Kewirausahaan

Membaca Peluang Bisnis Menguntungkan di Apartemen

oleh Citra Narada Putri

Dok. Jimmy Chang / Unsplash

Banyak orang memilih tinggal di apartemen karena alasan kepraktisan. Dan dengan semakin banyak berkembangnya properti hunian apartemen, juga semakin banyak tumbuhnya bisnis-bisnis yang dilakukan di hunian vertikal ini.
 
Menurut I Putu Surya Negara, konsultan bisnis dari Access One Indonesia menyatakan bahwa kunci sukses berbisnis di apartemen adalah harga yang ditawarkan harus lebih murah dari harga mal. Karena peluang bisnis di area apartemen terbilang menguntungkan karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuninya, seperti penyedia jasa laundry, rumah makan, dan minimarket.
 
I Putu Surya menyarankan, sebelum masuk ke sana, ada baiknya melakukan riset. "Cari tahu profil umum penghuninya. Yang paling bisa kita lihat adalah harga unitnya. Lalu cari tahu bisnis yang sudah beroperasi di sana. Dengan begitu, kita jadi tahu keinginan dan kebutuhan para penghuni. Kalau apartemen tersebut baru akan dibangun, Anda bisa mencari tahu dengan berbincang dengan staf sales atau calon penghuni yang datang," kata I Putu Surya.
            
Menurutnya, untuk memperluas segmen hingga ke luar lingkungan apartemen agak sulit, karena apartemen adalah lingkungan eksklusif. Kalaupun ingin memperluas pasar, bisa dengan layanan delivery order untuk melayani pesanan di lingkungan sekitar apartemen. Selain itu, bila apartemen berada di lokasi strategis, bisa dipikirkan bisnis secondary, seperti kedai kopi atau salon.

Dibandingkan mal, membuka bisnis di apartemen harus jeli membaca segmen. "Mal mengandalkan traffic, segmennya beragam, sewanya juga lebih mahal, dan persaingannya tinggi. Jadi, harus kuat diferensiasinya. Sementara apartemen, biasanya kebutuhannya basic saja. Kalau bisnisnya rumah makan, tuntutannya adalah enak, kenyang, dan murah. Kalau ada pesaing, kreativitas barulah dibutuhkan," jelasnya lagi.

Keuntungan lain, di apartemen, kalau sudah ada satu bisnis, jarang orang mau membuka bisnis yang sama. Tapi I Putu Surya menjelaskan, ada tuntutan di apartemen, yakni harga harus lebih murah dibanding mal, karena di mal ada unsur lifestyle. Walau sama-sama salon dari franchise yang sama, misalnya, harga di apartemen harus lebih murah.

Promosi tetap diperlukan di saat awal. Misalnya, membuat brosur, memasang pengumuman di media penghuni, dan memberikan diskon. "Biarkan penghuni merasakan dulu. Yang tak kalah penting adalah memilih bisnis yang sesuai passion. Jadi, kalau Anda buka rumah makan, Anda tak terlalu kecewa kalau ternyata kurang laris, karena paling tidak Anda sudah menyalurkan hobi Anda memasak," sarannya. 


Baca Juga :
7 TIP MEMASARKAN BISNIS SECARA EFEKTIF DI PAMERAN DAGANG
PEBISNIS UKM, WAJIB PUNYA DANA DARURAT. UNTUK APA?
3 KESALAHAN MENJALIN NETWORKING YANG KERAP DILAKUKAN PEBISNIS

 

 

Citra Narada Putri
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article