Marketing & Services

Service, Kunci Sukses Bisnis Masa Kini

oleh Faunda Liswijayanti

Dok: Pexels.com


Konsumen masa kini makin dimanja oleh para pelaku bisnis. Bisnis berbasis servis atau pelayanan pun menjadi andalannya. Perubahan dalam layanan pelanggan ini membawa  konsekuensi. Bahkan, untuk bisnis yang sebetulnya  tidak  bergelut  dalam bisnis pelayanan pun, perlu mencari suguhan servis yang tepat bagi konsumennya.

Menurut Rudy Handoko, pengajar ilmu marketing dan ketua program S-1 Prasetiya Mulya, jika selama bertahun-tahun kompetisi bisnis diwarnai oleh perang harga. Siapa yang paling murah, dia yang akan menang. Tapi, kini trennya semakin berubah.

“Perang bisnis kini adalah bidang servis. Barang bisa ditiru dan dikopi dengan mudah, bahkan dibuat lebih murah dengan tampilan yang sama. Namun, servis yang baik tidak mudah dikopi, karena mengelolanya memang tidak mudah,”  Rudy menegaskan.

Itu berarti, bisnis yang selama ini belum mengedepankan servis harus mulai memikirkannya. Jika Anda berbisnis online, servis itu antara lain mencakup kemudahan akses situs dan pengiriman produk yang tepat waktu. Kalau produk yang Anda pasarkan tergolong standar dan tidak inovatif (namun tetap digemari konsumen), Anda perlu berpikir untuk menyediakan servis purnajual.

Dalam hal servis, ada tiga hal (3P) yang perlu dikelola oleh pebisnis, yaitu:
1/ People, yaitu mengelola manusia.

2/ Process, yaitu proses yang dialami oleh konsumen untuk mengonsumsi layanan. Contohnya, saat mengantre di bank, ada yang harus berdiri, ada yang mengambil nomor urut, sehingga konsumen duduk nyaman sambil menunggu giliran.

3/ Physical evidence, membuat yang intangible (tidak terlihat) menjadi tangible (terlihat). Misalnya, seragam frontliner dan situasi kantor yang nyaman.

Menurut Rudy, tidak mudah memang membuat standar yang mampu memastikan bahwa tiap orang (SDM yang terlibat dalam bisnis Anda) berperilaku sesuai permintaan Anda. Karena,  tiap orang memiliki persoalan masing-masing sebelum pergi bekerja dan hal tersebut akan memengaruhi perilakunya.

“Tapi, saat perusahaan mampu melakukannya, maka dia akan berada di jajaran depan dalam kompetisi,” kata Rudy. Namun, agar bisa memberikan servis yang lebih baik, kemungkinan besar membutuhkan biaya. Artinya, harga  produk pun akan terkena imbasnya. Apakah konsumen akan keberatan dengan kenaikan harga itu?

Rudy mengamati, hal itu tergantung pada jenis produk yang Anda tawarkan dan konsumen seperti apa yang Anda bidik. Jenis konsumen functional (pembeli produk kebutuhan sehari-hari) sangat peka terhadap harga. Penambahan  biaya servis tidak tepat bagi mereka. Sehingga, Anda perlu pintar-pintar memberi servis yang bagus tanpa mengenakan tambahan harga.

Sementara itu, konsumen symbolic (membeli produk karena ingin dipandang berkelas) dan konsumen hedonic (membeli demi kepuasan diri sendiri) tidak sensitif terhadap harga, sehingga  tambahan biaya servis tidak masalah.

“Semua produk dapat ditarik ke konsumen mana pun, tergantung pada produsennya. Hanya, bagaimana Anda kemudian membangun image,” kata Rudy, menjelaskan. (f)


Baca Juga: 
AMAN MENGGUNAKAN JASA CLEANING SERVICE PANGGILAN
MEMAHAMI SERVICE ON DEMAND
3 KIAT SUKSES MEMBANGUN BISNIS LAUNDRY RUMAHAN



 

 

 

Faunda Liswijayanti
-
Share This :

Trending

Related Article