Kisah Sukses

5 Kiat Achmad Zaky Membawa Bukalapak Jadi Unicorn Startup dengan Valuasi Triliunan Rupiah

oleh Faunda Liswijayanti

Dok. Instagram @achmadzaky

Di masa mendatang, tantangan besar bagi generasi muda untuk tidak bergantung pada pekerjaan yang ada. Dengan bonus demografi yang akan didapat Indonesia beberapa tahun ke depan, maka generasi muda perlu melek dan lincah mencari mengembangkan industri yang justru akan menciptakan lapangan kerja baru.
 
Perubahan tantangan pekerjaan di masa depan, menurut Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak Indonesia dapat di atasi dengan Inovasi, melek terhadap perkembangan teknologi informasi, hingga menciptakan peluang kerja.
 
Ketika mendirikan Bukalapak 2010 lalu, sebagai aplikasi mobile dan website jual beli online dari konsumen ke konsumen, Zaky memulainya dengan semangat membantu pengusaha kecil dan menengah di Indonesia. Dari sebuah rumah indekos, bersama partner-nya Nugroho Herucahyono, mereka bergerilya meyakinkan para UKM untuk bergabung di Bukalapak satu demi satu.
 
Saat ini Bukalapak telah memiliki anggota komunitas yang tersebar di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia dengan lebih dari dua juta Pelapak. Tahun 2016 lalu, Bukalapak menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai bentuk penghargaan sekaligus teladan bagi orang lain.
 
Pencapaian besar telah dilakukan Achmad Zaky untuk membesarkan Bukalapak hingga menjadi unicorn startup ke empat di Indonesia, setelah Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia. Istilah Unicorn sendiri merujuk pada startup dengan valuasi mencapai 1 miliar dollar AS atau setara Rp14,2 triliun.
 
Dari panggung acara 2018 Youth Town Hall bertema The Future of Work yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1/4), Achmad Zaky memaparkan kiatnya membesarkan Bukalapak. Ini lima kiatnya yang bisa menginspirasi Anda. 
1/ Adaptif terhadap perkembangan yang terjadi, baik di dalam negeri maupun global. Sehingga bisa menciptakan peluang usaha yang lebih kreatif dan menjawab kebutuhan masyarakat.

2/ Dalam membangun startup perhatikan dampak positif yang dapat diberikan kepada masyarakat, bukan sekedar uang atau keuntungan semata. “Saya membangun Bukalapak 8 tahun yang lalu, saya berpikir apa yang bisa saya berikan dalam bisnis saya. Memang betul perusahaan kita harus untung, tapi akan lebih baik jika perusahaan yang kita bangun dapat berguna bagi masyarakat,” katanya.

3/ Mengembangkan jiwa sociopreneurshipdengan dua langkah yaitu sensitivitas terhadap problem sekitar sebagai tanggung jawab sosial dan keteguhan sikap untuk mengubahnya.

4/ Berlatih mengatasi tantangan guna menghadirkan solusi yang impactful bagi seluruh kalangan masyarakat.

5/ Aset terbesar perusahaan adalah karyawan. Sehingga karyawan harus diberikan perhatian khusus agar mereka bisa berinovasi bagi perusahaan. Karyawan yang baik tidak hanya memiliki skill, namun juga harus memiliki sikap dan etika kerja yang baik. Bukalapak memberikan fasilitas yang sangat baik dan kenyamanan untuk karyawan sekaligus menghargai peran dan kontribusi karyawan di dalam perusahaan.(f)

Baca Juga:
Sewindu Bukalapak, Membawa UKM Indonesia Naik Kelas
Pentingnya Keyword Dalam E-Commerce
 

 

Faunda Liswijayanti
-
Share This :

Trending

Related Article