Marketing & Services

Strategi Memanfaatkan Instagram Untuk Bisnis

oleh Citra Narada Putri

Dok: Pixabay

 
Ada sekitar 25 juta akun di dunia yang dibuat khusus sebagai profil bisnis di Instagram, dan Indonesia adalah komunitas terbesar di Asia Pasifik. Melihat hal ini, tentunya Instagram juga menjadi platform yang penting untuk memasarkan produk bisnis Anda. Terlebih ketika ada 80 juta pengguna Instagram yang setidaknya mengikuti satu akun bisnis.
 
Platform Instagram lebih mengusung konsep visual. Jadi, salah satu kunci dari promosi yang sukses dengan menggunakan media sosial ini adalah memiliki kualitas konten visual yang menarik. Namun, untuk memiliki profil bisnis di Instagram, Anda harus memiliki akun di Facebook dulu.
 
1/ Feed 
Selain bisa mencantumkan informasi bisnis, seperti jam buka, alamat, situs, hingga nomor telepon, hal yang membedakan akun pribadi dari akun bisnis adalah fungsi Instagram Analytic yang memberi tahu metrik aktivitas media sosial secara real time.
 
Saat mengunggah foto dan video, pemilik akun bisnis juga bisa mempromosikannya menggunakan Promote Ads dengan anggaran yang bisa disesuaikan dengan bujet sekecil Rp100.000. Namun, sebelum melakukan promosi iklan, tentukan apa tujuan promosinya dulu, apakah meningkatkan awareness, mengajak audiensi mengunjungi situs, atau mendorong penjualan yang membuat audiensi membeli langsung produknya.
 
Untuk fungsi membeli langsung, pada unggahan tersebut dapat disertakan fitur Tap to View Products, yang mana saat audiensi menyentuh fotonya akan muncul tag nama dan harga barang. Jika ingin membeli barangnya, bisa klik tag tersebut yang akan membawa langsung ke situs pembelian produk tersebut.
 
2/ Stories 
Fitur Stories dikonsumsi 32 persen lebih cepat dibandingkan Feed, tapi lebih mudah menarik perhatian audiensi karena formatnya vertikal dan memenuhi seluruh layar. Untuk tujuan bisnis, fitur ini bisa dimanfaatkan untuk menceritakan proses di balik bisnis Anda. Karena menurut survei Instagram, fitur Stories membantu pebisnis berkomunikasi lebih autentik dengan audiensinya, sehingga bisa mendekatkan diri dengan calon konsumen agar tercipta hubungan yang loyal. Pada Stories, Anda bisa menampilkan sisi bisnis secara lebih personal. Misal, jika berbisnis kuliner, proses pembuatan makanannya bisa ditampilkan di Stories.
 
Stories populer karena fitur yang dekat dengan kaum milenial seperti stiker, GIF, superzoom, hingga polling. Gunakanlah fitur tersebut pada konten unggahan Anda atau menggunakan polling untuk komunikasi yang lebih interaktif dengan audiensi mengenai apa yang mereka suka dari produk Anda.
 
3/ Foto 
Pertama, rumuskan dulu apa yang ingin disampaikan. Baik itu tentang produk, cerita di balik proses pembuatan, atau sapaan akrab untuk para audiensi setia. Setelahnya, tentukan kesan tampilan seperti apa yang ingin ditunjukkan pada konten foto. Entah itu penuh warna, menggunakan tone monokromatik atau gaya minimal. Tapi yang penting, tampilan foto harus merepresentasikan karakter bisnis Anda.
 
Untuk menghadirkan materi iklan yang baik, sematkan beberapa poin penting pada konten yang akan diunggah. Misalnya, menampilkan merek bisnis Anda, memiliki cerita yang menarik untuk disampaikan, dan gunakan foto berkualitas baik untuk membuat audiensi sadar serta mengenali iklan yang Anda buat. Jika Anda ingin menampilkan lebih dari satu foto, sebaiknya gunakan carousell ads untuk menceritakan hal yang lebih mendalam. Namun, baik itu menggunakan konten tunggal atau carousell ad, penting untuk menjaga konsistensi kualitas visual agar audiensi lebih mudah mengenali ciri khas bisnis Anda.
 
4/ Video 
Mayoritas audiensi menyusuri Instagram melalui perangkat seluler, sehingga penting menyuguhkan video dengan ukuran yang lebih nyaman ketika disaksikan dari ponsel. Terlebih lagi untuk Instagram Stories, lebih baik menyajikan format video vertikal. Selain itu, 60 persen orang menonton Stories dengan suara dinyalakan. Perkaya narasi video dengan suara atau musik untuk memberikan kesan lebih mendalam.
 
Jika konten video di Instagram Feed memiliki durasi yang panjang sekitar 60 detik, maka video untuk Stories hanya 15 detik. Dengan durasi singkat, penting membuat konten semenarik mungkin pada 3 detik pertama untuk mencuri perhatian para audiensi. Salah satu trik membuat video untuk Stories adalah tidak membuat cerita yang bertele-tele. Langsung masuk pada inti pesan di detik pertama agar video Anda tidak dilewatkan.
 
5/ Statistik Kinerja 
Karena akun bisnis bisa mendapatkan Instagram Analytics, Anda bisa mengetahui statistik kinerja dari konten yang Anda unggah. Misalnya, sejauh apa kesan audiensi terhadap konten Anda, konten mana yang paling disukai, seberapa banyak audiensi yang mengunjungi profil, seperti apa pertumbuhan follower, hingga berapa banyak yang klik website.
 
Selain itu, Anda juga bisa tahu karakter audiensi, misal gender, usia, asal kota, hingga pada hari apa dan jam berapa akun bisnis Anda paling banyak dikunjungi. Dari data statistik tersebut, Anda bisa memahami audiensi dan jenis konten yang paling berhasil menggugah audiensi. Dengan demikian, Anda bisa menyusun strategi lebih lanjut untuk meraih kesan dan jangkauan lebih luas demi memajukan bisnis. (f)

Baca Juga:
PERLU TAHU 7 HAL TENTANG SOSIAL MEDIA INI AGAR TIDAK KETINGGALAN ZAMAN
KARENA ORANG INDONESIA GEMAR BELANJA DI SOSIAL MEDIA, INI YANG PERLU DILAKUKAN









 

 

Citra Narada Putri
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article