Kisah Sukses

Anne Avantie, Transformasi Bisnis Konvensional Jadi Lebih Digital

oleh Citra Narada Putri
Selama 28 tahun perjalanan kariernya, Anne Avantie dikenal sebagai perancang kebaya tersohor tanah air asal Semarang, yang karya-karyanya dikenal hingga skala internasional. Dalam menjalankan bisnis modenya itu, wanita yang akrab dipanggil Bunda Anne ini, melakukannya dengan cara yang konvensional. Busana-busana kebayanya tersebut hanya dipajang di toko atau dijual melalui  pemasaran dari mulut ke mulut.

Namun, perkembangan dunia digital yang semakin pesat tak mungkin dihiraukan begitu saja oleh Anne. Padahal, diakui Anne sendiri, internet adalah sebuah konsep yang asing bagi wanita kelahiran 20 Mei 1954 di Semarang ini. Ia mengakui bahwa dirinya adalah seseorang yang sangat gaptek (gagap teknologi).
“Jangankan tahu internet, komputer, atau teknologi macam-macam, mengoperasikan ponsel atau Instagram saja harus dibantu staf,” katanya jujur di hadapan 1.500 peserta acara konferensi khusus UKM wanita, Womenwill yang diprakarsai oleh Google dan bekerja sama dengan femina di Semarang, 13 Juli lalu.

Kendati punya keterbatasan dalam memahami perkembangan teknologi di era digital dan bagaimana cara mengoperasikannya, Anne memahami bahwa teknologi sangat berperan penting dalam mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. Karena itu,  ia membuat AnneAvantieMall.com, sebuah marketplace yang menaungi UKM-UKM binaan Anne dari berbagai daerah di Indonesia, yang menjual produknya dengan harga yang lebih terjangkau, mulai dari seratus ribu hingga jutaan rupiah. Produk-produk yang dijual terdiri dari batik, aksesori, hingga kerajinan tangan yang kualitasnya dipantau oleh Anne sendiri.

Transformasi bisnis dari cara konvensional menjadi digital juga membantu Anne untuk bisa lebih dekat dengan pasar kelas menengah. Karena selama ini kebanyakan orang mengenal produk Anne Avantie adalah busana kebaya premium. yang mahal harganya, dan hanya bisa dipakai oleh kalangan selebritas. Padahal menurut Anne, ia tidak hanya ingin dikenal seperti itu.
Ia ingin, Anne Avantie menjadi brand yang tak hanya merangkul kelas atas, tapi juga tetap dekat dengan mereka yang termasuk dalam kalangan menengah dan bawah. “Orang kalau pakai brand Anne Avantie punya kebanggaan tersendiri. Saya tidak ingin kebanggaan tersebut hanya dimiliki oleh kalangan atas saja. Saya sangat senang, jika kalangan menengah dan bawah juga bisa mendapatkan kebanggaan mengenakan busana Anne Avantie dengan harga yang lebih terjangkau,” tutur Anne, yang mengaku transaksi paling banyak yang terjadi di e-commerce-nya tersebut datang dari kalangan menengah dan menengah bawah.

 

 

Citra Narada Putri
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article