Marketing & Services

5 Tren Konsumen Online 2018 versi Google, Panduan Bagi Pelaku Bisnis

oleh Faunda Liswijayanti

Dok: Pexels.com

Sebagai negara dengan pertumbuhan digital yang sedang berapi-api, menurut data Google Consumer Barometer 2017, pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang mengakses internet naik dari angka 29 persen di tahun 2013 menjadi 56 persen di tahun 2017. Di kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar dan tercepat. Pertumbuhannya diperkirakan hingga 100 miliar US dollar hingga tahun 2025.
 
Dalam kehiudpan masyarakat Indonesia, internet sudah menjadi bagian penting. Mereka menggunakannya untuk mencari produk, memenuhi kebutuhan, hingga belajar soal keterampilan dan tutorial. Hal ini dibuktikan dengan angka pertumbuhan konsumen online yang mencapai 49 persen dari tahun 2015 hingga 2018.
 
Dengan bertambahnya waktu yang dihabiskan konsumen Indonesia di internet dan pesatnya pertumbuhan internet dalam menentukan keputusan membeli, para pemilik usaha perlu memikirkan kembali cara mereka berinteraksi dengan konsumen di luar teknik marketing konvensional. Dengan memahami perilaku konsumen online di Indonesia, pelaku bisnis dapat menyesuaikan kebutuhan dan harapan konsumen dengan bisnis mereka. Berikut lima tren teratas perilaku konsumen Indonesia dari Year in Search: Insight for Brands 2018:
 
1/ Ponsel yang utama
Saat ini 94 persen pengguna online mengakses internet melalui smartphone. Angka tersebut naik sekitar 40 persen dari tahun 2013. Akses yang cepat menjadi harapan pengguna internet di Indonesia. Data menyebutkan 53% pengguna akan meninggalkan situs jika halaman web perlu waktu lebih dari 3 detik untuk dimuat. Saat ini rata-rata memuat halaman web selular di Indonesia masih 6 detik. Selain itu, 68 persen konsumen mengandalkan smartphone saat mencari informasi untuk pembelian berikutnya. Jadi, penting bagi pelaku bisnis untuk mengoptimalkan layanan digital di platform selular. 
 
2/ Kota non-metropolitan juga sudah online
Hampir separuh penelusuran yng berkaitan dengan paket internet datang dari kota non-metropolitan. Ini menandakan bahwa makin banyak pengguna di kota kecil yang menginginkan koneksi internet yang bagus. Para penduduk digital baru ini memberikan kontribusi yang besar. Di banding kota metropolitan, penduduk digital di kota non metropolitan 1,5 kali lebih gencar dalam mencari produk CPG (kecantikan, perawatan bayi, dan perawatan diri). Bahkan 52% penelusuran untuk produk kecantikan berasal dari kota non-metropolitan. Angka tersebut tumbuh dua kali lebih cepat dari kota metropolitan. Jadi, jika bisnis Anda bergerak di bidang kecantikan, menyasar pasar di luar kota besar akan membuka peluang yang lebih besar. Pastikan produk Anda hadir dalam jangkauan hingga luar daerah. 
 
3/ Menantang Stereotipe
Jika sebagai pelaku bisnis Anda masih berpikir bahwa pembeli produk bayi hanyalah para ibu, maka Anda harus mulai meninggalkan pemikiran ini. Pasalnya, perilaku konsumen online di Indonesia bisa dikatakan sudah menantang streotipe. Banyak data yang menunjukkan profil konsumen yang bertolak belakang dengan dugaan awal. Misalnya saja, data menyebutkan 1 dari 3 pembeli online produk perawatan bayi adalah laki-laki. Data lainnya menunjukkan ada pertumbuhan penelusuran hingga 2,7 kali untuk merek produk perawatan diri pria. Jangan takut untuk membuat target di luar demografi konvensional yang sudah lama ada. Tambahkan dan sesuaikan pesan Anda untuk mendorong tindakan konsumen. Targetkan konsumen yang sedang menelusuri informasi di kategori Anda. 
 
4/ Pembeli yang penasaran, lebih banyak mau, dan tidak sabaran
Dalam hal belanja online, konsumen kini lebih teliti saat memutuskan untuk membeli. Konsumen ingin mencari tahu lebih banyak informasi tentang sebuah produk atau layanan. Sekitar 62 persen konsumen Indonesia menggunakan Google penelusuran ketika melakukan proses pembelian. Kebanyakan dari konsumen menggunakan penelusuran untuk membandingkan merek, mencari informasi lebih rinci tentang sebuah merek, mencari diskon, serta menginginkan pelayanan dan cepat dan lancar. Pelaku bisnis yang dapat memberikan pengalaman selular yang lancar saat proses pembelian akan memenangkan hati pelanggan.    
 
5/ Semaraknya fenomena e-money
Tak dipungkiri sebagian pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia didorong oleh e-commerce, wisata online, dan transportasi online. Faktor kunci yang memungkinkan pertumbuhan ini adalah solusi pembayaran online dan e-money. Penggunaan alat pembayaran elektronik ini memang semakin popular, seiring meningkatnya aplikasi e-money. Bahkan faktanya, wanita lebih banyak menggunakan e-money daripada pria. Sekitar 68 persen wanita usia 18 hingga 24 tahun menggunakan e-money untuk membayar belanja online, sementara laki-laki hanya 58%-nya saja yang menggunakan e-money. Berkembangnya solusi pembayaran semakin mendukung transaksi digital. (f)

Baca Juga:
FASHION: YANG “IN” DI TAHUN 2019
TANDA-TANDA BAHWA ANDA SIAP MENJADI PEBISNIS
WOMENWILL: MELATIH WANITA WIRAUSAHA INDONESIA UNTUK MENGEMBANGKAN BISNIS DENGAN DIGITAL

 
 

 

Faunda Liswijayanti
-
Share This :

Trending

Related Article