Inovasi Produk

Tip Pebisnis Kuliner: Cara Mudah Menyimpan Daging dan Sayuran Segar

oleh Faunda Liswijayanti

Dok: @joannaboj / unsplash.com


Kualitas bahan makanan yang baik dan segar menjadi kunci sukses bisnis kuliner. Apalagi, konsumen masa kini sangat peduli pada makanan yang sehat dan memiliki kandungan gizi. Untuk menjaga agar bahan makanan seperti sayuran dan daging tetap terjaga kesegarannya, simpan dengan cara yang tepat. Kuncinya, menurut  Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Sc dari jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor adalah bersihkan bahan makanan sebelum diolah, bukan sebelum disimpan. “Karena jika sebaliknya, bahan pangan segar akan bertambah risiko kerusakannya akibat terkontaminasi bakteri pembusuk,” katanya. 

Berikut ini cara terbaik menyimpan bahan sayur dan daging agar tetap terjaga kesegarannya. 

Baca Juga: 
DISTRIBUTOR BERAS DAN SAYURAN ORGANIK?
7 TIP PENYIMPANAN KUE KERING LEBARAN?
BENARKAH DAGING AYAM MENGANDUNG HORMON??


Dok: @danielcgold / unsplash.com


Sayuran
Sayuran termasuk bahan makanan yang mudah rusak. Lakukan beberapa cara berikut ini agar sayuran bisa lebih tahan lama:

1/ Bungkus sayuran segar dengan kertas merang atau plastik berpori. Pada dasarnya, sayuran yang belum dimasak masih bernapas dan mengeluarkan uap air. Membungkus sayuran membuat kelembapannya terjaga, karena uap air dapat leluasa dikeluarkan. Sebelum dibungkus, potong dahulu akar sayuran agar tidak ada Tanah yang menempel dan bisa menjadi sumber pencemaran. 

2/ Siangi dan siapkan sayuran dalam jumlah porsi sekali masak, simpan dalam lemari pendingin. Gunakan lebih dahulu persediaan bahan-bahan yang mudah rusak daripada bahan yang tahan lama. Misalnya, olah lebih dahulu kangkung daripada wortel.

3/ Sayuran dapat bertahan dalam lemari es selama 3-5 hari, tergantung jenisnya. Simpan di rak khusus buah dan sayur, agar tidak mengalami chilling injury atau kerusakan akibat suhu dingin. Penyimpanan tidak pada tempatnya akan berakibat bahan makanan menjadi cepat rusak, busuk, yang akhirnya akan terbuang percuma. Jadi pastikan tempat penyimpanan Anda cukup menampung bahan makanan yang dipakai untuk produksi. 


Dok: @jeztimm / unsplash.com


Daging
Daging segar rentan terkontaminasi bakteri penyebab kerusakan. Kadar air yang tinggi serta kandungan gizi lengkap di dalamnya memang menjadi media ‘lezat’ untuk pertumbuhan mikroba. Karenanya, jangan biarkan daging sapi segar berada di suhu ruang selama lebih dari 2 jam.

1/ Bekukan daging sapi untuk memperpanjang umur simpannya. Sebelumnya, potong-potong daging dalam porsi sekali masak, lalu masukkan ke dalam plastik atau wadah tertutup rapat. Simpan dalam freezer atau lemari es bagian daging (chiller). Tujuannya, agar daging tidak kehilangan nilai gizinya akibat terlalu sering keluar-masuk lemari pendingin. Daging segar yang kemudian dibekukan sebaiknya diolah dalam dua pekan. Sementara itu, daging yang dibeli dalam keadaan beku bisa disimpan hingga satu bulan.

2/ Bila akan dimasak, daging beku harus dicairkan butiran esnya (thawing) terlebih dahulu supaya matangnya merata. Saat thawing, jangan rendam daging beku dalam air, apalagi air panas. Biarkan esnya mencair secara alami dalam suhu ruang. Jika menggunakan microwave, lakukan dengan proses defroz. Dengan cara ini, sari daging tidak banyak yang terbuang. Daging beku yang telah melalui proses pencairan (thawing) harus segera diolah, jangan dibekukan kembali.


Tip Menjaga Kebersihan Kulkas!
Rapikan lemari pendingin dan lemari tempat penyimpan sayuran dan bahan-bahan makanan secara rutin, paling tidak seminggu sekali. Terkadang kita sering lupa pada apa yang kita simpan. Selain sayuran tidak sempat rusak, hal ini juga akan mencegah makanan yang disimpan lewat tanggal kedaluwarsanya. (f)

 

 

Faunda Liswijayanti
-
Share This :

Trending

Related Article