdetak



 

 

Naomi Jayalaksana
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article