Kisah Sukses

Irwansyah: Napoleon, Tawarkan Variasi Baru Oleh-oleh Khas Medan

oleh Reynette Fausto

Foto: Dok. Medan Napoleon

Membawa buah tangan berupa makanan khas menjadi kebiasaan orang Indonesia ketika berkunjung ke suatu daerah. Hingga satu jenis makanan bisa sangat identik dengan suatu kota, seperti bolu dan bika ambon dari Medan. Namun belakangan tak sedikit artis yang melirik bisnis oleh-oleh ini dengan menghadirkan oleh-oleh kekinian di beberapa kota besar di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh aktor Irwansyah, yang kerap bolak balik Jakarta – Medan, dengan menciptakan oleh-oleh baru dari Kota Medan, berupa kue bolu dengan toping durian Medan.
 
“Awalnya resep saya coba-coba sendiri. Kebetulan saya memang suka berkreasi membuat kue,” jelas Irwansyah. Siapa sangka, kreasinya itu mendapatkan tanggapan positif dari teman-teman dekatnya. Mereka pula yang mendorong aktor yang dikenal lewat film Heart (2006) ini untuk menjual produk bolu duren kreasinya. Sementara untuk  nama Napoleon, diambil dari kue Napoleon cake yang terkenal di Prancis, yaitu sejenis bolu berlapis dengan isian di dalamnya.
 
Ketika pertama kali ingin memperkenalkan Napoleon Medan sebagai oleh-oleh khas Medan, Irwansyah mengalami tantangan sendiri mengingat bolu Medan sudah lebih dikenal. “Alhasil, saya menggandeng berbagai komunitas lokal seperti Kompakers Sumut, Immedan, Cerita Medan, Kuliner Medan,dan Blogger Medan, serta aktif mengikuti berbagai event untuk membantu memperkenalkan kehadiran Napoleon Medan,” jelas Irwansyah. 
 
Untuk mengukuhkan branding Napoleon Medan sebagai oleh-oleh masa kini  dari Medan, Irwansyah sengaja tidak membuka toko cabang di luar kota. Sedangkan untuk pemasaran, ia mengaku promosi di media sosial lebih murah dan efektif.
 
“Pengunjung yang datang kebanyakan mengetahui tentang oleh-oleh ini setelah melihat di media sosial Instagram, Facebook, dan Line @medannapoleon,” tutur Irwansyah.
 
Sadar akan kenyataan bahwa tidak semua orang suka durian, Irwansyah pun menambah beberapa varian rasa. Total sudah ada 8 varian rasa bolu Napoleon saat ini, seperti durian, keju, pisang, karamel, green tea, extra cheese, red velvet, dan great chocolate. Harganya dipatok mulai dari Rp55.000 hingga Rp75.000. Kabarnya, untuk mendapatkan produk ini  pengunjung harus rela antre dari pagi buta, sebelum toko buka, pada pukul 7 pagi.
 
“Saya tak menyangka ternyata respons pembeli luar biasa besar, sejak produk ini diperkenalkan,” kata Irwansyah. Sayangnya, antusiasme masyarakat ini dimanfaatkan oleh sejumlah calo yang membeli produk Napoleon untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Untuk mengantisipasi hal ini, Medan Napoleon terpaksa harus membatasi transaksi pembelian maksimal 2 buah untuk  tiap pelanggan.
 
Kini, dengan nama Medan Napoleon yang makin dicari wisatawan yang berkunjung ke medan, Irwansyah berusaha mempertahankan kualitas produknya dengan menjaga rasa, menggunakan bahan baku topping yang terbaik, yang masih segar, dan asli dari buahnya. “Karena rasa durian terbaik berasal dari durian medan, maka sudah bisa dipastikan Medan Napoleon hanya mempergunakan buah durian dari Medan,” jelasnya.
 
Demi memenuhi kepuasan pelanggan, saat ini kapasitas produksi terus ditingkatkan. Sekarang Medan Napoleon bisa dibeli sepuasnya tanpa batas, dengan berbelanja langsung di kedai Medan Napoleon di Jl. Wahid Hasyim No.46/35, Medan, mulai dari pukul  7 pagi hingga 10 malam. Untuk warga Medan dan sekitarnya juga bisa memanfaatkan layanan pesan antar Napoleon melalui Line @medannapoleon.
 
Irwansyah boleh berbangga hati, sebab produknya disukai tak hanya oleh lidah Indonesia, tapi juga mancanegara. “Ada wisatawan dari Malaysia, Singapura, Swiss, hingga Arab yang membeli dan membawa pulang sebagai oleh-oleh,” ujarnya, senang. (f)

Baca Juga:
Pengaruh Media Sosial untuk Bisnis Artisan
Kisah 2 Make Up Artist Membuka Kelas Privat Belajar Make Up

 

 

Reynette Fausto
-
Share This :

Trending

Related Article