Keuangan

Ingin Keuangan Bisnis Kecil Anda Selalu Terkontrol?

oleh Yoseptin Pratiwi

Foto: Pexels
 
Mengetahui status keuangan bisnis adalah cara terbaik yang memungkinkan Anda mengetahui cash flow tetap terjaga. Artinya, Anda bisa menghindar dari ‘jebakan batman’ utang-utang yang tak terlihat, dan tetap memiliki dana segar untuk menjaga kelangsungan dan pengembangan bisnis kecil Anda.
 
Berikut ini tip mengelola keuangan bisnis harian dari Finder.com:
 
1/ Akutansi yang proper. Caranya bisa dengan mempekerjakan staf bagian akutansi atau membeli software akutansi yang memungkinkan Anda bisa menggunakannya dengan mudah. Memiliki pencatatan keuangan yang akurat adalah hal terpenting untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran Anda.
 
2/ Review pengeluaran. Catat semua pengeluaran bisnis hingga ke pengeluaran yang kecil dan tampak remeh-temeh pun. Hal ini akan memungkinkan Anda mengetahui ke mana saja pengeluaran Anda mengalir. Jangan-jangan saat ditotal, pengeluaran yang kecil itu sebetulnya besar juga.
 
3/ Membuat proyeksi. Dengan memiliki proyeksi keuangan yang jelas maka Anda bisa mengantisipasi hal-hal yang mungkin menjadi kendala di masa depan.
 
4/ Jangan kendor soal invoice. Kirim invoice sesegera mungkin setelah Anda mengirimkan barang pesanan atau setelah konsumen menggunakan jasa Anda. Buatlah perjanjian pembayaran maksimal selama 7 hari kemudian untuk menghindari terlupakan. Jangan lupa untuk follow up status invoice yang sudah Anda kirimkan, baik dengan e-mail atau pesan pendek.
 
5/ Pisahkan rekening bisnis dan pribadi. Dengan mencampur uang pribadi dan usaha merupakan resep ketidakjelasan uang yang membuat pusing penghitungan pajak.  Catat juga pemakaian uang perusahaan untuk keperluan pribadi Anda. Juga catat uang pribadi Anda yang dipakai untuk kepentingan perusahaan. Saat bisnis Anda sudah mulai menghasilkan keuntungan, Anda harus mengambil hutang-hutang perusahaan ke Anda terlebih dahulu sebelum menghitung pajaknya.
 
6/ Anda harus dibayar. Hal ini tidak berarti Anda menghisap semua keuntungan bisnis Anda, tapi misalnya bisa dimulai dari per 10 persen terlebih dahulu. Ini adalah langkah yang baik untuk menyisihkan uang secara rutin sekaligus untuk mengetes profit  bisnis Anda. Selain itu, uang yang Anda sisihkan bisa dijadikan safety net untuk kebutuhan tak terduga di kemudian hari.
 
7/ Tetap hidup hemat . Meski Anda sudah menggaji diri sendiri, jagalah jangan menghabiskan semua keuntungan bisnis. Gunakan secukupnya dan seperlunya saja.
 
8/ Pilih akomodasi yang terjangkau. Saat business trip memang melelahkan karena akan banyak meeting, namun saat ke luar kota Anda hanya perlu hotel untuk tidur malam saja bukan? Karena itu, pilih budget hotel saja yang saat ini sudah banyak pilihannya dan nyaman. Jangan menghabiskan banyak pengeluaran untuk akomodasi yang mewah. Karena, hal ini akan menjadi preseden bagi karyawan saat bisnis Anda membesar.
 
9/ Hati-hati saat ekspansi. Pastikan ekspansi Anda kerjakan dengan tidak buru-buru dan sudah dipikirkan dengan bijak. Memaksa memasukkan uang dalam jumlah besar dalam keputusan ekspansi yang mendadak juga sangat berisiko.
 
10/ Lebih baik sewa daripada beli. Dengan menyewa perlengkapan kerja akan menghindarkan Anda dari maintenance costs dan melindungi Anda dari membeli perlengkapan mahal yang hanya digunakan sekali saja. Bahkan untuk ruangan kantor pun bila Anda menyewa maka akan lebih mudah saat melakukan ekspansi.
 
11/ Jangan terlalu lama mikir untuk berani berhutang. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah Anda menunggu hingga keuangan usaha Anda bermasalah untuk kemudian berhutang. Karena saat keuangan tidak baik, seharusnya bukan waktu yang tepat untuk menerima pembiyaan dari pihak lain. Pikirkan untuk mengajukan pinjaman saat keuangan bisnis Anda sedang baik, dan gunakan pinjaman itu untuk ekspansi katimbang meminjam untuk menyelamatkan kondisi keuangan.
 
12/ Memiliki kapital yang cukup. Bisnis kecil cenderung tidak memiliki kapital yang cukup untuk membawanya melewati fase start-up. Untuk mengatasi hal ini, miliki 3 bulan biaya usaha plus jumlah yang Anda akan habiskan untuk menjalankan usaha selama 3 bulan. (f)

Baca Juga:
Tip Menghitung Gaji Owner Untuk Bisnis UKM
Agar Keuangan Usaha Tetap Sehat, Ini 4 Tip yang Perlu Diketahui Pemilik Usaha

 
 

 

Yoseptin Pratiwi
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article