SDM

10 Aturan Penting Dalam Jamuan Bisnis (Part 1)

oleh Naomi Jayalaksana

Dok: unsplash.com

Jamuan makan bisa jadi kesempatan untuk memperluas jejaring hingga diplomasi untuk meningkatkan hubungan bisnis. Namun perlu diingat, baik acara pertemuan makan pagi, makan siang, atau makan malam, ada beberapa aturan main dan etika yang perlu Anda pahami dari dua sisi: sebagai pengundang atau tamu yang diundang. Berikut panduan dari Meike Malaon, konsultan sumber daya manusia dari Daya Lima.

1/ Layangkan undangan dengan respek.
Perhitungkan posisi jabatan dan jadwal dari kolega atau mitra kerja yang Anda undang. “Makin senior jabatan tamu yang diundang, maka undangan tersebut harus dilayangkan minimal seminggu sebelum hari pertemuan,” ungkap Meike. Pasalnya, pejabat senior ini biasanya telah memiliki agenda dalam satu pekan. Hargai hal ini dengan tidak memberikan undangan secara mendadak.

2/ Sampaikan agenda dan persiapkan alat bantu yang Anda butuhkan.
Lakukan hal ini bersamaan dengan saat melayangkan undangan. Apa tujuan pertemuan itu, apakah ada bahasan khusus, atau sekadar berjejaring dan ramah tamah. Jika hendak membahas sesuatu, akan sedetail apa bahasannya.

Persiapkan alat bantunya, apakah Anda hanya perlu membuka presentasi melalui laptop, atau perlu mencetak bahan untuk dibaca. Ini menunjukkan sikap profesional kita, bahwa kita memperlakukan orang dengan respek dan bahwa kita sedang menargetkan adanya kemajuan melalui pertemuan ini.

Jika kita hendak membicarakan sesuatu yang membutuhkan perhatian, fokus yang tinggi, dan hal-hal yang detail seperti data, lebih baik tidak digabungkan dengan kesempatan jamuan makan. “Namun, pembicaraan dengan jamuan makan masih mungkin untuk topik pembicaraan high level demi membahas apa yang bisa kita sinergikan bersama-sama,” jelas Meike.

3/ Menentukan lokasi.
Sebagai pengundang, pastikan bahwa lokasi yang dipilih tidak menyusahkan tamu Anda. “Namun, jangan juga langsung berasumsi dengan memilih lokasi terdekat dengan kantor tamu Anda. Sebab, bisa jadi di waktu tersebut tamu Anda sedang berada di lokasi berbeda,” pesan Meike.

Saat memilih tempat, jangan lupa untuk mempertimbangkan berapa lama kira-kira pertemuan Anda berlangsung. Sebab, ada beberapa tempat yang memberikan batasan waktu bagi pelanggan. Jika membutuhkan waktu lama, Anda bisa memesan private room, sehingga tidak mengganggu pelanggan lain yang ingin masuk.

Kita juga harus sensitif terhadap preferensi dan agama. Bukan tidak mungkin, karena alasan kepercayaan dan agama, tamu undangan kita tidak bersedia makan di restoran yang juga menyediakan menu babi.

4/ Tepat waktu.
Ini berlaku baik bagi pengundang maupun tamu yang diundang. Apabila Anda yang mengundang, Anda harus datang jauh lebih awal untuk memastikan kesiapan, mulai dari ruangan, jumlah kursi, dan menu (jika itu sudah ditetapkan sebelumnya). “Sebagai tamu, ketepatan waktu ini bisa menjadi bagian dari penilaian terhadap perilaku profesional Anda di mata klien atau mitra,” ungkap Meike.

5/ Konfirmasi ulang kedatangan.
Sebagai pengundang, pastikan tahu jumlah tamunya. Sebab, bisa jadi tamu datang dengan membawa rekannya yang lain. Agar lebih sopan, Anda bisa menanyakan apakah tamu Anda akan membawa teman. Informasi ini penting terkait dengan reservasi tempat.

Sebagai tamu, usahakan untuk tidak membatalkan janji secara mendadak, kecuali untuk alasan yang sangat kuat dan tiba-tiba. Dalam kondisi ini, Anda boleh menanyakan kemungkinan penjadwalan ulang. Jangan mengubah penjadwalan lebih dari sekali, ini sangat tidak baik bagi kredibilitas Anda.

Apabila di hari yang sama Anda harus menuju pertemuan berikutnya bersama dengan seorang rekan, ada baiknya jika rekan Anda memesan meja yang lain. Namun, jika pengundang ternyata tidak keberatan, maka rekan Anda boleh ikut bergabung. Tetapi, jika rekan Anda lebih dari satu atau dua orang, lebih baik jika mereka memesan meja sendiri. (f)

Baca Juga: 
10 ATURAN PENTING DALAM JAMUAN BISNIS (PART 2)?
Ketika Seungri Anggota BigBang Dikecam Netizen Saat Promo Bisnisnya di Instagram. Apa Yang Dipersoalkan?
4 Pilar Etika Bisnis

 

Naomi Jayalaksana
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article