Inovasi Produk

Wisata Halal Harus Ada Syiarnya

oleh Gilang Gumilang
Foto : Pixabay (Masjid Sulaiman - Turki)

Melihat tren syar’i meningkat beberapa tahun silam, maka perusahaan tour and travel Al Malik menangkap hal ini sebagai sebuah peluang besar. “Kami melihat bahwa orang-orang mulai jenuh dengan perjalanan ke Eropa atau negara-negara  yang telah umum menjadi destinasi wisata, sehingga muncul pemikiran untuk membuat paket wisata umroh, trip halal, yang kemudian ditangkap pasar secara positif,” kata salah satu pimpinan di Al Malik, ustadz M. Najmi Fathoni (36).

                Ustadz Najmi mengungkapkan bahwa ada elemen lain yang meningkatkan animo masyarakat pada trip halal ini misalnya kesadaran masyarakat yang makin tinggi untuk urusan ibadah, dan keinginan untuk mendekatkan diri ke segala hal yang berbau agama –termasuk untuk urusan wisata. “Panjangnya antrean jatah ibadah haji juga ikut memengaruhi, sehingga sebagian orang memillih wisata umroh sebagai alternatif,” katamya.

                Berangkat dari beberapa faktor tersebut, Al Malik mencoba mengembangkan trip halal yang benar-benar ‘halal’, di mana semua elemen yang terkait dengan perjalanan haruslah sesuai syar’i dan juga ada unsur syiar Islam-nya.
 
Mengenai Peluang
                 Meski trennya mulai menurun, Al Malik justru mengalami peningkatan signifikan. “Kemampuan untuk melakukan promosi menjadi kunci penting. Trip halal ini harus ada nilai syiarnya, misalnya jangan ada waktu sholat yang tertinggal. Kita mengatur jadwal, sehingga pada saat sholat tertentu, peserta sudah berada di masjid tertentu. Di masjid tersebut, akan ada penjelasan mengenai sejarah dan sebagainya. Jadi, selain menjadi nilai pikat, ada juga proses tarbiyah atau pembelajaran yang pada akhirnya berimbas pada perbaikan karakter seseorang,” kata ustadz Najmi.

            Ternyata, pengondisian ini membuat Al Malik disukai. Promosi berkembang dari mulut ke mulut. Tidak mau berhenti sampai di situ, salah satu karyawan di bagian marketing Al Malik. Suhaimi (37), mengatakan bahwa Al Malik kemudian mengembangkan beragam paket wisata plus
“Sebenarnya paket perjalanannya sama, lokal dan internasional. Tapi kita menambahkan elemen baru, misalnya untuk lokal selain ada paket Wali Songo dan kunjungan ke masjid tertentu, kita juga membuat program terbaru yaitu kunjungan ke kerajaan-kerajaan nusantara. Sementara untuk yang ke luar negeri, ada paket wisata terkait umrah dan haji, yang dikombinasikan dengan kunjungan ke Turki, Maroko, Spanyol, dan beberapa negeri Eropa lainnya,” katanya.

Karena itulah, anak perusahaan Al Malik di daerah, yang memang menyediakan paket perjalanan wisata halal di Indonesia atau lokal area, juga mencatat laba yang signifikan. Bahkan untuk keberangkatan internasional, dalam sebulan, Al Malik yang merupakan agen travel baru, bisa memberangkatkan tiga rombongan travel ke luar negeri.
 
Tantangan Bisnis
            “Tidak semua tempat yang diatangi menyediakan makanan halal,” kata ustadz Najmi. Padahal perusahaan ini sangat memerhatikan faktor makanan, dengan semangat:  halal bahannya, halal prosesnya, dan halal penyajiannya. Mau tidak mau, hal ini berimbas pada meningkatnya budget untuk makanan. Ini menjadi tantangan bisnis di mana Al Malik harus pandai-pandai mencari mitra lokal yang bisa menyediakan makanan halal dengan harga yang tidak terlalu mahal.
            “Ya, jangan sampai, yang disebut makanan halal cuma telur dadar,” katanya.

 

 

Gilang Gumilang
Penulis
Share This :

Trending

Related Article