News

Konferensi Google Womenwill Makassar: Dorong dan Bimbing Wanita Wirausaha Untuk Berkembang Dengan Teknologi

oleh Desiyusman Mendrofa

Foto: Desiyusman Mendrofa

Sekitar 1.200 orang wanita hadiri Konferensi Google Womenwill yang digelar di Sandeq Ballroom, Grand Clarion Hotel & Convention Makassar, Sulawesi Selatan kemarin, Selasa, 26/9/2017.

Veronica Utami, Head of Marketing Google Indonesia mengatakan bahwa Womenwill merupakan sebuah upaya untuk menghapus kesenjangan peluang ekonomi di kalangan wanita.

"Lewat Womenwill kami mendorong dan membimbing wanita wirausaha atau mereka yang sedang merintis bisnis. Khususnya dalam pemanfaatan teknologi," ujarnya. Karena, dengan meraih lebih banyak peluang ekonomi, maka emansipasi dan kesejahteraan wanita dapat dicapai.

Veronica mengungkapkan, menurut laporan International Finance Corporation tahun 2016 menunjukkan bahwa 51% sektor bisnis mikro dan kecil di Indonesia dimiliki oleh wanita sementara untuk sektor bisnis ukuran menengah, 34 persennya dimiliki oleh kaum wanita.

Namun, 47% pengusaha wanita Indonesia tersebut jarang memanfaatkan teknologi, seperti komputer dalam mengembangkan bisnis mereka. Padahal, bila bisnis hadir secara online bisa tumbuh 80% lebih cepat dari bisnis yang masih offline.
"Konferensi ini hanya sebagai langkah awal, selanjutnya akan ada program lanjutan seperti pelatihan lewat program Gapura Ditigal," tuturnya.

Upaya lain yang dilakukan oleh Google untuk menjangkau wanita pengusaha terpencil adalah dengan menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah atau swasta. “Google memberikan pelatihan kepada orang-orang terpilih dari lembaga pemerintah atau swasta untuk kemudian meneruskannya kepada pengusaha-pengusaha di daerah,” kata Veronica.



Ida Noer Haris, perancang busana hadir sebagai pembicara untuk berbagi inspirasi. Ia bercerita bagaimana  mengawali bisnis, mengelola dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan bisnisnya. "Saya mengawali bisnis pada tahun 2010, setelah memutuskan resign dari perusahaan tempat saya bekerja," ungkap Ketua IWAPI Sulawesi Selatan.

Menurut Ida, di era sekarang ini, perkembangan teknologi telah membuka lebar peluang bagi para pengusaha. "Jika kita ingin maju, memaksimalkan pemanfaatan teknologi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Salah satunya penggunaan Google Bisnisku, bisa menjadi solusi dalam memajukan bisnis kita,” jelas pemilik butik Ida Noer Haris di Kota Makassar ini.

Sejak 3 tahun lalu Ida mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya. “Kini, penjualan lewat online lebih tinggi dibandingkan offline," ucapnya. Ida memanfaatkan sosial media seperti Instagram dan juga website yang dikelola oleh tim khusus.

Tenri Ampa, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar dalam sambutannya mengatakan bahwa sejalan dengan program yang digagas oleh Google, pemerintah kota Makassar juga mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan menginisiasi pembentukan Badan Usaha Lorong. Lorong merupakan nama lain dari gang. 

“Kami yakin bahwa majunya ekonomi yang digerakkan oleh wanita akan bisa meminimalisir angka kekerasan. Maka dari itu, kami memulainya dari lorong,” ujarnya. 

Berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar, umumnya wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga adalah wanita dari kelas ekonomi lemah.

Acara yang berlangsung sekitar 2,5 jam ini, diikuti dengan antusias oleh peserta. Tak sedikit dari mereka yang mendapat pencerahan. Banyak hal dan informasi baru yang mereka dapatkan, seperti fitur Google Bisnisku, dan jasa pembuatan website secara gratis. (f)
 

 

Desiyusman Mendrofa
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article