Kisah Sukses

Claire Ptak, Pembuat Wedding Cake Prince Harry dan Meghan Markle Bangun BIsnis dari Nol

oleh Trifitria S. Nuragustina
Claire Ptak di salah satu artikel majalah. (Foto: Facebook Violet Cakes)


Nama Claire Ptak mulai dicari-cari di mesin pencari Google sejak pemunculan berita terpilihnya Violet Bakery (Violet Cakes) miliknya sebagai penyedia wedding cake untuk Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Berbeda dengan pernikahan keluarga kerajaan yang biasanya menggunakan fruitcake sebagai cake dasar untuk wedding cake gaya bertingkat, kedua calon pengantin memilih cake dengan cita rasa lemon dan rasa elderflower. Menurut Claire, kliennya sejalan dengan selera Violet Cakes dalam mengedepankan bahan yang sedang musim. 

Claire siap memoles cake tersebut buttercream dan didekorasi bunga-bunga segar. Sebuah cake yang membawa nafas musim semi, menyimbolkan berlangsungnya royal wedding nanti di tanggal 19 Mei 2018.

Claire yang berbasis di East London membangun usahanya sejak tahun 2010. Ia penyuka produk kue yang bercita rasa natural, dari bahan organik, dan tidak berpenampilan kaku. Cake-nya tidak sarat dekorasi yang rumit. Khas American cakes yang lama Claire pelajari kala bekerja di dapur pastry di Amerika. (Claire hijrah ke London mengikuti suami).

Bakatnya diasah sejak lama, ketika memulai karier sebagai penulis makanan. Sebagaimana yang umumnya diterjuni rekan seprofesi, ia lantas mendalami dunia food styling dan spesialis props.

Claire juga menulis buku dengan edaran terakhir di tahun 2015, memuat resep-resep dari Violet Bakery.
 


Foto: Dok. thisbatteredsuitcase.com
 
 
Walau kini produk bisnisnya menjadi pilihan kerajaan, Claire tidak memulai bisnisnya dengan bergelimang modal.

Ia merintis toko kuenya dari nol, menyalurkan hobi baking dengan berjualan di pasar rakyat Broadway Market. Pasar legendaris yang dibangun di tahun 1800-an ini menyatukan berbagai produk buatan rumahan, termasuk makanan skala artisan.

Claire mengaku bahwa dirinya senang memulai bisnis dari skala kecil karena memberikan ruang untuk berkenalan dengan banyak orang dan berinteraksi. Di market  ini ia bertemu dengan pelanggan-pelanggan baru, termasuk Jamie Oliver.

Sebagaimana produk rumahan, kue-kue karya Clare tidak menggunakan bahan pengawet. Tampilan cake yang sederhana, justru memperlihatkan nilai yang tinggi karena buatan tangan skala kecil.

"Waktu masih berjualan di Broadway Market, saya menghabiskan satu hari membuat kue, besoknya berjualan, lalu sisa hari dalam seminggu untuk mencari uang dengan memenuhi job-job food styling." ujarnya, dikutip dari sebuah wawancara di media online asing. Di pasar ini, produknya yang disukai pelanggan adalah butterscoth blondies (brownies) dan cupcake mini beroleskan krim dari cokelat Valrhona. (f)

Foto cover: Dok. porteliotfestival.com

Baca juga:
Wise Women Jogja, Perlunya Membuat Laporan Keuangan Bisnis Sejak Sekarang & Pentingnya Desain Kemasan Yang Menjual
12 Resep Mi Instan Kekinian - Part 1


 

 

Trifitria S. Nuragustina
-
Share This :

Trending

Related Article