Kewirausahaan

Dongkrak Bisnis Dengan Fokus Pada Human Capital

oleh Naomi Jayalaksana

Roshni Mehtani berbagi tentang pentingnya membangun budaya kerja yang saling dukung dan memanusiakan manusia. (Foto: Dok. Endeavor Indonesia)


“Ketika kita bicara soal kesuksesan, kita tidak sedang bicara soal sukses perusahaan,” ungkap Azran Osman-Rani, mantan CEO Air Asia X, saat membagikan inspirasi bisnisnya di Konferensi Scale-Up Asia 2018, “50 Shades of Scale-Up”, 28 Maret lalu, di The Hall Ballroom, Senaya City, Jakarta. Menurutnya, sukses versi perusahaan belum tentu menyentuh hingga ke lapisan terbawah dari seluruh unsur yang ikut dalam prosesnya.

Pria yang berhasil mendorong bisnis AirAsia menjadi bisnis bernilai 1 miliar dolar AS ini menemukan formula sukses yang berbeda. Caranya, dengan membangun hubungan keterikatan dengan komunitas melalui benefit yang dibawa oleh bisnis mereka. Dari sinilah Founder Tune Air Sdn.Bhd, Tony Fernandes muncul dengan ide ‘Now everyone can fly’. Visi murni yang membawa manfaat bagi komunitas ini yang menurut Azran mampu menggerakkan setiap unsur di dalam perusahaan untuk mengarahkan fokus dan upaya terbaik mereka. Sehingga, sukses yang teraih menjadi sukses yang tidak hanya dirasakan oleh komunitas/konsumen, tapi juga oleh seluruh lapisan dalam perusahaan tersebut.

Cara pandang membangun bisnis yang tidak melulu terfokus pada tujuan profit ini pula yang berhasil menggerakkan bisnis start-up digital yang dibangun Irzan Raditya (26), CEO & Co-Founder KataAI saat berbicara di kesempatan yang sama. “Purpose atau tujuan yang paling krusial dalam membangun bisnis bukanlah produk atau profit, tapi people first,” tekan Irzan.

Menurutnya, mengembangkan industri teknologi digital tidak hanya memfokuskan pada membuat program atau apps tercanggih. Tetapi, bagaimana mengelola manusia. “Ketika suatu perusahaan bisa memperlakukan pekerjanya dengan baik, tanpa diminta orang akan berkomitmen untuk melangkah dengan tujuan yang dimiliki perusahaan tersebut. Mereka akan memberikan hasil kerja terbaik mereka,” lanjut pria yang menghubungkan brand dan konsumen melalui platform messaging yang menggunakan chatbot berbahasa Indonesia itu.

Pendekatan “people first” ini pula yang menjadi fokus Roshni Mahtani, saat menjalankan Tickled Media, perusahaan media yang berjalan di platform digital. Natal lalu, ia memberikan kado berupa papan kolom mingguan hingga usia mereka 77 tahun. Setiap minggunya, para karyawan akan mewarnai satu kolom. Warna merah jika mereka mengalami minggu yang buruk, dan warna hijau jika menyenangkan. Karena papan itu dipampang di setiap meja kerja, maka setiap orang bisa memahami situasi yang sedang dialami oleh rekan kerja lainnya.

"Dengan cara ini, kita bisa saling memperhatikan, atau menawarkan bantuan apapun yang bisa meringankan kesusahan rekan kita yang sedang mengalami minggu-minggu yang berat. Apalagi di tengah kompleksitas kehidupan profesional dan pribadi," ungkap Roshni. Budaya kerja yang memahami dan menghargai sumber daya manusia sebagai makhluk pribadi ini terbukti sukses mendorong bisnis media digital miliknya yang kini telah berhasil meraih 12 juta audiens wanita, dengan target 25 juta di tahun depan.

Scale-Up Asia merupakan salah satu bagian dari program High-Impact Entrepreneurship dari Endeavor, sebuah gerakan untuk menumbuhkan ekosistem wirausaha di Indonesia ke arah yang positif. Salah satunya, yang berlangsung secara pararel dengan konferensi adalah melalui Scale-Up Clinic yang menghadirkan tiga puluhan mentor yang siap membantu para pengusaha di berbagai topik spesifik, mulai dari membangun brand hingga memasarkan produk. (f)

 

Naomi Jayalaksana
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article