Kewirausahaan

Yoris Sebastian: Menjadi Kreatif Artinya Harus Berani Ambil Risiko

oleh Yoseptin Pratiwi

Foto: Pixabay

Definisi kreativitas itu sederhana saja, yaitu sikap dan pemikiran yang selalu berbeda, thinking outside the box. Semua orang menurut Yoris Sebastian, praktisi industri kreatif, dilahirkan kreatif. Seseorang menjadi tidak kreatif, bukan karena malas, tapi lebih karena alasan takut. Entah takut salah atau takut mengambil risiko dengan berbuat sesuatu yang tidak lazim.
 
“Pengajaran di sekolah menunjukkan bahwa kalau kita mau dapat nilai 100, maka salahnya harus 0. Itu terus yang di benak kita. Akhirnya membuat kita takut salah. Dan berusaha bermain dalam aturan saja,” ujar Yoris. “Untuk apa berpikir kreatif,  toh yang akan disetujui pasti yang biasa-biasa saja,” lanjutnya. 
 
Tapi seorang pengusaha tak bisa berpikir seperti ini. Ide kreatif menjadi nyawa bagi usahanya. Ide kreatif memang bukan sesuatu yang muncul dari langit. Jangan kecil hari juga karena merasa tidak berbakat kreatif. Anda harus melatih dan mencarinya.
 
Soal rasa takut itu menurut  Yoris wajar dimiliki semua orang. Apalagi jika bicara soal usaha. Karena bisa jadi menyangkut uang yang jumlahnya bisa jadi tidak sedikit. Belum lagi, meninggalkan karier di kantor yang sudah memiliki jenjang dan gaji yang bagus, itu juga tidak mudah.
 
Yoris mengakui, dulu dirinya pun sempat tidak berani membuka usaha sendiri, meski hatinya sudah merasa terpanggil untuk menjadi pengusaha. “Keluarga saya tak ada yang menjadi pengusaha. Bapak saya dulu nyaris jadi pengusaha, tapi karena kerepotan mengurusnya atau bangkrut, akhirnya, bekerja lagi dengan orang lain. Waktu sekolah saya pernah ingin coba-coba jadi penjual kaos, tapi  malah dimarahin karena sekolah bukan lingkungan untuk berjualan,” ujar Yoris mengungkapkan kegentarannya.
 
Tapi, dia antara ketakutannya, ia memiliki keyakinan untuk memulai, mengambil risiko. Untuk itu, di antara kesibukannya bekerja, ia selalu menyempatkan diri rajin mengikuti berbagai seminar usaha. Ia pun rajin bertanya dengan beragam pengusaha yang sudah sukses menjalankan usahanya. Dari situ, ia terus memupuk keyakinan.
 
“Pada akhirnya, orang yang kreatif tidak boleh takut salah atau takut kepada risiko. Tapi, kita harus menghitung risiko dari hal-hal yang tak biasa. Dan selanjutnya: I will take the risk,” kata Yoris menegaskan. (f)
 
 

 

Yoseptin Pratiwi
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article