Kisah Sukses

Muhammad Emyranza & Barberbox, Barbershop Praktis untuk Kaum Urban

oleh Citra Narada Putri

Foto: Dok. CIT & Barberbox

Dulu, potong rambut di salon kecantikan hanya urusan wanita. Sedangkan untuk para pria, potong rambut cukup dilakukan di tukang cukur langganan atau tempat pangkas rambut yang berlokasi tak jauh dari rumah. Tempatnya pun terbilang apa adanya: kecil, sempit, dan kurang nyaman. Era telah berubah, kini bukan wanita saja yang ingin tampil dengan potongan rambut stylish. Para pria urban modern juga mendambakan gaya rambut trendi untuk menunjang penampilan, karier, maupun pergaulan.
            Tren tersebut dibaca dengan baik oleh Muhammad Emyranza (25), pemilik Barberbox. Ia berinovasi mengubah konsep tempat cukur rambut biasa menjadi sebuah barbershop modern dengan fasilitas tempat yang nyaman, luas, didukung para kapster dan hairstylist profesional. Simak penuturannya dalam membangun bisnis barbershop.
 
Bagaimana ide awal memulai bisnis ini?
Idenya datang dari kebiasaan saya dan Triputra Salman Salim, teman akrab, yang memang suka gonta-ganti model rambut, tapi kesulitan mencari tempat pangkas rambut yang cocok. Terlebih lagi, selama ini barbershop identik dengan konsep yang jadul, panas, dan berada di bawah pohon. Pokoknya, momen potong rambut bagi pria tidak bisa dibanggakan layaknya wanita yang bisa dengan bangga menceritakan tempat  mereka potong rambut. Berbekal kondisi tersebut, tebersitlah niat di benak kami berdua untuk menyediakan jasa potong rambut khusus pria dengan konsep dan kualitas yang sama dengan salon kecantikan wanita. Pada Desember 2012, kami meresmikan Barberbox yang berlokasi di kawasan Blok S, Jakarta Selatan. Moto kami: ‘Where man turns into gentleman’.
 
Berapa modal awalnya?
Dengan modal Rp80 juta, kami membuka outlet pertama. Tempatnya relatif mungil, karena hanya bisa memuat 2 orang. Untuk penghematan, kami tak membeli bangku khusus untuk cuci rambut, tapi meminjamnya dari tante saya. 
 
Bagaimana cara memasarkan bisnis ini?
Kami melakukan promosi melalui media sosial, website, dan publisitas dari mulut ke mulut. Tahun pertama berbisnis, omzet kami hanya mencapai Rp20 juta per bulan. Kini, omzet kami sudah mendekati angka Rp1 miliar. Kami juga sudah membuka 7 cabang yang tersebar di Jakarta, Palembang, Padang, dan Bali. Tiap bulan, ada sekitar 6.500 pelanggan yang kami layani.
 
Fasilitas apa saja yang tersedia?
Ada Barberbox Package seharga Rp65.000, yang meliputi hair analysis, hair cut, hair wash, hot towel, dan pijat. Di luar paket tersebut, kami juga melayani pijat, creambath, coloring warna hitam, dan traditional shaving. Harganya mulai dari Rp35.000  hingga Rp70.000.
 
Apa keistimewaan barbershop milik Anda masing-masing?
Ada tiga poin penting: kapster berpengalaman, fasilitas yang inovatif, dan lokasi strategis. Ini yang membuat kami  unggul dibandingkan dengan bisnis-bisnis sejenis lainnya. Selain itu, kami juga memiliki fasilitas Smart Guide Book yang tersedia di website kami: www.barberbox.id. Ini adalah sebuah panduan khusus untuk memilih model rambut berdasarkan tipe wajah sekaligus bentuk edukasi agar konsumen memahami kondisi rambut mereka sehingga akan meminimalkan risiko kegagalan potong rambut.
 
Apa tantangan menjalankan bisnis ini?
Awal menjalankan bisnis ini, kami kesulitan mengubah stigma mengenai tempat potong rambut yang sudah ada di benak masyarakat: sederhana, apa adanya, dan berlokasi di bawah pohon. Mayoritas masyarakat tak mau mengeluarkan uang lebih untuk potong rambut di tempat yang nyaman dan modern. Beberapa bulan awal berdirinya Barberbox, kami pun kesulitan menjaring pelanggan. Namun, ini membuat kami dan tim tertantang untuk berinovasi.
Makanya, kami pun melakukan penelitian untuk mengetahui keinginan pelanggan. Salah satu hasilnya adalah hair analysis, yang memungkinkan para pelanggan mendapat potongan rambut trendi sesuai karakteristik wajah masing-masing. Strategi itu ternyata ampuh menjaring konsumen. Sebab, tak lama setelah itu  kami mendapat banyak pelanggan dari berbagai kalangan, termasuk beberapa selebritas, seperti Irfan Bachdim dan Keenan Pearce.
 
Bagaimana memelihara kualitas kapster?
Awalnya memang sulit mencari kapster yang sesuai dengan standar Barberbox. Kami mencari kapster yang bisa memotong rambut dengan gaya terkini sekaligus mampu berinteraksi dengan pelanggan. Kami mengutamakan kapster yang memiliki passion besar di bidang potong rambut dengan pengalaman minimal pernah sekali bekerja di salon sebelumnya. Sebelum kapster mulai bekerja, kami memberi training selama sebulan. Untuk menjaga kualitas barbershop, tiap 6 bulan sekali kami mengunjungi cabang-cabang di luar kota melakukan evaluasi dan memberikan pelatihan lanjutan bagi para kapster.
 
Apa rencana Anda untuk mengembangkan bisnis ini?
Saat ini kami tengah mengembangkan layanan hair coloring, mengingat pria masa kini sudah lebih berani bermain warna di rambut mereka. Jika sebelumnya kami hanya menyediakan pewarnaan rambut warna hitam, beberapa bulan mendatang pelanggan bisa mengecat rambut mereka dengan berbagai pilihan warna, seperti cokelat, merah, putih, dan lain sebagainya. Selain itu, kami juga  makin mengoptimalkan pengembangan kemitraan dengan membuka cabang baru di kawasan Harmoni dan Pluit, Jakarta, juga di Bekasi, Jawa Barat. (f)
 
Barberbox
Jalan Birah Raya No. 10, Blok S, Jakarta Selatan
Jam operasional: 11.00 – 21.00
www.barberbox.id,
IG: @barberbox_id

 

Citra Narada Putri
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article