Kewirausahaan

Kiat Mencari Mitra Bisnis: Pilih yang Bisa Mengelola Emosi

oleh Wanita Wirausaha Femina

Foto: 123RF
 
Sama seperti memilih jodoh, yang tidak bisa hanya sekadar tampan atau kaya, dalam memilih partner bisnis pun Anda tidak bisa memilih hanya berdasarkan kedekatan hubungan atau besarnya modal yang ia miliki. Tidak semua orang bisa menjadi partner bisnis yang baik. Ada yang cocok sebagai teman atau pasangan, tapi tidak klik sebagai teman usaha. Keliru dalam  memilih rekan bisnis akan menuai masalah di belakang hari. Lantas, bagaimana memilih partner bisnis yang tepat? Simak pengalaman Helga Angelina Tjahjadi (26), pemilik Burgreens, dan Farah Spears (35), pemilik Spa & Beyond, dalam memilih partner bisnis mereka.
 
Memiliki partner yang punya perhatian terhadap usaha Anda sebanyak yang Anda lakukan, juga penting. Partner yang baik adalah mau menanggung suka dan duka bersama, mau bekerja keras, tidak pergi saat mengalami kesulitan.

“Mengembangkan start up memang tidak langsung mulus. Ada begitu banyak pekerjaan yang mesti dilakukan. Dua tahun pertama, saya dan suami tidak punya waktu libur, full tujuh hari dalam seminggu. Awal-awal bulan, restoran kerap tidak ada pengunjung, tapi kami tetap tekun. Perlahan tapi pasti, masyarakat mulai mengenal kami dan memiliki pelanggan,” ujar Helga.  

Baca juga:
Kiat Mencari Mitra Bisnis: Pilih yang Bisa Mengelola Emosi
Kiat Mencari Mitra Bisnis: Temukan Kesamaan Visi dan Minat

Saat ini Burgreens sudah ada di kawasan Tebet, Dharmawangsa, dan Bintaro, Jakarta Selatan. “Namun, cabang Bintaro pada bulan Maret mendatang akan kami pindahkan ke SCBD. Rencananya, kami juga akan membuka dua cabang Burgreens akhir tahun 2017,” imbuh Helga.


Foto: Max & Helga

Salah satu tantangan dari memiliki partner bisnis adalah mengenyampingkan ego untuk kepentingan yang lebih besar. “Sukanya memiliki partner, tugas-tugas saya menjadi lebih ringan. Ketika mempunyai masalah, ada yang bantu memikirkan untuk mencari jalan keluar dari point of view yang berbeda,” katanya.
Di sisi lain, memiliki partner juga harus siap untuk berlapang dada ketika kepentingan pribadi Anda harus dikesampingkan demi kepentingan bisnis.

“Mengelola emosi itu perlu. Bila kita tidak sepakat dengan partner, enggak bisa langsung marah-marah. Bila terjadi masalah, dibicarakan lagi masalahnya apa. Jangan saling menyalahkan. Namanya juga berpartner, apa pun yang terjadi harus ditanggung bersama. Tidak bisa salah satu lepas tangan,” saran Helga.


Foto: Farah & Partner

Membangun bisnis bersama partner juga membutuhkan kedewasaan. “Sumber keributan saya dan partner biasanya hal-hal kecil, misalnya saya merasa dia tidak ada saat saya membutuhkan dirinya. Begitu juga sebaliknya. Biasanya, kalau salah satu di antara kami sedang kesal atau mempunyai masalah, kami membiarkan salah satu dari kami untuk menjauh selama beberapa saat hingga emosi reda. Setelah itu, baru kami bertemu dan diskusi lagi apa yang membuat tidak sreg,” ucap Farah. (f)


Ika Nurul Syifa

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article