Kewirausahaan

Dua Chef Ini Ciptakan Market Baru untuk Hidangan Lombok

oleh Trifitria S. Nuragustina
 
Irawan Wahyudi dan Chandra Gunawan. (Dok. Femina)


Kedai kopi atau toko pastry terkadang menjadi pilihan cepat bagi mereka yang ingin menerjuni restoran. Pangsa pasarnya ada dan teruji, dengan produk yang telah dipahami.
 
Lain cerita dengan kakak-beradik Irawan Wahyudi dan Chandra Gunawan yang justru membuka Putera Lombok, sebuah tempat makan penyaji hidangan Lombok yang belum banyak dikenal orang. Sebuah penyegaran yang datang bersamaan dengan sejumlah chef lainnya yang juga berani memperkenalkan makanan etnik selagi tren kuliner lokal tengah menghangat. 
 
Di lokasi terbaru Putera Lombok di Alam Sutera, tamu kantoran dalam kelompok besar terus datang mengalir. Tempatnya memikat. Tegel gaya lawas dan furnitur kayu dikemas dalam desain keseluruhan yang terasa masa kini. “Kami ingin pengunjung merasa nyaman,” buka chef Irawan.
 
Lokasi lainnya berada di Bintaro dan di Lombok. Cabang Lombok dibangun di Roemah Langko di ruas jalan utama Langko. Tempat yang dulunya lokasi dansa orang Belanda ini sukses direnovasi menjadi restoran, meeting room, dan toko oleh-oleh yang banyak dikunjungi petinggi, termasuk Presiden RI Joko Widodo.

Baca juga bagaimana chef Andrian Ishak mengolah rasa Indonesia ke dalam konsep fun-dining di Namaaz

Hidangannya terjaga autentik, mengandalkan bahan-bahan kiriman dari daerah asalnya. Salah satunya hidangan Plecing kangkungnya yang memakai kangkung yang dikirim dari Lombok.

Ukuran batang kangkung ini besar dan warnanya tetap cerah usai direbus. Tangkainya panjang, dengan sedikit daun. Karenanya, plecing kangkung yang asli didominasi tangkai kangkung, yang disuwir menjadi dua bagian. Cabainya juga dipasok dari Lombok.
 
“Pedas dan wanginya beda. Cabai yang kita kenal sejak kecil ya cabai ini, makanya enggak bisa digantikan,” ujar Chandra. Ia mengaku bahwa cost mendatangkan bahan-bahan ini tidak sedikit. Namun, demi reputasi baik yang sustainable, pengeluaran ini tak dikurangi-kurangi. Bagaimanapun, makanan adalah produk utama yang ditonjolkan restoran ini. 
 
Irawan dan Chandra menggunakan resep yang telah lolos uji kerabat. Mereka juga bergilir mengawasi dapur Jakarta dan Lombok. Kualitas dijaga, karena mereka tak ingin makanan yang masih terbilang baru ini mengecewakan siapapun yang telah menjatahkan waktunya untuk datang mencoba.

Seorang praktisi humas berdarah Jawa-Lombok mengaku penggemar berat ayam taliwang Putera Lombok. “Satai rembiga-nya juga enak. Enggak perlu lagi minta kiriman dari tante di Lombok, ha… ha… ha…,” ujarnya.
 
Walau tren sedang melebarkan potensi menjual makanan asing, keduanya belum tergoda keluar dari jalur tradisional. “At the end of the day, semua kembali ke selera asal,” ujar Chandra, yakin. (f)

Baca juga: 
Download: Untuk Para Pebisnis Kuliner, E-Book Food Safety, Memastikan Makanan Aman Dikonsumsi
Cara Menciptakan Foto Makanan yang Menggoda
 

 

Trifitria S. Nuragustina
-
Share This :

Trending

Related Article