News

Perjalanan NAH Project: Dari Dikenakan Presiden Jokowi Hingga Strategi Transparency Pricing

oleh Wanita Wirausaha Femina

Foto: dok.femina
 
Indonesian Women`s Forum 2018 hari pertama, 8 November 2018 yang mengambil tema: Wanita Mandiri Ekonomi, menghadirkan Masterclass dengan tema The Power of Brand Storytelling.

Masterclass yang menghadirkan digital marketing expert Tuhu Nugraha, co-founder NAH Project Rizky Arief Dwi Prakoso dan Dwi Mustika yang merupakan representatif Moz5 Salon Muslimah ini adalah persembahan Femina Group.

Rizky Arief Dwi Prakoso, co-founder NAH Project, berbicara mengenai pentingnya membangun kepercayaan konsumen untuk terus menjaga kualitas di tengah persaingan harga yang semakin meningkat.  

Rizky juga memaparkan bahwa untuk menjadikan sneakers NAH Project tetap bertahan dan bersaing dengan sneakers buatan luar negeri tidaklah mudah namun tidak ada yang tidak mungkin.

Dimulai dari tim kecil bernama N.A.H Indonesia yang awalnya menyediakan produk berupa apparel, Rizky dan Karin, juga co-founder, berdiskusi dengan tim dan melihat kesempatan bahwa sneakers lokal memerlukan inovasi baru untuk mengubah stigma bahwa Sneakers Indonesia tidak bisa bersaing secara produk maupun the way of branding & marketing.

N.A.H Indonesia pun berubah menjadi NAH Project, dengan tujuan baru: menghadirkan produk sneakers dengan research & development yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dengan kualitas yang terjamin. NAH Project berjanji untuk terus belajar dan berinovasi, menjadi brand sneakers yang paling dicintai.

Pengalaman Rizky bekerja di salah satu perusahaan sepatu kulit membuatnya tahu akan ilmu membuat sepatu. Pengetahuan yang Rizky dapatkan ia terapkan di NAH Project dengan beberapa pengembangan.

Rizky turut menceritakan betapa senang dan kagetnya saat sepatu yang NAH Project produksi dilirik Presiden Joko Widodo untuk dipakai saat acara obor Asian Games. Sneaker warna merah edisi Asian Games yang baru saja akan dirilis secara eksklusif tersebut langsung dibawa ke Istana Bogor oleh Rizky dan timnya. Ada tiga pasang sneakers yang dibeli Presiden Jokowi.

“Dari Bandung kami sampai Istana Bogor tengah malam. Saat itu, kami naik bus, dan ketika sampai kembali di Bandung, kami baru sadar bahwa sneakers mereah putih itu dikenakan Presiden dan langsung viral,” ujar Rizky mengingat hari yang sulit ia lupakan itu. Setelahnya, sneakers NAH Project edisi Asian Games pun langsung kebanjiran order dan langsung ludes dalam waktu 2 menit.

Bisnis NAH Project pun tumbuh pesat setelah itu.

Walaupun sudah tumbuh pesat dan memiliki market yang luas, NAH Project tetap konsisten dengan komitmennya sedari awal, yaitu transparency price.

NAH Project merupakan pelopor dan masih menjadi satu-satunya brand di Indonesia yang melakukan metode transparency pricing hingga sekarang.

NAH Project sadar bahwa banyak hal yang sebenarnya menarik untuk diceritakan saat kita berusaha untuk menjaga harga barang tetap affordable. Namun untuk terus-terusan menceritakan hal tersebut diperlukan satu komitmen. Yaitu, NAH Project harus berani transparan dalam penentuan harga.

Komitmen itulah yang membuat NAH Project berani melakukan metode transparency pricing hingga sekarang.
NAH Project sadar akan storytelling dalam sebuah brand akan berdampak besar terhadap produknya.  Dengan cerita yang terhubung dengan pelanggan maka pelanggan akan menilai lebih atas produk yang telah kita jual dan juga menjadikan words of mouth advertising.

Dalam perjalanannya NAH Project belajar bahwa sebuah bisnis bukanlah tentang diri kita sendiri, tapi tentang pelanggan. (f)
 

Emiliana Candraningtyas, kontributor
 
 

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article