Marketing & Services

Penting bagi Foodpreneur! 6 Cara Layak Coba Agar Produk Viral

oleh Trifitria S. Nuragustina
Dok. Unsplash.com


Product penetration bisa dimulai dengan menyebarkan informasi produk  Anda seluas-luasnya. Hal termudah, menciptakan karya yang patut menjadi bahan omongan dan potensial di-share, sehingga memiliki kemampuan word of mouth maupun penyebaran informasi melalui dunia maya. 

Makanan yang Anda beli karena penasaran pun sebenarnya bisa saja berangkat dari informasi yang Anda petik dari sumber lain, bukan? 

Kita mengenal cronut di Jakarta walau nyatanya persilangan croissant dan donat ini adalah inovasi chef Dominique Ansel di New York. Roti buatannya viral dan menciptakan produk generik buatan ragam produsen. Lainnya, es kepal Milo yang kini ada di setiap sudut komplek di Indonesia, walau nyatanya berasal dari kreasi penjual di Malaysia. 

Kini, seakan semua produsen kue menginginkan produk buatannya muncul di layar smartphone konsumen, menebarkan rasa ingin yang amat sangat! 

Walau viral atau tidak viral bukan ilmu pasti, ini beberapa faktor yang bisa membantu karya Anda naik eksistensinya:


1/ Buat karya orisinil
Jika dirunut, sebenarnya telah ada produk sejenis Mi Goreng Donut. Rada-rada mirip, tapi dibuat dari pasta, bikinan Pop Pasta, sebuah usaha yang mengolah pasta secara kreatif dan masuk ke lidah masa kini di AS. Tapi, untuk betul-betul mengolah mie goreng dengan bumbu, dan dibungkus dalam kemasan IndoMie resmi, Donut Papi belum punya pesaing.
 
2/ Nama yang bombastis
Nama yang ngena, mudah menempel, tak melulu harus sophisticated. Kadang, makanan yang booming punya nama yang nyeleneh, mengundang penasaran, dan sediki8t berbau humor. Misalnya cronut (persilangan croissant dan donat), unicorn cake, ramen burger, ayam mercon, hingga mie setan.

3/ Presentasi menggugah
Saus yang jor-joran, sesuatu yang meleleh karena fresh from the oven, atau warna yang ngejreng. Ini adalah hal-hal yang biasanya melekat pada produk yang viral. Atau, produk bisa saja berwujud sesuatu yang belum kita pernah lihat karena merupakan persilangan baru antar makanan populer.
 
4/ Masuk ke bujet sehari-hari
Banyak alasan makanan viral karena diunggah di banyak media sosial orang. Karena ini, upayakan produk Anda yang ingin diupayakan viral agar terjangkau ke dompet semua orang. Semakin banyak konsumen yang bersentuhan dengan produk Anda, semakin besar kemungkinan penyebaran beritanya. Your consumer is your free marketer!
 
5/ Luncurkan di momen strategis
Jika bisa, buat produk Anda terlihat dalam bazaar skala hip. Di acara dengan segmentasi audiens milenial, produk Anda cepat jadi topik perbincangan. Segmentasi usia ini sangat responsif terhadap apa yang mereka alami.
 
6/ Jadikan produk unggul
Tentu, Anda sebagai pemilik bisnis menyebut bahwa semua racikan Anda adalah enak. Namun, untuk mudah menjadikan brand Anda nempel di benak konsumen, unggulkan satu produk, komunikasikan terus-menerus sehingga menjadi ‘iklan’ yang melekat di benak. Tekankan bahwa Anda seakan produsen terbaiknya. Dalam bahasa beriklan, hal ini sah-sah saja. Ingat ‘kan, bahwa hanya ada istilah ‘kecap nomor satu’?  (f)

Baca juga: 
8 ALASAN BISNIS CAKE BISA RUNTUH
MICROGREENS, BISNIS GARNISH KEKINIAN

 

 

Trifitria S. Nuragustina
-
Share This :

Trending

Related Article