News

Sambal Jengkol Merambah Korea

oleh Yoseptin Pratiwi

Foto: Yos

Buat sebagian besar orang Indonesia, jengkol itu seperti paradoks, banyak ‘diremehkan’ namun juga menjadi favorit. Namun, di tangan Ida Widyastuti, pemilik Roemah Snack Makarsari, Sidoarjo bisa menjadi ‘tambang’ uang.  Pasalnya, pemenang I Lomba wanita Wirausaha Femina 2012 dan Class of Winner EY Entrepreneurial Winning Women 2013 ini mampu membawa jengkol merambah pasar Korea Selatan dalam bentuk sambal jengkol yang pedas dan sedap.
               
“Fakta bahwa banyak sekali tenaga kerja Indonesia di Korea membuat saya terpikir untuk memasarkan sambal ke sana. Benar saja, ketika saya mendapat network dari Korea di satu pameran, ternyata intuisi saya benar,” ujarnya. Untuk saat ini, setiap bulan Ida mampu mengekspor satu container sambal jengkol (termasuk sambal bawang dan aneka kerupuk).
               
Diakui Ida, pasar Korea memang ketat untuk menerima produk dari luar. Karena itu, ia membutuhkan waktu hingga 6 bulan untuk akhirnya mendapat izin masuk.
               
Untuk bahan baku, Ida tidak terlalu merasa kesulitan karena di Jawa Timur banyak daerah yang ternyata sentra produksi jengkol. Hanya, jengkol juga ada musim panen dan musim kering. Karena itu, untuk menjaga bahan baku tetap tersedia sepanjang tahun, dia mengeringkan jengkol ketika produksi sedang melimpah. “Jengkol kering itu harus direbus dulu dan ternyata rasanya tidak ada bedanya dnegan jengkol segar,” ujar Ida sambil menjajaki untuk memasarkan rempeyek kacang dalam waktu dekat.  
 

 

Yoseptin Pratiwi
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article