Liputan

Wise Women Medan: Buat Laporan Keuangan Usaha Secara Sederhana

oleh Desiyusman Mendrofa

Yoseptin Pratiwi (Ketua komunitas Wanita Wirausaha Femina) dan Weddy Irsan (Commonwealth Bank). Foto: dok: Femina

Sekitar 75 wanita wirausaha kota Medan, Sabtu (28/4) lalu memenuhi E-Hive Coworking Space Kompleks Center Point untuk mengikuti workshop Wise Women Entrepreneur Marsterclass. Workshop di Medan ini merupakan workshop ketiga dari 10 rangkaian acara edukasi kewirausahaan kolaborasi Komunitas Wanita Wirausaha Femina dengan Commonwealth Bank yang didukung oleh Mastercard Center for Inclusive Growth.

WISE (Women Investment Series) adalah program literasi keuangan Commonwealth Bank yang diluncurkan sejak tahun 2014 lalu. Diperuntukkan khusus untuk wanita, aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Playstore maupun Google Play.

Dua topik yang diangkat dalam workshop yang berlangsung selama 4 jam ini adalah WISE Financial Module yang dibawakan oleh Weddy Irsan, Head of SME New Business, Commonwealth Bank dan Storytelling Through Photo Food yang disampaikan oleh Fellexandro Ruby, Food Photographer.
 


Dok: Femina
 
Weddy membuka dengan fakta tak sedikit pebisnis yang abai membuat laporan keuangan usahanya. Padahal, laporan keuangan memiliki banyak manfaat seperti memantau perkembangan usaha dan sebagai salah satu syarat pengajuan pinjaman modal atau investasi.

Perlu disadari pemilik usaha, untuk membuat laporan keuangan, tidak selalu membutuhkan ilmu pengetahuan tentang accounting. Laporan keuangan dapat dibuat oleh siapa pun sebab caranya mudah dan sederhana. Berdasarkan modul manajemen keuangan usaha yang dibuat atas kerjasama Commonwealth Bank dengan BINUS University Business School,  ada tiga hal besar yang masuk dalam laporan keuangan:

1/ Catatan transaksi, dimana setiap transaksi yang dilakukan harus dicatat karena uang yang digunakan merupakan uang perusahaan bukan uang pribadi. Hal yang termasuk dalam catatan transaksi yaitu penjualan, pengeluaran, dan penganggaran. “Sekecil apa pun jumlah atau nilai transaksi harus dicatat,” tutur Weddy.  
 2/ Laporan laba rugi. Laporan ini perlu untuk mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian dari usaha yang dijalankan. Pendapatan dan biaya termasuk di dalamnya. Pendapatan merupakan jumlah yang diterima dari aktivitas perusahaan, kebanyakan dari penjualan atau jasa kepada pelanggan. Sementara biaya adalah uang yang dikeluarkan untuk membeli barang untuk produksi atau dijual kembali.
3/  Laporan neraca. Laporan neraca berguna untuk mengetahui harta atau aset, hutang, dan modal. Serta untuk menganalisa kemampuan usaha untuk menyelesaikan hutang.

 

Weddy juga menekankan, seorang pebisnis harus memisahkan uang pribadi dengan uang usaha. Pemisahan itu penting untuk dilakukan agar tidak membingungkan. Sebab bisa saja kita merasa percaya diri karena memegang uang yang banyak, padahal pada kenyataannya, usaha telah mengalami kerugian. Weddy juga mengatakan bahwa seorang pebisnis sebaiknya menganggarkan upah untuk dirinya sendiri. Namun, akan lebih baik lagi ketika bisnis sudah kokoh dan telah berbadan usaha seperti CV atau PT.
 
Walau topik dalam sesi ini sedikit berat, namun workshop berjalan dengan sangat cair dan santai. Para peserta begitu antusias untuk bertanya atau sharing pengalaman mereka dalam mengelola keuangan bisnis selama ini. (f)

Baca Juga:
Wise Women Surabaya: Pentingnya Pengelolaan Keuangan dan Strategi Pricing Untuk UKM
WISE Women Entrepreneur Jakarta: Pebisnis Fashion Belajar Tentang Keuangan Bersama Bank Commonwealth
Wise Women Medan: Membuat Konten Foto Tidak Mahal

 

Desiyusman Mendrofa
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article