Kisah Sukses

Memetik Laba Segar Buah-buahan, Tantangan dari Alam

oleh Wanita Wirausaha Femina

Di semua belahan dunia, buah-buahan adalah makanan yang akan selalu dicari dan tidak pernah membosankan. Tak heran, bisnis yang memanfaatkan buah-buahan memiliki prospek yang terus cerah. Namun, mulai dari pemilihan, pengolahan, hingga pengemasan, produk buah-buahan harus melewati proses kontrol kualitas tinggi demi kualitas sempurna. Simak beberapa tip dari tiga pengusaha yang memetik laba manis dari produk buah-buahan mereka.

Tantangan dari Alam

Mengolah buah menjadi produk tertentu memerlukan beberapa trik penyortiran dan penyimpanan. Apalagi jika produsen mengutamakan kesegaran dan kealamian produk. Untuk diproses menjadi berbagai produk, buah-buah ini harus memiliki tingkat kematangan tertentu. Buah yang sudah dikirim atau dibeli juga umumnya disimpan dulu sebelum diproses.
 
Tiap kali memasak untuk satu rasa selai, Mei bisa menggunakan 10 - 20 kg buah dan menghasilkan 150 - 200 stoples. Ketika Mei berbelanja  ke pasar, ia bisa memilih sendiri buah yang terbaik. Tapi, ketika buahnya dikirim dari supplier, ia bisa mengembalikan beberapa yang terlalu matang atau malah sudah busuk. “Buah untuk selai harus setengah matang, supaya tidak terlalu matang ketika dimasak,” kata Mei,  yang juga finalis Wanita Wirausaha Femina 2012.

Selai Oma Anna dapat bertahan hingga 6 bulan, jauh lebih sebentar dibandingkan produk-produk di pasaran yang kebanyakan bertahan 1-2 tahun. Tapi,  hal ini bukan masalah bagi Mei. Mereka yang memesan selai Oma Anna biasanya akan langsung mengonsumsinya. Jadi, tidak perlu memakai pengawet.

Dengan kapasitas lemari pendingin 200 kg,  tiap bulannya Melanny bisa mendatangkan hingga 2 ton buah naga. Dalam penyimpanan, buah naga bisa bertahan selama seminggu. Setelah itu, buah harus segera diproses menjadi kue. Setelah jadi, kue dapat bertahan selama seminggu. “Karena buah naga dari sananya memang berair, ketika sudah jadi kue pun tidak akan cepat mengering,” ungkap Melanny, yang telah berkreasi dengan belasan varian topping.

Penyimpanan aneka buah yang Hendrik pakai sebagai bahan baku memerlukan sistem yang terpadu. Buah-buahan yang datang disortir satu per satu dan dicatat tanggal masuknya. Buah yang paling matang akan dipakai terlebih dulu. Setelah itu buah dikupas, dipotong, dan disortir lagi. Karena Hendrik mengutamakan kesegaran, buah yang keluar dari kulkas harus langsung diproses dan sampai ke tangan konsumen keesokan harinya. “Makin pendek proses pembuatan dan umur simpannya,  makin segar produknya,” kata Hendrik, yang memilih tidak memakai bahan pengawet atau bahan kimia lainnya.

Selain soal pemilihan dan penyimpanan, ketiga pengusaha ini juga harus pandai memahami karakteristik tiap-tiap buah. Sebab, meski bergantung pada alam dan cuaca, bukan berarti operasi usaha mereka lantas jadi musiman juga.

Sejauh ini, Melanny belum pernah kekurangan stok buah naga. Ia bercerita, meski namanya terkesan sangar, buah naga adalah buah yang ‘manja’. “Buah naga hanya tumbuh saat cuaca panas. Hujan sedikit saja, buah ini tidak mau tumbuh,” kata Melanny. Kalau pasokan sedang susah, Melanny tak segan turun ke perkebunan dan memilih buahnya sendiri.

Sementara itu, buah-buahan yang dipakai Hendrik tersedia sepanjang tahun, kecuali buah mangga yang memang datangnya musiman. Yang menjadi tantangan baginya justru lebih pada konsistensi rasa produk. Inilah yang membedakan antara produk pabrik dan produk alami. Tiap buah datang dari ranting, pohon, dan tanah yang berbeda. Jadi wajar jika rasa atau warnanya tidak pernah sama.

Sebagian besar konsumen sudah paham akan hal ini. Meski begitu, di  tiap botol Mama Roz memang tertulis bahwa rasa dan penampilan jus dapat berbeda. Di ‘dapur’-nya di bilangan Jakarta Selatan, Hendrik memiliki standar prosedur operasi yang ketat seperti layaknya di pabrik. “Ini adalah cara yang efektif untuk menjaga kualitas produk supaya tetap sama,” ungkap Hendrik, yang memproduksi sekitar 60.000 botol jus per bulannya.

PRIMARITA S. SMITA
FOTO: PSS, DOK. PRIBADI

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article