News

Kreatif Muda di INACRAFT Awards 2018

oleh Naomi Jayalaksana

Para pemenang pertama berpose bersama jajaran dewan juri (Foto: NJL)

 
Dua dekade INACRAFT menjadi panggung atraksi bagi para pebisnis kreatif Indonesia dan luar negeri. Mengusung tema ‘The Lofftines of North Sumatra’ dan ‘Coloring the World’ sebagai payung besarnya, INACRAFT Awards 2018 berhasil menemukan berlian-berlian muda di industri kerajinan nasional.

"Kualitas perajin yang ikut lebih baik dari tahun lalu. Generasi yang tampil pun banyak generasi muda. Perbedaan yang sangat mendasar adalah semangat mereka lebih tinggi dari tahun lalu," ungkap Muchsin Ridjan, Wakil Ketua Umum I Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI).

Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartanto, mengungkap bahwa industri kerajinan menjadi salah satu industri prioritas yang berdaya saing global. Kontribusinya terhadap perekonomian nasional mencapai 776 juta dolar AS pada tahun 2017, naik dari angka sebelumnya, 747 juta dolar AS.

“Saya senang dan berterima kasih bahwa peserta INACRAFT tahun ini rata-rata adalah anak muda. Saya berharap ajang ini bisa menjadi showcase karya anak bangsa. Saya berharap, ke depannya pengelolaan stan bisa dibuat lebih tematik sehingga menjadi suguhan tersendiri bagi pengunjung yang hadir,” ungkap Airlangga dalam sambutannya.

Melihat tingginya minat para pelaku muda industri kerajinan, ASEPHI sebagai penyelenggara INACRAFT memberikan kategori penghargaan khusus ASEPHI Emerging Award. "Apresiasi ini bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas orang-orang muda di industri kreatif Nusantara," tambah Muchsin. Penghargaan ini melengkapi penghargaan INACRAFT Award (masing-masing 7 kategori produk, yaitu keramik, serat alam, tekstil, batu, kayu, metal, dan bahan alami lainnya), Booth Award, dan penghargaan utama, Best of the Best.

Kebangkitan pelaku industri muda ini terbukti lewat kemenangan Sutra Ginjing Bunga Ilalang yang digerakkan oleh pengusaha muda asal Jambi. Melalui proses kreatif, rumput ilalang diubah menjadi benang pintal yang kemudian ditenun menjadi kain dengan detail alami yang estetis dan proses pengerjaan yang ramah lingkungan. Ini merupakan kemenangan keduanya, setelah sebelumnya Sutra Ginjing Bunga Ilalang juga memenangkan penghargaan untuk kategori tekstil.

Ikut mendorong geliat industri kerajinan Indonesia, setiap tahunnya femina memberikan penghargaan Femina Awards bagi produk-produk terbaik dari para wanita wirausaha yang terjun di INACRAFT. Orisinalitas ide, desain yang unik, craftmanship, keberanian berinovasi, dan daya guna, mendasari penilaian. Melalui tahap kurasi dan seleksi yang ketat, tahun ini Femina Awards diberikan kepada 20 pemenang terbaik yang terbagi dalam 5 kategori: Aksesori, Tas & Sepatu, Busana, Home Decor, dan kategori Lain-Lain.

Menggelar karya dari 1.395 peserta dari seluruh Nusantara, INACRAFT menargetkan 200.000 pengunjung dengan nilai transaksi retail mencapai Rp149 miliar. "Baru memasuki hari ke tiga, transaksi telah menembus angka 47 miliar rupiah," ungkap Muchsin. Ia optimistis target bersama akan tercapai di tahun ini. (f)

 

Naomi Jayalaksana
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article