Marketing & Services

12 Kiat Maksimalkan Kanal Media Sosial untuk Promosi Bisnis

oleh Citra Narada Putri

Foto: Pixabay

Di era digital, strategi pemasaran tradisional yang cenderung lebih mahal tak lagi relevan. Sebagai gantinya, Anda bisa memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai etalase promosi produk. Tapi, jangan hanya sekadar promosi di berbagai kanal media sosial. Berikut 12 hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan media sosial untuk promosi bisnis menurut Abang Edwin, konsultan bisnis digital, dan Desy Bachir, pakar pemasaran digital dalam acara Masterclass Wanita Wirausaha femina X Kedai DBS di Jakarta, 12 November lalu.

1/ Strategi Storytelling
Strategi pemasaran dengan metode storytelling akan mengeratkan kedekatan hubungan antara penjual dan pembeli. Pun dapat membuat para pembeli lebih mudah mengenal produk Anda. Contoh, cerita Cinderella akan mengingatkan pembeli dengan sepatu kaca. Maka dengan cara ini diharapkan pembeli dapat mengenal karakter produk Anda lebih baik. Namun, pilihlah topik storytelling yang dekat dengan pelanggan kita dan memiliki cerita yang kuat agar selalu diingat.
 
2/ Percakapan yang Aktif
Media sosial bukan sekadar 'papan billboard' digital. Perlu diingat bahwa nyawa dari sosial media adalah percakapan. Sehingga aktivitas sosial media yang aktif bercakap-cakap dengan calon pelanggan mereka sangatlah penting. Namun, kita harus lebih berhati-hati ketika berkomunikasi secara daring, karena pesan teks lebih riskan disalahpahami dibandingkan komunikasi langsung tatap muka. Maka, hindari penggunaan kata yang disingkat (seperti pesan di pesan singkat), agar menghindari miskomunikasi.
 
3/ Jaga Etika Di Dunia Maya
Melayani calon pelanggan yang banyak keinginannya memang bisa jadi tricky. Belum lagi jika mereka bertanya banyak hal di kolom komentar atau melalui pesan singkat yang kadang menguji kesabaran Anda sebagai penjual. Di sinilah kesabaran sangat dibutuhkan. Dan lebih dari itu, sekesal-kesalnya Anda melayani pelanggan yang menyebalkan, etika dalam berkomunikasi lewat media sosial harus tetap dilakukan.
 
4/ Kenali Target Audiensi
Manfaat dari memahami karakter audiensi di media sosial adalah Anda bisa tahu bagaimana cara pembeli berkomunikasi dan apa yang mereka inginkan. Dengan ini, Anda bisa menyesuaikan pendekatan dengan karakter mereka. Misal, target sasaran Anda adalah orang-orang yang sangat kekinian, maka pendekatan pada mereka harus dilakukan sesuai dengan karakter mereka. Contoh melalui media sosial yang sedang happening atau jenis konten yang sedang tren saat ini.
 
5/ Jangan Takut Bereksperimen
Sering-seringlah bereksperimen dalam mengatur timeline konten di media sosial yang mempromosikan produk kita. Dengan cara ini bisa membantu kita mengetahui sebenarnya target audiensi Anda lebih suka bentuk konten seperti apa (tulisan, foto atau video).
 
6/ Memilih wadah yang tepat
Pilihlah kanal media sosial sesuai dengan target pasar Anda. Misal saja, jika sasarannya kaum millenial yang bersifat lebih urban, media sosial seperti Instagram mungkin bisa jadi pilihan yang tepat. Sedangkan jika target pasarnya lebih berusia matang dan sudah berkeluarga, mungkin akan lebih cocok di Facebook.
 
7/ Ini bukan tentang Anda
Kebanyakan kesalahan yang dilakukan pebisnis saat menentukan strategi pasar mereka di media sosial adalah terlalu banyak menceritakan diri mereka sendiri. Padahal, sebagai pembeli kita tidak peduli dengan siapa penjualnya. Yang kita inginkan hanyalah sebuah produk yang bisa menjawab kebutuhan para calon konsumennya. Sehingga, ketika membuat konten pemasaran, hindari hal yang terlalu membicarakan tentang diri Anda. Berperanlah sebagai teman yang akrab dengan percakapan yang aktif dan tentunya tidak self-centered.
 
8/ Pentingnya Content Calendar
Content calendar yang dibuat per hari, per minggu atau per bulan akan membantu kita membuat konten sesuai jalur. Bahkan ini tidak akan membuat kita bingung atau terburu-buru membuat konten yang berdampak pada kualitasnya yang buruk. Tapi jangan sekadar membuat konten biasa saja, berilah embel-embel call to action yang mengajak serta audience untuk memberikan like, share, komentar ataupun saran.
 
9/ Variasi konten yang menarik
Memborbardir media sosial dengan konten yang itu-itu saja tentu saja membosankan. Cobalah selingi dengan konten yang lebih bervariatif, agak berbeda tapi masih berkaitan dengan dengan produk yang akan dijual.
 
10/ Jangan asal buat video
Untuk saat ini video adalah alat promosi yang sedang sangat digandrungi oleh masyarakat. Video yang memiliki cerita yang kuat dan visual yang baik akan membuat calon konsumen tertarik untuk mencari tahu. Dan penting untuk membuat konten video secara konsisten dan regular.
 
11/ Kolaborasi dengan pihak ketiga
Untuk menaikkan traffic atau ketertarikan calon konsumen dengan produk kita, melakukan kolaborasi dengan pihak lain akan memberikan suasana yang berbeda. Misal saja berkolaborasi dengan Youtuber, atau instagramer atau penjual lain dengan membuat konten atau produk yang baru.
 
12/ Jangan malu mempromosikan bisnis
Mungkin kadang kita merasa sungkan atau tidak enak ketika mempromosikan produk kita kepada kerabat, teman atau keluarga. Padahal, peran mereka sangat besar untuk menyebarkan informasi tentang produk kita secara lebih masif. Mereka adalah support system yang terbesar, dan ambilah keuntungan dari hal itu. Namun tentu, berikan juga benefit tertentu untuk mereka sebagai timbal balik karena mereka sudah membantu mempromosikan produk kita. (f)

 

Citra Narada Putri
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article