Kewirausahaan

Menjadi Power Negotiator

oleh Gilang Gumilang

Salah satu hal yang mesti Anda kuasai dalam berbisnis adalah seni negosiasi. Tujuan dari negoisasi adalah win win solution atau bagaimana semua pihak merasa menang dan puas. Ini penting sekali, agar Anda dan lawan meninggalkan meja perundingan sebagai mitra, bukan musuh.  
Dalam buku bisnis Seni Negoisasi, Seni Canggih Untuk Melejitkan Kesuksesan Anda, Roger Dawson, mengilustrasikan bahwa untuk menjadi seorang power negoitator atau katakanlah, ahli negoisasi yang andal, Anda mesti memiliki karakteristik personal seperti ini:

1. Keberanian untuk menggali lebih banyak informasi.
Informasi adalah kekuatan. Semakin banyak Anda mendapatkan informasi maka semakin besar peluang untuk menang. Jika dua negara berperang, negara yang memiliki informasi lebih banyak mengenai pihak lawan maka biasanya negara itulah yang menang.
Jadi jangan takut mengakui diri bahwa Anda tidak tahu, dan bertanyalah.

2, Kesabaran untuk bertahan lebih lama daripada negosiator lawan.
Seorang negosiator yang baik bukanlah orang yang berbicara keras dan berwajah tegang, melainkan mereka yang sangat sabar yang tidak akan membiarkan tekanan waktu menggiring mereka sampai membuat suatu kesepakatan yang bukan merupakan kepentingan terbaik bagi setiap pihak.

3. Keberanian untuk meminta lebih daripada yang Anda harapkan.
Henry Kissinger berkata,”Efektivitas konferensi tergantung pada pernyataan tuntutan seseorang.” Kadang-kadang kita kurang berani karena takut diejek. Anda harus selalu menyatakan posisi kemungkinan maksimum yang dapat Anda terima.

4. Integritas untuk mencapai win win solution.
Jujur dan tulus adalah cara untuk bernegoisasi. Terkadang muncul kesempatan di air keruh terhadap pihak lawan yang lemah. Namun, mengedepankan win win solution di saat pihak lawan lemah, justru baik untuk sesuatu di masa depan.

5. Kesediaan untuk menjadi pendengar yang baik.
Bill Richardson, mantan duta PBB saat ditanya majalah Fortune mengenai syarat menjadi negosiator ulung adalah,”Anda harus menjadi seorang pendengar yang baik. Anda harus menghargai sudut pandang pihak lawan, harus mengetahui mengapa pihak lawan melakukan hal yang demikian.”
 
 

 

Gilang Gumilang
Penulis
Share This :

Trending

Related Article