Kisah Sukses

RAKHMA SINSERIA ‘HARUMKAN’ KOPI INDONESIA (3)

oleh Wanita Wirausaha Femina



Menggandeng Mitra
Jika di awal belum bisa berdiri tegak, kini Coffee Toffee bahkan sudah berlari sangat kencang. Sejak bangkit pada tahun 2008, hingga saat ini, 115 gerai Coffee Toffee telah tersebar di kota-kota besar di Indonesia! Bagaimana bisnis ini bisa berkembang begitu cepat? Ria menerapkan konsep kemitraan yang mengadaptasi pola waralaba, namun belum menjadi waralaba secara resmi.


“Pola kemitraan ini kami pilih karena kami berpikir bahwa cara pengembangan ini yang paling sesuai untuk saat ini. Di satu sisi kami memberi kesempatan kepada orang yang ingin memulai usaha, tapi tidak tahu mau usaha apa. Di sisi lain, dengan bertambahnya mitra, pelanggan akan lebih mudah memperoleh produk Coffee Toffee,” kata Ria, yang menyatakan bahwa sistem ini juga punya tantangan.


Ia bercerita, menyatukan dua kepala bukan pekerjaan mudah. Ada beberapa hal yang menurutnya bagus, tapi tidak menurut mitranya. Begitu juga sebaliknya. Tapi, selain dari barista yang bersentuhan langsung dengan pelanggan, terkadang masukan terbaik justru dari mereka. “Salah satu fungsi kemitraan adalah saling mengisi, bukan?” tutur Ria, yang rajin membagi kuesioner kepada pelanggan untuk mencari tahu keinginan mereka.


Untuk memperkenalkan bisnis pada calon mitra, Ria giat mengikuti pameran atau memasang iklan di media, yang segmen pembacanya adalah pengusaha dan calon pengusaha tingkat UKM. Tentu saja banyak yang tertarik menjadi mitranya. Awalnya ia menjual paket bisnis seharga Rp25 juta. Seiring dengan bertambahnya pengalaman, nilai investasi yang harus diberikan oleh mitra pun makin tinggi. Tahun lalu, nilai investasinya mencapai Rp300 juta. “Para mitra ini berhak menggunakan merek Coffee Toffee selama 5 tahun. Kami juga akan membantu merancang gerai, membantu di produksi, rekrut pegawai, bahkan sampai pembukaan gerai,” kata Ria, yang mempunyai 3 cabang milik sendiri di Surabaya.


Beberapa tahun lalu Ria bermimpi mengembangkan sayap hingga ke luar negeri, minimal di kawasan Asia Tenggara. Namun, sejak tahun lalu ia memilih mengerem laju ekspansi. Fokusnya kini adalah membenahi gerai yang kurang sehat. Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan sebuah gerai kurang diminati konsumen. Di antaranya, produk tidak memenuhi standar, pelayanan barista dan pengalaman yang diberikan kepada pelanggan tidak sesuai dengan training yang diberikan oleh Coffee Toffee. “Akibatnya, konsumen tidak merasa punya ikatan emosional dengan gerai tersebut. Ditambah lagi, gerai itu tidak dijalankan dengan hati. Bisnis ini sesungguhnya adalah tentang kecintaan, passion, dan antusiasme pada dunia kopi,” tutur Ria, yang akan segera membuka cabang di Jakarta.


Dengan begitu banyaknya gerai yang tersebar, Ria mengakui, sistem pengawasannya masih belum sempurna, dan akan terus disempurnakan. Salah satu caranya adalah menambah dua divisi: divisi operasional gerai dan divisi promo & marketing gerai. “Tim kami melakukan kunjungan ke gerai-gerai secara rutin. Saya berusaha menempatkan orang-orang yang mengerti betul tentang bisnis kopi di posisi yang bersentuhan langsung dengan mitra,” kata Ria, yang hanya mengandalkan intuisi dalam memilih staf kepercayaan tersebut.

Resep Sukses
1. Memulai bisnis sedini mungkin selalu bagus. Namun, memulai dengan bekal yang cukup akan jauh lebih baik.
2. Bekali diri dengan ilmu-ilmu yang menunjang, seperti pengetahuan tentang akuntansi, marketing, SDM, manajemen risiko, dan ilmu untuk membuat business plan.
3. Ikuti intuisi Anda. Terkadang, dalam memutuskan sesuatu, tidak selalu menggunakan logika.
4. Jalani dengan passion. Anda akan merasa yakin dan percaya diri, jika memiliki passion di situ.
5. Lakukan 100%, atau tidak sama sekali. (f)

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article