Keuangan

8 Alasan Bisnis Cake Bisa Runtuh

oleh Trifitria S. Nuragustina

Foto: Dok. Unsplash

Anda yang ingin menekuni bisnis cake karena passion perlu memahami bahwa menangani sisi manajemen dan mempertahankan bisnis tak selalu semanis gula.
 
Kristen Coniaris, cake consultant di Amerika mengumpulkan delapan pandangannya tentang faktor bisnis cake yang bergulung tikar. Dari tidak melakukan market analysis hingga tidak punya catatan pasti akan cost produksi, Kristen mengumpulkannya demi kelanggengan bisnis Anda.

1/ “Saya menemukan terlalu banyak toko roti yang tidak meluangkan waktu untuk menghitung biaya produk. Ini salah satu tugas tersulit tapi paling penting. Kita benar-benar harus tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan agar dapat menjualnya dengan harga yang menguntungkan”.

2/ “Saya terkejut dengan berapa banyak pengusaha roti yang masih menggunakan supermarket untuk membeli bahan dan kemasan. Di toko ritel, Anda membayar ekstra untuk embel-embel marketing dan segala SDM-nya. Potonglah sebanyak mungkin orang-orang menengah dengan perlahan belajar membeli dari distributor”. 

3/ “Sangat sulit untuk meluncurkan bisnis tanpa modal investasi apa pun. Tanpa modal, kita tidak dapat membeli peralatan untuk mencapai efisiensi produksi. Tanpa modal, Anda tidak dapat membeli bahan dan kemasan dalam jumlah besar, yang membantu menurunkan biaya barang”.

4/ “Saya pernah bekerja di toko roti yang membuang segala macam hal. Mereka membuang bagian atas kue mereka, yang bisa digunakan untuk membuat kerak atau crumble atau pops. Mereka membuang buttercream yang dihaluskan dari kue pengantin, yang bisa digunakan untuk membuat isian atau trifle atau sampel. Membuang makanan sama dengan mengosongkan dompet Anda ke tempat sampah”. 

5/ “Terkadang saya bertemu dengan pemilik bisnis yang punya konsep cerdas dan banyak pengalaman. Modal finansialnya juga layak. Tapi, seringkali mereka terlalu menyelam ke dalam branding, merek dagang dan pengemasan satu lini produk yang belum diuji pasar secara luas untuk membenarkan investasi sebesar itu”. 

6/ “Terkadang saya bekerja dengan pemilik toko roti yang memiliki konsep luar biasa, yang juga mereka ketahui cara melaksanakannya, tetapi tidak memperhitungkan demografi lokal mereka. Misalnya mereka ingin membuat kue khusus tetapi pendapatan rata-rata di mana mereka hidup tidak pada tingkat yang cukup tinggi untuk mendukung bisnis semacam itu”. 

7/ “Setelah kita mengubah hobi menjadi pekerjaan, itu menjadi pekerjaan, yang berarti berhenti menjadi sangat menyenangkan! Lakukan dengantarget dan dengan planning. Buang jauh-jauh mood saat bekerja demi menghindari leletnya waktu produksi”. 

8/ “Ide kini bisa dierap dari mana-mana. Terutama saat ini, ketika akses ke internet dipenuhi dengan resep dan gimmicks serta desain. Ikuti industri yang berkembang pesat dan jangan sampai ketinggalan mengikuti kebutuhan pasar". (f)

Baca juga: 

CLAIRE PTAK, PEMBUAT WEDDING CAKE PRINCE HARRY DAN MEGHAN MARKLE BANGUN BISNIS DARI NOL
INI KATA CO-FOUNDER DAGADU JOGJA TENTANG MEMBUAT DESAIN KEMASAN YANG MENARIK

 

Trifitria S. Nuragustina
-
Share This :

Trending

Related Article