Liputan

Merayakan 1 Dekade Komunitas Wanita Wirausaha

oleh Citra Narada Putri

Dok. Femina


Tak terasa sudah satu dekade komunitas Wanita Wirausaha Femina hadir di tengah masyarakat. Komunitas yang didirikan pertama kali pada tahun 2008 ini menjadi wadah bagi puluhan ribu wanita wirausaha di seluruh Indonesia dan telah banyak memotivasi wanita-wanita modern untuk mandiri secara ekonomi dengan membuka diri pada ide-ide dan kesempatan untuk pengembangan bisnis.
 
Merayakan perjalanan panjang komunitas ini, diadakanlah Reuni 1 Dekade Wanita Wirausaha Femina. Dimana, sekitar 50 alumni komunitas Wanita Wirausaha yang terkoneksi melalui berbagai program seperti seminar, workshop, masterclass, kompetisi, dan business trip, berkumpul bersama. Pada acara yang diadakan 22 Februari 2018 di Gedung Femina ini, para alumni saling berbagi cerita dan pengalaman mereka membangun bisnis. Tak hanya memperluas kesempatan berjejaring, di acara ini dua alumni komunitas Wanita Wirausaha juga berbagi pengalaman dan kesuksesan mereka di tengah berbagai tantangan bisnis yang ada.


Dok. Femina
 
 
Ida Widyastuti, pemilik bisnis makanan PT. Roemah Snack Mekarsari yang juga merupakan  Pemenang 1 Lomba Wanita Wirausaha 2012 menceritakan tentang usahanya untuk menembus pasar global, bahkan hingga ke Jepang dan Korea Selatan.
 
Menurut Ida, sebelum melakukan ekspor penting untuk membuat produk yang memenuhi kualitas dan harga eceran yang sesuai dengan standar dari tujuan tersebut. Pasalnya, hal ini berguna untuk membangun kepercayaan pada calon konsumen di pasar yang sangat asing dengan target pasar sebelumnya.
 
Namun Ida menyarankan, jika ingin melakukan ekspor ke luar negeri, cobalah sasar pasar negara dengan standar dan regulasi yang paling sulit seperti Jepang dan Korea Selatan. “Ketika kita berhasil lolos ekspor ke negara tersebut, besar kemungkinan untuk tembus ke pasar negara Asia yang lain,” jelasnya.
 
Selain itu, Wilda Yanti, pebisnis pengolahan limbah sampah PT. Xaviera Global Synergy yang juga finalis Lomba Wanita Wirausaha 2014-2015 dan Pemenang Ernst & Young Entrepreneurs Winning Women 2016 menceritakan tentang jatuh bangunnya membangun bisnis sampah.
 
Disampaikan Wilda, bahwa sebelumnya ia memiliki misi untuk mensosialisasikan masyarakat untuk mengelola sampah dengan membuat program bank sampah. Tujuannya bukan hanya untuk menjaga lingkungan, tapi juga mengubahnya menjadi keuntungan bisnis dengan memberikan pemasukan tambahan dari hasil pengelolaan sampah tersebut.
 
Walau sempat untung dengan program tersebut, Wilda pada akhirnya mengalami kerugian di tahun 2011, karena rencananya tak berjalan baik dan berkesinambungan. Ia pun memutar otak untuk mencari masalah tersebut.
 
“Akhirnya kita mencari solusi dengan menyasar perusahaan-perusahaan besar seperti hotel atau instansi-instansi untuk mengurus sampah mereka menjadi pakan ternak, solar, dan lain-lainnya,” jelas Wilda.

Serunya, dalam acara yang santai dan inspiratif ini, para alumni Wanita Wirausaha juga mencicipi hidangan lezat yang sebagian besar berasal dari bisnis kuliner yang mereka kembangkan. (f)

Baca Juga :

Workshop Standar Food Safety Untuk Bisnis Makanan

Masterclass Wanwir-Kedai DBS: Cerdas Manfaatkan Kanal Media Sosial untuk Bisnis


 

 

Citra Narada Putri
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article