New Opportunity in Agriculture: Menoleh Ke Indonesia Timur

oleh Wanita Wirausaha Femina

(ki-ka) Anne Sri Arti dan Sarah Judith
Foto: Dok Femina

Sebagai upaya untuk mendorong wanita untuk dapat berdiri mandiri secara ekonomi, Femina Group menyelenggarakan Indonesian Women’s Forum untuk pertama kalinya. Diselenggarakan pada 8 dan 9 November, pada hari pertama, acara ditujukan untuk komunitas Wanita Wirausaha dengan tema: Wanita Mandiri Ekonomi yang bekerjasama dengan Womenwill Initiative by Google.
Dalam satu hari tersebut, selain konferensi, juga dibuka kelas-kelas workshop untuk mengasah kemampuan perempuan dalam bidang usaha, keuangan, seni dan karya, serta e-lifestyle untuk wanita pebisnis UKM.

Di salah satu workshop di bidang agrobisnis, CEO Makmur Agro Satwa Anne Sri Arti menjadi pembicara untuk kelas New Opportunity in Agriculture. Mengawali bisnisnya dalam bidang pengolahan susu, Anne yang menjadi pemenang penghargaan Social Entrepreneur pada Lomba Wanita Wirausaha Femina 2013 kemudian melebarkan sayapnya ke ranah pertanian. Kini Koperasi Makmur Agro Satwa sedang berfokus pada pertanian di daerah Indonesia Timur.

Banyak yang berkata tanah di Indonesia Timur adalah tanah kutukan untuk pertanian karena belum ada yang bisa mengolahnya dengan benar. Namun dengan bimbingan dari Anne, tanah di Indonesia Timur dapat digunakan, bahkan menghasilkan hasil panen yang lebih bagus dibandingkan hasil panen di Pulau Jawa. Anne juga banyak mengajarkan petani-petani untuk merawat tanaman-tanaman yang mereka tanam dengan menggunakan kalender tanam.

Selain itu, Anne juga memfasilitasi hasil panen para petani dengan cara menyalurkan hasil panen mereka ke hotel, katering dan restoran melalui kontrak. Perjanjian kontrak dari Anne adalah harga yang datar, sehingga walaupun harga komoditas di pasaran melonjak, harga komoditas yang disuplai oleh Anne tidak akan mengalami kenaikkan. Ia menggunakan sistem bagi hasil dengan petani sehingga hubungan kerja antara Anne dan para petani lebih terasa seperti mitra kerja.

“Saya selalu terjun langsung ke lapangan agar saya tahu keadaannya,” ucapnya saat ada peserta yang menanyakan tentang pengalamannya di dunia agribisnis.

Tidak hanya CEO dari Makmur Agro Satwa yang menghadiri sesi ini, Owner Kojo Plant Sarah Judith juga hadir di sesi workshop kali ini untuk membagikan pengalamannya. Kojo Plant adalah bisnis yang bergerak dalam bidang tanaman hias khususnya tanaman dalam pot.

Sarah mendapatkan inspirasi untuk mendirikan bisnis ini setelah pulang liburan dari Jepang bersama keluarganya, ia kemudian memberikan nama K?j? yang berarti tumbuh atau pertumbuhan dalam Bahasa Jepang.

Kojo Plant menyajikan tanaman-tanaman hias di dalam pot yang unik dan cantik. Ternyata pot-pot tersebut dibuat sendiri oleh para pengrajin keramik dari Bandung dan Jogja atas arahan dan permintaan Sarah. Menurut Sarah, pot yang cantik dan unik menambah nilai sebuah tanaman. Setiap pembelian Kojo Plant akan diberikan instruction card atau instruksi-instruksi bagaimana merawat tanaman yang sudah dibeli.

Audry Loemakto, kontributor

 

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article