Kisah Sukses

Kiat Berbisnis Sekolah Musik Ala Erwin Gutawa

oleh Faunda Liswijayanti

Dok. Erwin Gutawa Music School

Tak ada yang meragukan kemampuan bermusik Erwin Gutawa. Musisi, penata musik, produser musik, orkestrator, komponis, dan conductor tanah air yang karya musiknya telah dikenal serta meraih berbagai penghargaan. Melengkapi sepak terjangnya di industri musik tanah air, awal tahun ini pendiri Erwin Gutawa Orkestra ini resmi membuka lembaga pendidikan musik Erwin Gutawa Music School (EGMS) yang berlokasi di Jl. Suryo No.19, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
 
“Erwin Gutawa Music School merupakan wujud cinta saya yang dalam kepada musik yang telah menjadi bagian hidup saya. Rasa cinta itu mendorong keinginan untuk berbagi ilmu tentang musik serta mencari bakat-bakat terpendam yang berpotensi menjadi musisi berkualitas di masa mendatang,” kata Erwin, pada acara pembukaan.
 
Meski ada banyak sekolah musik di Jakarta, Erwin dan rekannya yang juga penggiat musik tanah air, menawarkan program yang menitikberatkan pada minat dan kebutuhan peserta didik.
 
EGMS juga tidak membatasi usia anak didiknya. Siapa saja yang tertarik dengan musik dan ingin mendalami ilmunya bisa mengikuti beragam kelas yang ada di EGMS, seperti Music Course, Music Lovers, Music College, dan Musicpreneur.
 
Semua itu tak lepas dari konsep yang diusung EGMS yaitu music for everyone. “Ada kebutuhan khusus di Indonesia, mereka yang belajar musik punya impian-impian masing-masing. Jadi kami berusaha merancang supaya semua orang ada programnya yang cocok”, ujar Eric Awuy, Program Director dari EGMS.
 
Salah satu program utamanya Music Course yang ada di EGMS diperuntukkan bagi peserta yang ingin mengembangkan kemampuan bermain alat musik serta menambah wawasan bermusik. Tersedia beragam pilihan instrumen, mulai dari orchestral instruments (piano dan gitar klasik), strings (violin, viola, cello, contrabass), winds (flute, oboe, clarinet, bassoon, saxophone), brass (horn, trumpet, trombone, tuba), serta percussion atau rhythm section (drum, gitar elektrik, bass elektrik, dan keyboard/synth/pop-jazz piano).  
 
Sedangkan Music Lovers merupakan program bagi para pecinta musik yang mencari kegiatan bermusik, menyalurkan minat, serta mengasah kemampuan bermusiknya, dengan bimbingan instruktur profesional serta fasilitas yang lengkap dan modern. Keunggulannya, program ini bisa dipersonalisasi peserta didik seperti menentukan sendiri lagu, teknik, serta tingkat kesulitan yang ingin dikuasai. 

Bagi mereka yang ingin meningkatkan skill bermusik ke level yang lebih tinggi serta memiliki disiplin ilmu musik yang lengkap dan mendalam, pilihannya adalah program Music College. Program ini dipersiapkan untuk mencetak musisi yang andal dan mampu bersaing di industri musik nasional maupun internasional.
 
Yang menarik, EGMS memiliki program unik yang mengikuti perkembangan zaman sekarang, ketika banyak orang ingin menjadi entrepreneur. Hadirnya Musicpreneur, program non-instrumen yang mempelajari seluk-beluk industri, teknologi maupun kreativitas dalam bermusik ini, akan memperkaya pengetahuan seseorang tentang aspek-aspek lain dari bermain musik instrumen.
 
Modul-modul yang tersedia cukup beragam dari Music Branding & Marketing, Music Legal, Recording for Musicians, Digital Audio Workstations, Electronic Music Production, Basic Songwriting, Basic Arranging, dan Essential Music Theory for Working Musicians. Program ini juga akan rutin mengadakan workshop membahas isu-isu menarik seputar musik. 
 
Untuk membangun sekolah musik ini, Erwin tak setengah-setengah. Ia berusaha fokus untuk memberikan program belajar yang lengkap dan fasilitas lengkap dan modern, seperti teknologi canggih dalam setiap ruang kelas, computer lab, perpustakaan, studio rekaman, dan auditorium. Sedangkan untuk kurikulum yang ada disusun secara khusus oleh tim ahli EGMS, menyesuaikan dengan perkembangan jaman serta kebutuhan bermusik di Indonesia.
 
Tidak berhenti sebagai sekolah musik, ke depannya Erwin juga membuka kesempatan untuk membuka kolaborasi  baik dengan dirinya atau musisi lain. “Peserta didik yang bertalenta dapat berkolaborasi untuk menciptakan karya yang baru,” tutup Erwin. (f)

Baca Juga:
Kursus Bisnis dari Buku
 

 

Faunda Liswijayanti
-
Share This :

Trending

Related Article