Keuangan

Laporan Keuangan: Saat Terjadi Kegagalan Pengiriman Barang Ke Konsumen, Harus Dicatat Di Mana?

oleh Yoseptin Pratiwi

Foto: Pixabay

Erniyanti, pengusaha sambal kemasan, memasarkan produknya secara online. Karena itu, pembelinya pun banyak dari luar kota. Namun, ia mengalami kejadian pengiriman barang ke luar kota ternyata kurirnya salah alamat sehingga ia harus mengirimkan produk lagi kepada pelanggannya. “Bagaimana dengan pencatatan keuangan untuk biaya produksi dan pengiriman ulang ini?” Erniyanti bertanya.
 
Menurut Weddy Irsan, Head of SME New Business, Commonwealth Bank yang menjadi pembicara Wise Financial Module dalam roadshow Wise Women Entrepreneur Masterclass kerjasama komunitas Wanita Wirausaha Femina, Commonwealth Bank dan Mastercard Centre for Inclusive Growth, hal pertama yang perlu diperhatikan oleh Erniyanti dalam pencatatan transaksi adalah jangan menghitung laba-rugi terlebih dahulu. Di atas kertas, kesalahan pengiriman itu bisa merugikan merugikan.
 
“Tugas pertama adalah mencatat dulu, biaya dua kali produksi dan dua kali pengiriman. Ada baiknya dalam pencatatan itu ada keterangan kalau pengiriman ulang karena pengiriman sebelumnya gagal,” kata Weddy.
 
Pencatatan masuk ke biaya pokok untuk pembelian bahan sambal, biaya rutin untuk produksi seperti listrik dan gas dan biaya pengiriman. “Untuk bahan-bahan sambal mungkin nilai nominalnya bisa sama antara pengiriman pertama dan kedua, tapi untuk biaya rutin seperti listrik atau gas di pengiriman kedua bisa dicatat setengah dari yang pertama,” saran Weddy. (f)
 
Baca Juga:
Laporan Keuangan: Pengobatan Untuk Karyawan Sakit, Harus Dicatat Di Mana?
Wise Women Medan: Buat Laporan Keuangan Usaha Secara Sederhana

 

Yoseptin Pratiwi
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article