Kewirausahaan

6 Hal Penting Untuk Menentapkan Harga Produk Fashion Ready to Wear Menurut Desainer Gloria Agatha

oleh Wanita Wirausaha Femina
Foto: Pixabay


Dalam memasarkan produk fashion, terutama busana ready to wear, penentuan harga jual memegang peranan sangat penting. Apalagi, konsumen ready to wear tergolong price sensitive, yang berarti perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh harga jual produk. Pengetahuan bisnis ini perlu dipahami oleh tiap calon desainer. Kemampuan menghitung biaya produksi secara cermat, laba rugi, dan membaca situasi pasar.

Tip Gloria Agatha: Masukkan Pengeluaran Ini untuk Menghitung Harga Jual

1/ Material: Harga total seluruh bahan yang digunakan dalam satu potong busana.
 
2/ Ongkos produksi: Biaya yang dikeluarkan untuk membayar penjahit.
 
3/ Aksesori: Harga pernak-pernik atau detail yang menghiasi baju yang didesain, seperti kancing, pita, manik-manik, dan lain-lain.
 
4/ Tags: Ongkos membuat label atau tag identitas merek yang menempel pada tiap potong baju. Tags ada banyak macamnya: swing tags, label tags, care tags.
 
5/ Kemasan: Harga amplop, boks, hingga kertas pembungkus.
 
6/ Ide/kreatif/konsep: Harga ide atau kreatif atau konsep merupakan harga untuk ide-ide yang telah dikeluarkan si desainer dalam mendesain sebuah rancangan. Harga ini nantinya akan menjadi laba penjualan. Dalam menentukan harga ide itu sendiri tidak ada perhitungan pasti. Bisa Rp20.000, bisa juga Rp100.000 dan seterusnya. Semuanya kembali dari keputusan desainernya. (f)

Baca Juga:
5 Cara Menentukan Harga Jual Produk Fashion, Desainer Pemula Wajib Tahu
Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Menetapkan Harga Produk

 

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article