Kewirausahaan

Untung Menggigit Bisnis Bekal Anak Sekolah

oleh Naomi Jayalaksana

Foto: Pixabay

Siapa yang tidak gemas ingin segera menyantap sekotak bekal makanan berbentuk karakter favorit anak-anak? Ada peluang besar dan menjanjikan di balik sekotak bekal makanan tadi! Terutama di kota-kota besar, di mana pasangan suami-istri bekerja tak punya cukup waktu untuk menyiapkan bekal makanan sehat bagi anak-anak mereka di sekolah. Tiga pengusaha bekal anak sekolah berbagi tip sukses untuk Anda.
 
Modal Imajinasi

”Anak itu imajinasinya tinggi, dan mereka senang membawanya ke dunia nyata. Memindahkan karakter-karakter kartun favorit mereka ke kotak makanan akan membuat mereka antusias untuk menyantapnya,” ungkap Pristina (Pristy) Charmaine Gosana, pemilik Little House Bento (34), tentang strateginya menghadapi si picky eater.
 
Agar sajiannya menarik Pristy menerapkan seni kyarabento. Seni asal jepang ini
menyajikan sekotak bekal makanan dengan dekorasi berbagai karakter lucu menggugah selera. Dengan cara ini, nasi atau roti dibentuk dan dihias menjadi berbagai karakter lucu. Sayuran ’disulap’ menjadi bunga-bungaan warna-warni.
 
Imajinasi juga berlaku untuk menyamarkan tampilan sayur mayur yang sering mengintimidasi anak dalam kreasi menu penggugah selera. Mayoni Mahardhika (31), pemilik MayoNice punya alternatif sehat sayuran crispy, mulai dari brokoli sampai kembang kol. Warna hijau bayam yang ’mengintimidasi’ anak, juga bisa ’disamarkan’ dalam resep omelet yang lezat. Nasi pun lebih menarik dam bercita rasa dalam warna hijau atau merah yang dibuat dari jus sayuran bayam, sawi, bit, atau stroberi.
 
Bukan Bisnis Mahal

Bisnis bekal anak ini juga tidak membutuhkan modal awal yang besar. Paling hanya untuk pembelian bahan-bahan masakan. Bagi bisnis kyaraben Pristy, yang lumayan mahal adalah pembelian kemasan food grade berlisensi dari Jepang yang masih harus diimpor dari Malaysia. Hal ini diakalinya dari penyesuaian harga per paket makanan.
 
”Selanjutnya, sekitar 10 persen dari harga jual ini saya investasikan untuk mengganti alat memasak dan alat-alat khusus seni kyaraben untuk mendekorasi makanan,” lanjut Pristy.
 
Sementara itu, Mayoni hanya mengawali bisnis dengan Rp500.000. Itu pun untuk membeli bahan-bahan saja. ”Peralatan memasak cukup mengandalkan yang sudah saya miliki, dan bisa ditambah sembari jalan,” ungkap Mayoni, yang telah menjalankan bisnis katering MayoNice sejak 2011 di Sidoarjo, Jawa Timur.
 
Utamakan Kesehatan

Menyadari pentingnya asupan sehat untuk anak, My Meal Catering tidak memakai pewarna, pengawet, atau MSG dalam makanan olahannya. Sebagai pengganti MSG, mereka menggunakan racikan jamur dan sayuran yang dalam takaran tertentu bisa memberikan rasa gurih. ”Tanpa mereka sadari, di saat yang sama, anak-anak juga telah mengonsumsi serat dari sayuran itu,” ungkap Miartadi (31), General Manager My Meal Catering.
 
Cara memasak yang benar juga menjadi perhatian. Untuk yang satu ini, My Meal khusus mempekerjakan para chef profesional, yang sebagian besar pernah bekerja di hotel-hotel besar ibu kota. Sehingga, ada penyatuan ilmu kuliner dan gizi. Misalnya, penggunaan olive oil yang kurang tepat. Sebab, dalam panas tinggi (di atas 70 derajat celcius) olive oil yang sehat akan berubah menjadi lemak jahat.
 
Begitupun saat berurusan dengan makanan berjenis bento, seperti kyaraben yang dibuat oleh Pristy. Makanan boks ala Jepang ini tidak asal lucu, tapi secara tradisi di dalamnya harus terdiri atas lima jenis nutrisi yang diwakili dalam warna berbeda, yaitu putih, hitam, merah, hijau, dan kuning.
 
”Warna-warni ini sebenarnya mewakili jenis nutrisi yang ada dalam piramida makanan, yaitu karbohidrat, protein, dan sayuran. Dan sayuran, menjadi bahan utama dekorasi saya. Warna merah bisa diambil dari wortel atau tomat, hijau dari brokoli, nori, atau sawi. Warna kuning dari telur dadar, dan warna hitam dari taburan wijen hitam di atas nasi,” papar Pristy.
 
Gunakan Peralatan Masak Standar

Pergunakan perkakas masak yang digunakan telah memenuhi persyaratan keamanan Hazard Critical Control Point (HACCP). Misalnya, dengan mengganti peralatan masak teflon yang mengandung zat karsinogenik dengan yang terbuat dari stainless steel berkadar 360 persen. Perkakas ini tahan lama, dan bisa menjadi investasi seumur hidup. Sehingga Anda mengirit ongkos produks
 
Jalin Komunikasi Dengan Pelanggan Cilik Anda

Jangan karena usia mereka masih anak-anak, kita mengabaikan pendapat mereka sebagai konsumen. Dengan cara ini, tugas kita juga lebih mudah, karena kita tahu apa yang mereka inginkan tanpa repot menebak-benak
 
Pentingnya Logo

Logo menjadi alat yang penting untuk meningkatkan branding produk yang kita jual. Pilih logo yang catchy dengan desain tidak terlalu rumit  agar lebih menarik, mudah diingat dan mengikuti zaman.
 
Harus Punya Nilai Lebih

Masalah seperti kualitas makanan dan ketepatan waktu adalah dua hal utama yang harus menjadi perhatian. ”Jadi, harus tahu benar urutan prioritasnya, mulai dari memasak, sampai mencetak nasi, dan menempel ornamen agar sayur-sayuran tidak layu, atau makanan tidak basi. Standar waktunya, untuk pesanan 25 boks, dalam waktu 8 jam harus sudah selesai dan dikirim dengan armada motor,” lanjut Pristy yang setiap tahun omzetnya naik 15%.
 
Nilai plus yang berbeda ditawarkan juga oleh My Meal Catering. Demi memenuhi kebutuhan nutrisi secara tepat, maka calon pelanggan diminta untuk mengisi kuesioner secara online di situs mereka mymealcatering.com. Beberapa pertanyaannya, menyangkut kesehatan pribadi calon pelanggan, seperti riwayat penyakit, alergi, hingga jenis obat-obatan dan vitaman yang pernah atau masih dikonsumsi. Sehingga menu yang dirancang tidak kontra produktif dengan treatment medis, atau kesehatan anak secara umum.
 
Mirip dengan pendekatan yang dilakukan My Meal, dalam menjalankan usaha Catering Anak Sehat, Mayoni tidak pelit berbagi ilmu. Ia sering memberikan presentasi tentang nutrisi dan kesehatan, termasuk tip memasak dan menyusun menu sehat bagi guru, murid, dan orang tua mereka secara gratis. ”Kegiatan ini secara sendirinya berhasil mendongkrak bisnis saya. Sehingga, dana untuk mencetak brosur saya alihkan untuk membuat pelatihan ringan tentang menyusun menu sehat untuk anak-anak,” ungkap Mayoni. (f)
 

 

Naomi Jayalaksana
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article