Liputan

Wise Women Surabaya: Pentingnya Pengelolaan Keuangan dan Strategi Pricing Untuk UKM

oleh Yoseptin Pratiwi

Arek-arek Suroboyo, antusias belajar untuk perkembangan bisnis.

The revolution is female, begitu Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Komunitas Femina Petty S Fatimah menyemangati peserta workshop Wise Women Entrepreneur Masterclass pada Sabtu (24/3) lalu di Satu Atap Co-Workingspace, Surabaya. Ya, peran wanita dalam menggerakkan ekonomi yang sudah tidak terbantahkan lagi. Dari 52 juta UKM di Indonesia, 60 persen dimiliki wanita.
 
“Fakta juga menunjukkan, wanita lebih tekun, konservatif, taat aturan sehingga usaha mereka lebih langgeng,” ujar Leila Djafaar, Chief of Marketing, Corporate Affairs & Legal Commonwealth Bank. “Untuk itu, saya mendorong wanita wirausaha untuk banyak belajar dari Wise,” imbuhnya. WISE (Women Investment Series) adalah program literasi keuangan Bank Commonwealth yang diluncurkan sejak tahun 2014 yang diperuntukkan khusus untuk wanita yang bisa diunduh secara gratis di Playstore maupun Google Play.
 

Kolaborasi antara Komunitas Wanita Wirausaha Femina, Commonwealth Bank dan Mastercard
(ki-ka) Arini P (Pemkot surabaya), Alison Eskesen (Mastercard Center for Inclusive Growth), Leila Djafaar (Bank Commonwealth) dan Petty S Fatimah (Femina)

 
Workshop di Surabaya ini adalah acara kedua dari 10 rangkaian acara edukasi kewirausahaan kolaborasi Komunitas Wanita Wirausaha Femina dengan Commonwealth Bank yang didukung oleh Mastercard Center for Inclusive Growth. Dua topik yang diangkat kali ini adalah WISE Financial Module yang dibawakan oleh Weddy Irsan, Head of SME New Business, Commonwealth Bank dan Merliana, Unsecured Loan Sales Department Head, Commonwealth Bank pada sesi pertama. Sementara Stefanie Kurniadi, founder Warunk Upnomal membawakan topik: Strategi Pricing untuk Bisnis UKM.
 
Pentingnya Pencatatan Keuangan
Satu hal yang harus dilakukan oleh pebisnis adalah harus memiliki keuangan usaha yang rapi. Hal inilah yang ditekankan dua pembicara yang membawakan Wise Financial Module, yang memberikan cara pencatatan keuangan secara mudah bagi usaha kecil dan menengah serta tip mengatur keuangan untuk UKM.
 
Pertama yang ditekankan adalah pentingnya memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha. “Mengapa perlu dipisah agar kita jadi tahu persoalan yang ada di usaha kita,” ujar Merliana.
 
 
Weddy Irsan dan Merliana memandu peserta dalam pengelolaan keuangan bisnis.
 
Weddy lalu memandu peserta untuk membuat catatan transaksi, laporan laba-rugi dan neraca. Dengan bantuan worksheet yang sudah dibagikan sebelumnya, peserta bisa bertanya langsung kepada pembicara bagaimana membuat catatan transaksi dan laporan keuangan yang benar.
 
“Setiap kali sedang melakukan pembelian ataupun penjualan apapun jangan lupa dicatat ya, agar kita tahu pergerakan usaha kita seperti apa,” ujar Weddy.
 
Peserta pun tampak tak menyia-nyiakan kesempatan, karena pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir kepada pembicara. Dea misalnya, bertanya bagaimana pelaporan soal pembelian bahan baku yang dibeli dalam jumlah banyak tetapi tidak langsung habis pada satu kali produksi.
 

Peserta tak menyia-nyiakan kesempatan bertanya.
 
 
“Pencatatan bukan di laporan laba rugi ya, tetapi di pencatatan transaksi. Tidak apa-apa juga meski bahan baku yang kita beli tidak habis. Misalnya, pada tanggal 24 Maret kita membeli kain untuk bahan baju baju sebanyak satu juta, walaupun kita tahu tidak habis, tetap kita catat, tapi di pencatatan transaksi, bukan di laporan rugi laba,” jawab Weddy.
 
Weddy juga memberikan tip penting:
1/ Memisahkan keuangan pribadi dengan usaha dnegan cara mmebuat rekening yang terpisah agar kita tidak bingung akan posisi keuangan usaha kita.
2/ Kartu kredit juga harus dipisah antara pribadi dan usaha. “Bayar hutang kartu kredit kalau bisa lunas, ya. jangan membayar cicilan minimum,” saran Weddy.
3/ Memiliki dana darurat untuk kebutuhan mendadak sebesar 6-12 kali dari pendapatan bulanan.
4/ Hutang maksimal harus 30 persen dari pendapatan rata-rata bulanan.
5/ memiliki tabungan minimal 20 persen dari rata-rata pendapatan bulanan.
 
Pricing Yang Menentukan
Di sesi kedua, Stefanie Kurniadi, founder Warunk Upnormal memberikan ilmu yang tak kalah penting untuk dikuasi pebisnis: penetapan harga. Karena, harga produk atau jasa yang ditawarkan adalah faktor krusial. Harga yang terllau rendah tentu akan membuat bisnis kita tidak akan bertahan lama, demikian juga harga yang terlalu tinggi pun juga bisa menjadi kendala.
 
“Pertama, yang penting dilakukan adalah survey market. Berapa uang yang akan dan mau dihabiskan oleh masyarakat untuk membeli produk, dalam konteks saya adalah makanan,” ujar Stefanie.
 

Stefanie Kurniadi, founder Warunk Upnormal.
 
Stefanie lalu menjelaskan pentingnya mengetahui siapakah target market usaha kita. “Apakah Anda benar-benar tahu, siapakah target market Anda?” tanyanya. Siapa mereka? Dari sisi Usia, Daya beli, Pekerjaan, Geografis, Kebiasaan, Selera, Tren, Ekspektasi, dan lain sebagainya. “Dalam statistik Indonesia per 2017, target market paling besar adalah mereka yang disebut generasi millennial, yaitu sebesar 32 persen,” ujar Stefanie.
 
Lalu, ia juga menekankan pentingnya memerhatikan ealy adopter, yaitu kelompok yang gampang mencoba hal-hal baru yang ditawarkan. Tapi, Stefanie mengingatkan agar pebisnis jangan sampai terjebak dengan kelompok ini, karena ketika produk baru diluncurkan, merekalah konsumennya. Tapi, mereka juga bisa pergi kapan saja.
 
“Jangan langsung senang ketika di bulan-bulan pertama produk kita tampak laris, karena kita baru mendapatkan konsumen innovator dan early adopter, belum konsumen sebenarnya yang bersifat loyal yaitu early majority dan late majority,” ujar Stefanie.

Menurut Stefanie, di antara kedua kategori konsumen ini, ada jurang yang bisa menjebak pebisnis. "Kalau bisnis kita laris di 6 sampai 8 bulan pertama, lalu sepi di bulan-bulan selanjutnya, itu artinya kita belum berhasil menyeberangi jurang tersebut," ujar Stefanie.
 
Di Warunk Upnomal, menurut Stefanie, meski targetnya adalah anak-anak muda millennial, di kemudian hari, kemudian yang datang adalah mama-mama muda dan keluarga. (f)

Baca Juga:
WISE Women Entrepreneur Jakarta: Pebisnis Fashion Belajar Tentang Keuangan Bersama Bank Commonwealth

 

 

Yoseptin Pratiwi
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article