Kisah Sukses

RAKHMA SINSERIA ‘HARUMKAN’ KOPI INDONESIA (2)

oleh Wanita Wirausaha Femina



Dari dan untuk Negeri Sendiri
Kedai kopi bukan sesuatu yang baru di kota besar Indonesia. Apalagi, sudah banyak kedai kopi dengan brand luar negeri yang lebih dulu menancapkan taringnya. Namun, Coffee Toffee tak gentar. Berbeda dari  mereka, Coffee Toffee sangat bangga pada kelokalannya. Memang, semua jenis minuman kopi yang disuguhkan terbuat dari biji kopi asli Indonesia, yang sebagian besar justru diekspor ke Jepang dan negara-negara Eropa.


“Yang saya bangun di Coffee Toffee tidak hanya tentang membuka kedai kopi dan berjualan kopi. Lebih dari itu, kami memiliki cita-cita agar banyak masyarakat Indonesia bisa menikmati kopi terbaik dari negerinya sendiri. Karena itulah, kami menggunakan biji kopi terbaik di kelasnya, seperti jenis arabika, Toraja, Java, Lintong, Gayo, dan Bali. Kami juga ingin membenahi stigma yang telanjur melekat pada masyarakat kita, bahwa jika ingin mengonsumsi kopi terbaik, berarti harus membayar mahal. Padahal, kan tidak harus begitu. Harga di Coffee Toffee cukup terjangkau, kok,” tutur Ria, yang menetapkan harga rata-rata Rp12.000.


Menyadari bahwa tak semua orang menyukai kopi seperti dirinya, kedai milik Ria juga menjual minuman lain, seperti teh dan cokelat. Jadi, setiap orang bisa mencicipi bagaimana rasanya hang out di kedai kopi yang nyaman, ditemani makanan dan minuman yang disukai. Secara berkala, Ria juga menambah dan mengganti menu, agar pelanggan tidak bosan. “Kami kerap membuat seasonal menu. Saat Valentine’s Day kemarin misalnya, kami meluncurkan dua menu baru,” kata Ria, yang sering mengadakan promo dengan cara menggandeng pihak lain, seperti bank dan distro.


 Saat membangun bisnis ini, bisa dibilang Ria tak punya pengetahuan tentang kopi sama sekali. “Bondo (modal) nekat saja pokoknya,” ungkapnya, tergelak. Mengiringi perjalanan bisnis, ia merasa harus punya pengetahuan tentang kopi. Mulanya ia hanya belajar dari internet, lama-kelamaan ia mempelajarinya dari buku tentang kopi, bahkan mengikuti kelas yang mendalami kopi. Seluruh ilmu yang ia dapat kemudian ditransfer ke semua barista Coffee Toffee, melalui training yang diadakan secara berkala.

Hasilnya? “Kami malah dipercaya jadi juri. Bayangkan, dari gerobak kecil pinggir jalan yang nggak tahu apa-apa, sekarang jadi juri untuk kompetisi nasional barista,” kisahnya, bangga. (f)

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article