News

Wise Women Jogja, Perlunya Membuat Laporan Keuangan Bisnis Sejak Sekarang & Pentingnya Desain Kemasan Yang Menjual

oleh Yoseptin Pratiwi

Foto-foto: dok femina

Begitu pentingnya pencatatan keuangan yang rapi dalam bisnis menjadi concern Wanita Wirausaha Femina yang berkolaborasi dengan Commonweath Bank dalam roadshow Wise Women Entrepreneur Masterclass 2018 di 10 kota di Indonesia. Setelah Jakarta, Surabaya, Medan, pada 9 Mei lalu acara ini berlangsung di Jogjakarta. Acara ini juga didukung oleh Mastercard Center for Inclusive Growth.
 
Untuk di Jogjakarta, modul untuk peserta adalah WISE Financial Module yang dibawakan Weddy Irsan, Head of SME New Business Commonweath Bank. Pembicara kedua adalah Gigih Budi Abadi, desainer grafis, praktisi branding yang juga co-founder Dagadu Djogja yang membawakan materi Desain Kemasan Tepat Untuk Tingkatkan Sales.


Safitri Damajanti menyemangati peserta untuk membuat laporan keuangan yang memadai.
 
“UKM di Indonesia hampir 50 persen dimiliki wanita, tapi sumbangan terhadap GDP hanya 9 persen. Financial literacy, atau yang melek keuangan, baru 38 persen. Kami punya tanggung jawab untuk mendidik supaya masyarakat kita lebih mengerti mengelola keuangan,” ujar Safitri Damajanti, Head of Marketing Communication Commonwealth Bank saat menyambut sekitar 180 peserta yang hadir.
 
Karena itu, sejak tahun 2014, Commonwealth Bank meluncurkan WISE (Women Investment Series) adalah program literasi keuangan Commonwealth Bank. Diperuntukkan khusus untuk wanita, aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Playstore maupun Google Play.

Apa yang disampaikan Safitri betul adanya, karena masih banyak wanita wirausaha yang belum mengelola keuangan bisnisnya dengan baik. Seperti curhat seorang peserta, pengusaha bakso sehat, yang sejak 7 bulan lalu memulai usaha ia sama sekali belum melakukan pencatatan keuangannya.
 
Maklum, karena baru memulai bisnis, maka ia mengerjakan segala seuatu sendirian dari mulai produksi, marketing, hingga membuat konten-konten untuk berjualan secara online. Akhirnya, soal membuat laporan keuangan pun terlewatkan.
 
“Selama 14 tahun berkecimpung dengan bisnis UKM, memang banyak terjadi bila keuangan tidak baik maka bisnis bisa bangkrut,” ujar Weddy Irsan mengawali.

Weddy Irsan menerangkan cara mudah membuat laporan keuangan.
 
Padahal, laporan keuangan memiliki banyak manfaat seperti memantau perkembangan usaha dan sebagai salah satu syarat pengajuan pinjaman modal atau investasi. Padahal, membuat laporan keuangan dapat dilakukan oleh siapa pun sebab caranya mudah dan sederhana. Bekerjasama dnegan BINUS University Business School, Commonwealth Bank juga membuat modul sederhana, dalam bentuk excel, yang bisa digunakan pebisnis UKM dalam membuat pencatatan keuangan.
 
Setidaknya, ada tiga hal besar yang masuk dalam laporan keuangan:

1/ Catatan transaksi, dimana setiap transaksi yang dilakukan harus dicatat karena uang yang digunakan merupakan uang perusahaan bukan uang pribadi. Hal yang termasuk dalam catatan transaksi yaitu penjualan, pengeluaran, dan penganggaran. “Sekecil apa pun jumlah atau nilai transaksi harus dicatat,” tutur Weddy.  


 2/ Laporan laba rugi. Laporan ini perlu untuk mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian dari usaha yang dijalankan. Pendapatan dan biaya termasuk di dalamnya. Pendapatan merupakan jumlah yang diterima dari aktivitas perusahaan, kebanyakan dari penjualan atau jasa kepada pelanggan. Sementara biaya adalah uang yang dikeluarkan untuk membeli barang untuk produksi atau dijual kembali.


3/  Laporan neraca. Laporan neraca berguna untuk mengetahui harta atau aset, hutang, dan modal. Serta untuk menganalisis kemampuan usaha untuk menyelesaikan hutang.

Peserta pun menghujani pembicara dengan pertanyaan.
 
Weddy juga menekankan, jangan mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis. “Pemisahan itu penting untuk dilakukan agar tidak membingungkan. Sebab bisa saja kita merasa percaya diri karena memegang uang yang banyak, padahal pada kenyataannya, usaha telah mengalami kerugian,” tegas Weddy.
 
Penjelasan dan step by step yang diajarkan Weddy ternyata membuat peserta sadar bahwa banyak hal yang perlu dibenahi dalam keuangan bisnis mereka. Dari hal simple seperti apa sajakah yang masuk ke penjualan lain-lain, hingga menanyakan berapa persen pemakaian modal dasar ketika penjualan sedang turun masih dalam kategori sehat.

Gigih Budi Abadi me-review kemasan salah satu peserta.
 
Setelah menyelesaikan hal-hal penting dalam pengelolaan keuangan bisnis, saatnya Gigih Budi Abadi menambah ilmu branding lewat kemasan. Maklum, di era digital ini desain kemasan makin penting karena hal itu yang dilihat pembeli di berbagai belahan dunia.
 
Kemasan memang tidak hanya berfungsi sebagai wadah makanan saja. “Kemasan yang menarik atau tidak, dapat memengaruhi buying decision konsumen dan berfungsi sebagai self-promotion dari produk itu sendiri. Semakin menarik kemasannya, semakin mudah dilirik konsumen,” tutur Gigih.
 

Tidak menyia-nyiakan kesempatan bertanya.
 
Bagaimana membuat kemasan yang baik? Ada beberapa syaratnya tapi yang terpenting adalah tulisalah nama dan indentitas yang jelas. “Jangan sampai membuat nama produk tidak terlihat karena hurufnya terlalu kecil atau jenis font yang membuat kesulitan dibaca dengan cepat. Pemilihan warna font dengan latar belakang juga harus kontras agar bisa terbaca jelas,” saran Gigih.
 
Peserta pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengonsultasikan kemasan produk mereka kepada Gigih. Mereka berebut memberikan produk mereka agar mendapatkan review dan saran yang dilayani dengan penuh kesabaran oleh Gigih.
 
Pada salah satu produk minuman kemasan dalam botol plastik misalnya, Gigih mengatakan bila font-nya terlalu besar sehingga merek tidak tidak terbaca dalam satu area pandangan mata karena terpotong.
 
Jam sudah menunjukkan pukul 13.00, workshop seru dan penuh ilmu itu pun harus segera usai. Namun, peserta pun tetap tidak mau melewatkan kehadiran para expert karena setelah acara usai pun, sesi konsultasi tetap berjalan. Wanita wirausaha memang selalu haus ilmu untuk bisa membawa bisnis mereka berkembang. (f)

Baca Juga:
Wise Women Medan: Buat Laporan Keuangan Usaha Secara Sederhana
Foto-foto Serunya Masterclass Finansial dan Food Photography di Medan!
 

 

Yoseptin Pratiwi
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article