Liputan

Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women 2016: Upaya Mewujudkan Mimpi Para Wanita Wirausaha

oleh Citra Narada Putri

Foto: CIT

Rabu, (28/9) lalu, delapan finalis program kompetisi bisnis Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women (EWW) 2016 harap-harap cemas menanti siapa di antara mereka yang akan didapuk sebagai pemenang. Sementara di atas panggung, Anne Patricia Sutanto, Ketua Dewan Juri Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women 2016 mengaku bangga dengan pencapaian mereka.
 
“Bukan hanya bisnis yang hebat dan berorientasi global saja yang membuat paa finalis itu menonjol, tapi juga visi misi yang mereka usung dalam merintis usaha, yaitu membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Anne seraya bertepuk tangan.
 
Dewan juri menilai para finalis dari beberapa aspek, antara lain kepemimpinan, semangat kewirausahaan, konsep dan ide usaha yang baru, kinerja keuangan, perencanaan bisnis hingga tingkat kesulitan wirausaha. Setelah melewati seleksi ketat, terpilih 4 nama untuk Class of Winners 2016. Mereka adalah Elidawati (CEO eLcorps), Mirawati Basri (Managing Director PT. Asiatech Integrasi), Reni Sitawati Siregar (President Director PT. Nusantara Card Semesta) dan Wilda Yanti (President Director PT. Xaviera Global Synergy).
 
Istimewanya, di antara keempat pemenang tersebut, ada sosok yang akrab dengan femina, yaitu Wilda Yanti, Wanita Wirausaha (Wanwir) Femina 2015. Ada juga 3 figur pebisnis wanita dari komunitas Wanwir Femina, yaitu Anita Feng (Direktur & Founder PT. Royal Anugerah Famelindo), Christine Halim (Direktur PT. Langgeng Jaya Plastindo), dan Wiwi Wiharti (Pemilik Chicken Day Fastfood).
 
Wilda mengaku bangga dengan kemenangan ini. “Jujur, femina telah banyak membantu saya mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk mengikuti kompetisi ini. Lebih dari itu, target saya berikutnya adalah untuk memperluas bisnis saya menjadi lebih besar lagi dan bermanfaat bagi masyarakat luas.”
 
Selain dari para pemenang, inspirasi lainnya hadir dari sesi Lunch Talk bertema Women Determination for Big Dreams. Dua mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Mathilda Dwi Lestari dan Fransisca Dimitri yang juga anggota Mahitala Unpar, komunitas mahasiswa pencinta alam Unpar berbagi mimpi menaklukkan misi Seven Summits, impian setiap pendaki.
 
Seven Summits merupakan tujuh puncak gunung tertinggi di dunia dan jadi impian setiap para pendaki dan sering disebut tujuh atap dunia. Mathilda dan Fransisca baru saja selesai mendaki empat gunung dari target tujuh gunung yang mewakili empat benua. Keempat gunung itu adalah, Carstenz Pyramid di Papua, Gunung Elbrus Rusia, Gunung Kilimanjaro di Tanzania, dan Gunung Aconcagua di Argentina. Tak hanya berhenti di situ, selanjutnya mereka akan mendaki Gunung Vinson di Antartika, Gunung Denali di Alaska, dan Gunung Everest di perbatasan Nepal dan Tibet.
 
Tentu saja tidak mudah untuk menyelesaikan misi idealis tersebut. “Saat persiapan pendakian, saya sangat bersemangat, namun, begitu di pertengahan perjalanan pendakian, rasa putus asa muncul. Saya sempat berpikir untuk apa, sih, saya bersusah payah mendaki gunung. Namun, begitu sampai di puncak gunung dan melihat keindahannya, semua jerih payah itu rasanya terbayarkan,” kisah Mathilda.
 
Sama halnya dengan para wirausaha wanita yang berjuang merintis bisnis mereka. Sebelum sampai pada titik kesuksesan, selalu ada momen jatuh bangun, putus asa, hingga keterpurukan saat merintis bisnis.  Untuk itu, dibutuhkan daya tahan yang luar biasa dan semangat yang tak putus.
 
Dalam diskusi yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Komunitas Femina, Petty S. Fatimah, beliau berpesan setiap wanita berhak untuk bermimpi besar dan harus berani mewujudkannya. “Semua hal-hal hebat yang terjadi di dunia ini berawal dari mimpi,” ujarnya. (f)

 

Citra Narada Putri
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article